Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuat atensi pria itu teralihkan dari setumpuk berkas di mejanya. Ia menyahut mempesilakan orang di luar sana untuk masuk ke ruang kerjanya.
Faust, Gammanya yang baru saja masuk menunduk hormat padanya.
"Saya ingin melapor, Alpha," ujarnya formal.
Wenzell mengangguk singkat. Ia menyandarkan tubuh tegapnya di sandaran kursi. Mengangkat kaki kanannya ke atas kaki kiri. Dan menumpu kepalanya pada tangan kanan.
"Ada pemberontakan di wilayah barat sampai barat daya. Tetapi masalah sudah terselesaikan. Sedangkan wilayah lainnya masih dalam keadaan aman, terutama bagian timur." Faust menjelaskan dengan lancar.
Wenzell beralih bersedekap dada. "Dimana Delta Tavien?" tanyanya.
"Delta baru saja menyelesaikan masalah tadi, Alpha."
Wenzell mengangguk mengerti. "Apa belum ada kabar dari Sam?"
"Beta Sam tidak memberikan kabar apapun, Alpha. Bahkan mindlink-nya tidak terhubung," jawab Faust.
Sudah terhitung satu minggu Betanya itu tidak pulang dari perjalanannya di wilayah paling timur. Wilayah itu memang terpisah dari packnya. Di packnya ada dua wilayah timur. Dan Sam sedang pergi ke wilayah timur yang terjauh bersama ketiga warrior terbaiknya.
"Aku akan pergi dulu. Tetap awasi keadaan sekitar selama aku pergi," titah Wenzell. Ia berdiri, melepaskan dasinya dan mengambil jasnya yang tergeletak di sofa kemudian pergi.
"Baik, Alpha." Faust beranjak dari ruangan Wenzell setelah Alphanya itu keluar ruangan lebih dulu.
***
Wenzell mengendarai mobilnya dengan cukup kencang di jalan raya yang sedang lengang ini. Ia sudah tak kuasa menahan sabar bertemu gadisnya.
Ngomong-ngomong tentang matenya. Wenzell sudah tidak bertemu dengan gadis itu tiga minggu karena ada urusan mendadak. Tapi tiga minggu rasanya sudah seperti satu abad baginya. Oke, sepertinya itu terlalu berlebihan. Matenya memang sudah membuatnya gila.
Urusan mendadak yang dimaksud adalah urusan bisnisnya. Wenzell memiliki beberapa perusahaan yang memang dirintisnya untuk kelangsungan packnya. Banyak dari anggota packnya yang bekerja di perusahaanya tersebut. Dan 'Ohana Club, club terbaik di kotanya, juga milik pria itu.
Wenzell menoleh ke kursi penumpang di sebelahnya sekilas. Disana ada sebuket bunga peony. Semerbak harum bunga itu memenuhi mobilnya. Tetapi tetap kalah dengan aroma peony gadisnya. Senyum lebar tak pudar dari wajahnya. Hatinya sedang sangat bahagia sekarang.
Beberapa menit kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di depan rumah sederhana bercat putih dengan pagar kayu rendah di halaman rumahnya. Rumah sederhana yang terlihat asri. Ia turun dari mobil sembari membawa sebuket bunga yang tadi dibelinya.
Pria itu mengetuk pintu utama. Ia melihat jam tangannya dengan tidak sabar. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak ekstra cepat. Ia gugup hanya karena akan bertemu dengan matenya. Ia mengetuk lagi pintu itu.
"Tunggu sebentar." samar-samar terdengar sahutan dari dalam rumah.
Suara yang sangat dirindukannya itu mengalun indah menyapa pendengarannya. Mampu mengusik hatinya yang tengah bersemi.
Wenzell membalikkan tubuhnya membelakangi pintu. Ia mendengar pintu di belakangnya terbuka. Dan aroma bunga peony langsung tercium sangat harum.
"Siapa?" suara indah itu bertanya.
Wenzell berbalik dan menatap gadis di depannya dengan senyum lebar. Ia melihat gadis itu melebarkan matanya dan menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut. Juga terlihat binar bahagia di mata itu. Kedua tangannya terentang. Seakan tahu apa mau pria itu, Erysca langsung melompat ke pelukan Wenzell. Ia terkekeh geli, memeluk erat tubuh gadisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
WerewolfSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)