Spin-Off #2 My Beloved Mate
Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula.
Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
Part ini mungkin lebih banyak narasi daripada percakapan. Jadi betah-betahin aja ya wkwk . . . . . . . .
Akhirnya hari ini datang juga. Erysca yang masih berada di kamarnya sedang mempersiapkan diri, Jesse dan salah satu perias ternama ikut membantunya. Mereka akan membuat Erysca menjadi tokoh utama dalam acara ini. Jesse seantusias saat dirinya ikut andil dalam pernikahan Clara dan Alex.
Erysca merasa gugup yang pasti. Wajahnya sudah dirias sedemikian rupa. Terlihat sangat cantik meskipun hanya make up natural. Rambutnya pun ditata dengan indah. Dibiarkan terurai dan diberi hiasan di kepalanya. Sang perias memuji kecantikan Lunanya, begitu pula dengan Jesse. Setelah selesai dengan tatanan wajah dan rambut, Erysca memakai gaunnya. Lagi-lagi mereka tercengang. Lunanya tampak anggun. Gaun berwarna putih abu-abu itu sangat pas memeluk tubuh indah Erysca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Luna, kau sangat cantik." Jesse berujar lirih sambil menutup mulutnya saat Erysca baru saja selesai memakai gaunnya.
Erysca tersenyum manis. "Terimakasih, Jesse. Ini berkat kalian."
Pintu kamar yang diketuk mengalihkan perhatian mereka. Clara dan bibinya berdiri di ambang pintu sambil tersenyum. Lalu berjalan masuk mendekati Erysca. Jesse dan perias itu izin untuk pergi meninggalkan kamar.
"Selamat untuk pernikahan kalian," ucap Clara memeluk sahabatnya.
"Terimakasih, Clar."
Mereka menguraikan pelukan, kemudian Erysca beralih menatap bibinya. Wanita itu tersenyum haru sampai menitikkan air mata. Lalu mereka saling memeluk erat.
"Bibi jangan menangis," ucap Erysca mengusap punggung wanita yang telah merawatnya sejak kecil itu.
"Semoga kalian selalu diberi kebahagiaan." Erysca mengurai pelukan mereka dan mengaminkan doa bibinya.
"Ayo sekarang kita turun. Acaranya akan segera dimulai. Calon suamimu sudah menunggu di altar, dia terlihat tidak sabar," bibi Greta terkikik geli.
Mereka pun meninggalkan kamar untuk menuju ke aula mansion yang menjadi tempat pesta pernikahan sekaligus mengangkatan Luna nanti malam. Saat mereka berada di tangga, para tamu undangan menoleh. Menatap kagum pada Erysca yang tampak sangat cantik.
Erysca menatap Samuel yang telah menunggunya di tangga terakhir. Gadis itu menggandeng tangan Sang Beta yang akan mengantarkannya ke altar. Tiba-tiba ia merasa sedih. Seharusnya ayahnyalah yang menggandengnya saat ini. Namun karena sosoknya yang sudah tiada, dia harus digantikan dengan pria lain.
Keduanya berjalan anggun di atas karpet merah yang membentang panjang. Eysca mengangkat kepalanya. Wenzell sudah mengingatkannya untuk menjadi berwibawa. Seorang Luna yang akan menjadi pusat perhatian dan contoh bagi rakyatnya. Tidak boleh menunduk, atau merasa takut. Tatapannya terkunci pada seorang pria yang berdiri di dekat tetua pack.
Pernikahan ini sedikit berbeda dengan pernikahan manusia. Erysca sudah diberi arahan beberapa hari sebelum pernikahan ini. Hal yang paling mengerikan adalah, saat dirinya harus menyerahkan darah untuk tanda bahwa dirinya diterima dalam pack. Bukankah selain calon Luna dia adalah anggota baru? Jadi otomatis ia harus melakukan hal itu. Begitu pula dengan Diana nantinya.
Samuel dan Erysca menghentikan langkahnya saat telah sampai di depan Wenzell. Wenzell mengulurkan tangannya yang disambut oleh Erysca dengan tangan bergetar. Pria itu terkekeh geli melihat kegugupan matenya. Saat Alphanya telah menerima tangan Erysca, Samuel menunduk lalu pergi.
"Cantik." Wenzell berbisik di dekat telinga Erysca.
Gadis itu merona malu.
Tetua berdehem untuk mengalihkan kemesraan kedua junjungannya dengan senyum maklum. Pria tua itu membaca tulisan dari buku tua di tangannya, yang harus diikuti oleh Wenzell dan Erysca. Wenzell mengucapkannya dengan lancar dan lantang. Sedangkan Erysca harus mengulang sekali karena rasa gugup. Wenzell menenangkannya dengan mengusap kedua ibu jarinya di punggung tangan matenya. Mereka memakluni itu.
Setelah itu dua Omega datang. Salah satunya membawa nampan berisi kain dan belati. Dan yang satunya lagi membawa cawan berwarna emas. Melihat itu Erysca meringis ngeri. Waktu itu ia juga melihat Clara melakukan ini.
"Silakan, Alpha," ujar tetua itu.
Wenzell mengangguk sekali dan mengambil belati dari nampan. Belati khusus yang hanya diperuntukkan bagi Alpha dan Luna yang akan mencampurkan darah saat pernikahan. Ia menggores telapak tangannya sampai darah menetes di cawan. Erysca merasa ingin pingsan saat itu juga. Wenzell mengambil kain di nampan. Lalu telapak tangannya sembuh dengan cepat.
Kemudian selanjutnya adalah Erysca. Gadis itu mengambil belati yang telah dicuci dengan air khusus juga. Tangan kirinya yang memegang belati tampak sangat gemetar. Ia menghembuskan napas panjang. Lalu mulai menggores telapak tangan kanannya. Ia meringis perih saat darahnya menetes ke dalam nampan bercampur dengan darah Wenzell.
Wenzell segera menarik tangan Erysca dengan lembut. Mengambil kain dari nampan dan mengelap sisa darah dari telapak tangan matenya. Di depan semua orang, pria itu mendekatkan telapak tangan Erysca ke depan bibir dan menjilatnya tepat di bagian luka goresannya. Dan seketika itu juga lukanya menghilang.
Erysca menggerakkan tangannya dengan rasa terkejut. Sedangkan Wenzell hanya tersenyum. Semua orang tampak normal. Sepertinya ini adalah hal yang biasa di dunia mereka. Ia memekik kaget saat tangannya disentak dengan kuat lalu sesuatu melingkar pinggangnya.
Dia menatap Wenzell yang semakin mendekatkan wajahnya. Pria itu menempelkan bibir mereka. Suara riuh tepuk tangan tak membuat Wenzell melepaskan tautan bibirnya. Malah semakin menjadi. Erysca hanya bisa mencoba membalas sambil menutup mata. Entah sudah semerah apa wajahnya sekarang.
Wenzell menyudahi ciumannya saat menyadari matenya yang membutuhkan oksigen. Ia tertawa pelan melihat wajah matenya yang memerah. Kemudian ia memeluk gadisnya dengan erat. Erysca membalas pelukan Wenzell.
"Terimakasih." Erysca berujar dengan bahagia yang dibalas anggukan dan ciuman di kepala oleh Wenzell.
***
Setelah upacara pernikahan dan penerimaan anggota baru, sekarang waktunya untuk pengangkatan Luna secara resmi. Erysca adalah tokoh utama dalam acara malam ini. Sebenarnya Wenzell ingin upacara pernikahan dan pengangkatan Luna dilaksanakan pada hari yang berbeda. Namun atas usul para tetua, hal itu ia batalkan mengingat situasinya yang semakin dekat dengan bulan purnama. Dan mereka pun melaksanakannya dalam satu hari atas persetujuan Erysca.
Di dalam kamar, Erysca kembali menyiapkan diri. Gadis itu mengenakan gaun yang berbeda dari sebelumnya. Gaun yang dikenakannya adalah gaun milik Luna Caltha, Ibu Wenzell. Erysca yang memintanya sendiri. Gaun yang sama saat Luna Caltha diangkat menjadi seorang Luna. Mungkin dengan ini, dirinya bisa menjadi lebih percaya diri.
Sekali lagi Erysca mematut dirinya di depan cermin. Dia tidak menyangka akan bisa berjalan sejauh ini. Gadis iu menghela napas panjang untuk mengusir kegugupannya. Setelah ini dia harus berbicara di depan anggota pack dan rakyat Redmoon Pack.
Saat sedang memikirkan apa yang mungkin akan terjadi nanti. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu seperti menghantam tubuhnya. Sampai-sampai ia terdorong ke depan. Untung saja ada meja rias di depannya sehingga kedua tangannya bisa berpegangan dan menopang tubuhnya.
"Apa itu tadi?"
Tbc.
SELAMAT BERPUASA BUAT YANG MENJALANKAN 💞
Part selanjutnya kalo selesai diketik sekalian aku publis, insyaAllah. Kalo enggak ya berarti besok malem.