[7] Missing or ...

3K 273 32
                                        

Sekarang sudah pukul sepuluh malam. Erysca dan yang lainnya mulai meninggalkan toko untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Gadis itu pulang seorang diri karena Clara yang biasanya pulang bersamanya sedang tidak bekerja sejak tiga hari yang lalu. Dia sedang berbulan madu dengan Alex, suaminya.

Wenzell tidak bisa menjemput Erysca malam ini. Karena pria itu sedang ada urusan mendadak di wilayah pack lain. Dan Erysca tidak mempermasalahkan itu, ia tahu Wenzell punya kewajiban sebagai seorang Alpha.

Jarak antara toko bunga dan rumahnya tidak terlalu jauh. Ya, dia pulang ke rumahnya, bukan mansion Wenzell. Bibi dan adiknya sudah pulang sejak kemarin. Tentu saja Wenzell tidak tahu jika matenya pulang semalam ini. Erysca tidak mengatakannya pada Wenzell karena tidak mau membuat pria itu khawatir.

Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya Erysca sudah sampai di depan rumahnya. Baru saja tangannya terulur untuk membuka pintu utama, sebuah suara memanggil namanya.

"Erysca!"

Gadis itu pun spontan menoleh ke belakang. Namun tidak ada apapun atau siapapun di sana. Hanya ada jalanan lengang yang gelap sunyi. Ia mengedikkan bahunya dan kembali akan membuka pintu. Tetapi seketika kedua matanya membola. Ia mengerjap dengan mulut terbuka saking terkejutnya.

"What?!" tangannya masih tergantung di udara seperti saat sebelumnya akan membuka pintu.

Seingatnya tadi ia berada di depan rumah untuk membuka pintu. Sampai ada seseorang yang memanggil namanya. Lalu sekarang keadaan berubah drastis dalam kedipan mata. Tiba-tiba saja sekarang ia berada di tepi jalan di pinggiran hutan. Ia tahu tempat ini.

Erysca menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung. Apa dia terlalu lelah sampai melantur begini?

Tapi sepertinya ia dalam keadaan sadar lahir batin. Dia tidak merasa mabuk atau pusing meskipun tubuhnya lelah.

Erysca menghembuskan napas panjang. Jika dia dalam keadaan baik-baik saja. Lalu siapa yang tega menelantarkannya di tempat sepi seperti ini? Apa makhluk immortal? Semenjak ia mengenal Wenzell. Hal-hal yang tidak masuk akal sekalipun bisa ia percayai. Buktinya manusia serigala pun ada. Lalu kenapa hal-hal berbau sihir seperti ini tidak ada?

Akhirnya mau tak mau Erysca harus kembali ke rumahnya sebelum sang bibi mengomel panjang lebar karena ia belum juga pulang.

"Erysca?"

Gadis itu tersentak kaget. Ia menoleh dan mendesah lega saat mendapati teman satu tempatnya bekerja yang memanggil namanya.

"Kenapa kau disini?"

Erysca bingung harus menjawab apa. Jika ia bilang tiba-tiba ia disini seperti teleportasi. Pasti pria itu tidak akan percaya.

"Hei, kau baik-baik saja? Kenapa diam?" tanya pria itu lagi.

"Eh? Emm ... a-aku hanya ingin ke rumah temanku dengan jalan kaki. Tapi ternyata tersesat di sini," alibinya sambil tertawa canggung.

Pria itu hanya mengangguk-angguk percaya. "Ayo, aku antar pulang saja. Ini sudah terlalu malam. Tidak baik seorang gadis sepertimu pulang malam-malam begini."

Erysca menggeleng cepat sambil menggerakkan tangannya ke kanan dan kiri. "Tidak perlu, Vin. Aku bisa pulang sendiri."

"Aku tidak akan membiarkan seorang gadis pulang sendiri malam-malam, Er. Jangan menolakku." Vinnic berkata tegas.

Gadis itu menghela napas lalu mengangguk.

Vinnic mengajak Erysca untuk naik ke mobil. Mobil bak terbuka yang biasa dibawa untuk mengantar pesanan bunga dalam jumlah banyak. Vinnic memang yang biasanya membawa pulang mobil ini.

Alpha Wenzell [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang