[6] Back Home

3.2K 313 31
                                        

Resepsi pernikahan Alex dan Clara selesai pada pukul sepuluh malam. Malam ini Erysca menginap di mansion Wenzell karena pria itu yang tidak mau mate-nya sendirian di rumah. Padahal Erysca tidak mempermasalahkan hal itu. Lagipula ia sudah terbiasa.

"Kau lelah?" tanya Wenzell menoleh sebentar ke arah Erysca yang duduk di sebelahnya. Saat ini mereka sedang di dalam mobil.

Erysca tersenyum. "Aku lelah, tapi perasaanku lebih senang, melihat sahabatku yang sedang berbahagia saat ini."

Wenzell ikut tersenyum. Tangannya mengusap puncak kepala gadisnya dengan lembut. Kemudian fokusnya kembali mengarah ke jalanan. Ia mempercepat laju mobilnya supaya bisa secepatnya sampai ke mansion.

Sesampainya di mansion Erysca berniat akan langsung masuk ke kamarnya, kamar Wenzell lebih tepatnya. Namun baru saja Erysca dan Wenzell menapaki tangga pertama untuk menuju kamar, seorang Warrior menghampiri mereka.

Warrior itu menunduk takzim sebelum berujar. "Maaf mengganggu Alpha dan Luna. Saya ingin memberi kabar jika Beta Sam dan ketiga Warrior sudah sampai di perbatasan."

Wenzell sedikit terkejut. "Benarkah? Itu berita yang bagus. Jika Samuel sudah sampai disini, beritahu dia untuk menungguku di ruang tamu."

"Baik, Alpha. Kalau begitu saya permisi."

Wenzell mengangguk. Masih dengan senyum terpatri di wajahnya. Ia tidak menyangka jika mereka akan sampai secepat ini. Namun hal itu justru yang sangat ditunggunya. Ia bisa mempercepat pernikahannya dengan Ersyca. Memikirkan itu semakin membuat hatinya berbunga.

Sedangkan Erysca yang berdiri di sebelah Wenzell juga sama terkejutnya. Beta Samuel, sudah tiba? Itu artinya. Pernikahan ... pengangkatan Luna .... Oh, tidak.

Wenzell kembali menarik lembut tangan matenya untuk ke kamar. Mereka akan berganti pakaian terlebih dahulu sebelum menemui Beta dan Warriornya.

***

Lima orang sudah berdiri di depan gerbang mansion. Mereka sudah berubah ke wujud manusia sejak di perbatasan.

Sam menurunkan Diana dari gendongannya. Tangannya beralih menggenggam tangan gadis itu, menuntunnya untuk masuk ke halaman mansion.

Diana menatap takjub sekitarnya. Ia tidak pernah melihat bangunan sebesar dan semegah ini sebelumnya. Ia sangat senang. Apalagi saat Sam membawanya untuk memasuki bangunan besar itu.

Namun perasaan ragu tiba-tiba merayap ke hatinya. Tangannya bertaut dengan tangan Sam mengerat. Dan pria itu merasakannya. Sam menoleh dan menunduk ke arah Diana.

"Ada apa?" tanya Sam saat mereka telah sampai di depan pintu utama.

"Apa Alpha dan Luna akan menerimaku?" lirih Diana seraya menunduk.

Sam memegang sisi wajah Diama supaya gadis itu menghadapnya. Ia tersenyum menenangkan.

"Alpha tidak pernah seantusias ini sebelumnya. Aku yakin kehadiran kita juga sangat dinantikannya. Karena hal ini bisa membuat apa yang beliau inginkan segera terwujud."

Diana mengerutkan dahinya bingung. "Apa?"

"Sebuah pernikahan. Kita bisa kembali kemari dengan cepat, itu artinya pernikahan Alpha dan Luna juga bisa dipercepat." Diana mengangguk-angguk mengerti.

Lalu pintu di depan mereka terbuka lebar. Sam mendorong pelan punggung kecil mate-nya untuk masuk. Langkah kaki gadis itu tampak ragu-ragu.

Hanya Sam dan Diana yang memasuki mansion itu. Karena tadi Warrior pack mengatakan jika Alpha dan Luna ingin menemuinya dulu. Sedangkan ketiga Warriornya sudah kembali ke tempat mereka.

Alpha Wenzell [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang