Hari ini Erysca sengaja mengambil cuti untuk menghabiskan waktunya di rumah bersama Megan dan Sea. Selama dirinya bekerja, ia memang jarang mengambil cuti karena sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidupnya bersama Sea. Saat Sea masih berumur beberapa minggu pun ia masih selalu membawa Sea ke tempatnya bekerja. Memberinya asi di saat-saat tertentu.
Sea yang saat itu masih sangat kecil ia tempatkan di box bayi di ruang kerja Jeffrey. Pria itu yang sengaja menaruhnya supaya Erysca bisa memberinya asi di ruang kerjanya selagi dia pergi. Jeffrey juga bisa sekaligus menjaga Sea ketika Erysca kembali bekerja. Jeffrey berkata kalau hal tersebut tak masalah baginya karena Freya dulu pun begitu. Freya yang waktu itu menjadi ibu muda juga menitipkan anaknya di ruang kerja Jeffrey selagi bekerja.
Kembali di masa sekarang. Erysca sedang membantu Sea berpakaian setelah mandi. Tadi dia sendiri yang menjemput Sea dari sekolahnya dan anak kecil itu senang bukan main. Menggunakan mobil milik Megan yang kebetulan menganggur karena Megan yang sedang sibuk dengan kerjaannya. Mereka juga menyempatkan untuk mampir di taman dan membeli es krim.
Suara bel apartemen mengejutkan Erysca yang sekarang sedang menemani Sea mengerjakan tugas rumahnya. Wanita itu mengusap kepala anaknya lalu berdiri. Ia meninggalkan Sea di kamar untuk membuka pintu apartemennya dan melihat siapa gerangan yang bertandang.
Sama halnya dengan Erysca. Megan pun terkejut mendengar suara bel apartemen yang cukup nyaring. Ia yang sedang mengambil air putih di dapur segera menuju pintu untuk membukanya.
"Sia—pa?"
Megan yang baru saja membuka pintunya merasa terkejut. Sebelah tangannya menutup mulutnya yang terbuka. Pandangannya memindai seseorang di depannya. Meskipun ia tahu itu adalah hal yang kurang sopan.
"Apa ini apartemen Erysca?" suara berat itu bertanya.
"I—iya." Megan tergagap dan mengangguk kaku.
"Siapa tamunya, Meg?" Erysca yang baru saja akan membuka pintu berjalan mendekati Megan yang masih berdiri mematung.
"Hugo? Ada apa kau kemari?" nada suara Erysca berubah datar. Dia tak perlu bertanya lagi bagaimana pria itu bisa menemukan tempat tinggalnya.
"Hanya berkunjung." Hugo mengangkat kedua bahunya tak acuh.
"Sebaiknya kalian berbicara di dalam saja." Megan yang menyadari sikapnya salah pun menginterupsi. Ia mempersilakan Hugo untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
Erysca berjalan menuju dapur untuk membuatkan tamunya minum dan Megan mengikuti di belakangnya. Sebenarnya Erysca malas untuk membuatnya karena bagaimanapun juga hal tersebut adalah sia-sia. Lagipula Vampir mana yang suka minum jus jeruk?
"Erysca." Megan berbisik memanggilnya dan Erysca membalasnya dengan gumaman tak jelas.
"Dimana kau kenal pria itu?" suaranya masih terdengar pelan. "Kenapa dia sangat pucat? Itu sedikit ... mengerikan."
Erysca menghela napas panjang. "Hugo adalah teman lamaku. Sepertinya dia sengaja datang ke negara ini untuk membawaku kembali ke rumah."
Megan mengangguk mengerti. Namun juga merasa sedih. Erysca dan Sea akan kembali?
"Kau tidak takut padanya? Aku saja yang baru pertama kali melihatnya saja sampai berpikir kalau dia adalah Vampir," ujar Megan seraya terkekeh geli. Meskipun tak bisa dipungkiri jika wajah pria itu sangat tampan.
"Mungkin sudah keturunan seperti itu." Erysca mengambil nampan dan meletakkan segelas jus di atasnya. Membawanya ke ruang tamu.
Ia meletakkan jus tersebut ke atas meja di hadapan Hugo. Pria itu hanya menatap gelasnya tanpa berniat menyentuh sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
Hombres LoboSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)