Keesokan harinya.
Erysca dengan terampil merangkai bunga. Ia menjalani kesehariannya seperti biasa. Sejak pagi tadi ia bekerja di toko bunga milik Alex. Mate sahabatnya, Clara.
Jika kalian bertanya kenapa Erysca tidak bekerja di sebuah perusahaan. Padahal gajinya berkali-kali lipat lebih banyak daripada bekerja di toko bunga seperti ini. Maka jawabannya adalah karena Wenzell. Ya, pria itu yang melarangnya untuk bekerja selain di toko bunga ini.
Wenzell mengatakan jika ia tidak perlu bekerja terlalu keras karena pria itu yang nantinya akan memenuhi seluruh kebutuhannya. Lagipula, Erysca juga merasa nyaman bekerja di tempat ini. Dan bibinya juga tidak mempermasalahkan hal itu. Jadi, semua itu tidak ada unsur pemaksaan.
Erysca dan yang lainnya masih disibukkan dengan pekerjaan. Sejak pagi sampai siang ini mereka terus mendapat pesanan buket bunga dan beberapa juga memesan bunga untuk dekor tempat pernikahan.
Apa sekarang sedang musim menikah? Kemarin lusa ia baru mendapat undangan pernikahan dari teman semasa JHS-nya. Hari ini juga ia mendapat kabar temannya yang lain sedang melangsungkan pernikahan. Kemudian satu minggu lagi Clara dan Alex juga akan menikah, dan ia harus datang di acara itu bersama Wenzell.
Mengingat soal pernikahan, kemarin saat dirinya berada di mansion Wenzell. Pria itu membahas soal pernikahan dengannya. Sekaligus pengangkatannya sebagai Luna. Tetapi ia menolaknya dengan alasan belum siap. Ya, dia memang belum siap menjadi seorang Luna.
Jadi, ia mencari cara untuk mengulur waktu. Salah satunya adalah ia ingin pengangkatannya dihadiri oleh Beta Samuel. Bukankah Samuel masih menjalankan misinya dan belum pulang sampai hari ini?
Dan Wenzell menyetujuinya. Ia juga ingin Betanya itu menyaksikan pengangkatan Lunanya. Karena bagaimanapun Samuel adalah orang yang berarti bagi packnya.
Erysca menoleh ke arah Clara yang sedang berdiri di sebelahnya. Gadis itu tersenyum sepanjang hari ini. Sepertinya suasana hati Clara sedang sangat baik. Erysca ikut tersenyum melihat sahabatnya bahagia.
"Ehem! Iya aku tahu kau akan menikah sebentar lagi. Tapi tidakkah kau lelah sedari tadi terus tersenyum seperti itu?" ujar Erysca tanpa mengalihkan atensinya pada rangkaian bunga yang sedang ia tata di depannya.
Clara hanya tersenyum malu dengan wajah memerah. "Aku tidak mau tahu, saat pernikahanku kau harus datang bersama Wenzell."
Erysca hanya mengedikkan bahunya. "Kalau Wenzell mengizinkan aku pergi tentu saja aku akan pergi. Kalau tidak yaa, mau bagaimana lagi," candanya.
Clara mengerucutkan bibirnya kesal. Ia memukul pelan bahu Erysca. "Pokoknya kau harus datang! Aku akan menyuruh Alex untuk memaksa Wenzell datang bersamamu." Erysca terkekeh mendengarnya.
"Iya iya. Kau tenang saja. Aku dan Wenzell pasti akan datang."
Mereka sama-sama diam. Sibuk dengan bunga yang sedang mereka rangkai masing-masing.
"Lalu kapan kau dan Wenzell akan menikah?"
Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu membuat Erysca tersedak ludahnya sendiri.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Aku 'kan hanya bertanya. Apa Wenzell belum pernah mengajakmu untuk menikah?" tanya Clara.
Erysca tampak diam sebentar sebelum menjawab. "Pernah, dia pernah membahas tentang pernikahan denganku. Tapi aku belum memberi jawaban. Aku merasa belum siap dan dia setuju untuk menundanya dulu. Kita juga belum mendapat restu dari bibi Greta."
"Hmm. Jadi secara tidak langsung kau menerima lamaran Wenzell," goda Clara.
Pipi Erysca tampak bersemu samar. "Ti-tidak. Aku belum memberi jawaban padanya. Dia saja mengajakku menikah semudah berganti pakaian," gerutunya. Ia beranjak dari tempatnya untuk mengambil bunga lainnya yang ada di ruangan bagian dalam toko.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
WerewolfSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)