Semoga tidak mengecewakan :) happy reading
***
"Sea." seseorang memanggil namanya.
Sea dan Wenzell yang kini sedang duduk beralaskan rumput pun menoleh ke asal suara. Megan mendekati mereka dengan raut wajah yang gugup. Gadis itu berdeham.
"Ayo kita pulang," ujar Megan seraya menarik tangan Sea untuk berdiri.
"Tapi bibi, aku masih mau bermain disini." Sea memohon dengan cemberut.
Megan menatap Wenzell sebentar lalu kembali menunduk untuk menatap Sea. Tatapan Wenzell terasa sangat mengintimidasi.
"Hmm ... mamamu sudah menelponku. Jadi kita harus segera pergi," balas Megan sambil melirik Wenzell yang sedang menatapnya curiga.
"Tadi pagi mama bilang akan pulang malam. Kalau pulang pun aku hanya akan melihatmu yang sibuk dengan laptop." Sea bersedekap dada.
"Maaf kalau aku menyela. Kau bisa pulang lebih dulu dan katakan pada mama Sea kalau dia masih ingin bermain di taman. Aku bisa mengantarkan Sea pulang nanti," ujar Wenzell.
Sea mengangguk cepat dan semangat. "Aku masih mau disini!" ujarnya bersikeras.
"Sea, menurutlah pada bibi kali ini saja, oke? Aku sudah membelikanmu es krim. Ambilah di mobil." Megan tetap berusaha membujuk Sea.
Mau tak mau Sea pun menurut. Anak itu mengangguk lemas. Setelah itu Megan menatap Wenzell lagi dan tersenyum canggung.
"Te-terimakasih karena sudah menemani Sea bermain. Maaf jika dia merepotkanmu."
Wenzell tersenyum sangat tipis. "Tidak masalah. Dia anak yang baik."
"Kalau begitu kami permisi, Tuan." Megan menarik tangan Sea keluar taman menuju mobilnya yang terparkir.
Sedangkan Wenzell memandang kepergian mereka dengan kedua alis menukik. Gerak-gerik yang dilakukan Megan sangat janggal. Seperti ada yang sedang disembunyikan.
Wenzell yang berdiri di balik pohon melihat Megan yang sedang membuka pintu mobil untuk Sea. Lalu gadis itu masuk ke mobilnya. Pandangan Wenzell langsung tertuju pada plat nomor di mobil tersebut dan mengingatnya dengan cepat.
"George, cepat jemput aku di taman tadi." mindlink Wenzell pada George. Dia berlari ke arah yang sama dengan Megan dan Sea pergi tadi tanpa diketahui oleh keduanya.
"Maaf kami tidak pergi ke hotel seperti yang Anda perintahkan, Alpha. Kami menunggu Anda di dalam mobil yang terparkir di depan toko bunga 'Daisy'." suara George menjawab.
"Aku akan kesana."
Wenzell kembali berlari ke arah mobilnya yang terparkir. Kepalanya sesekali menoleh pada mobil Megan yang sampai sekarang belum melaju. Sampai ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya, barulah mobil Megan mulai berjalan ke arah yang berlawanan dengan mobilnya.
"Ikuti mobil itu George." tunjuk Wenzell pada mobil yang ia maksud dan menyebutkan platnya.
"Baik, Alpha."
George mengemudikan mobilnya dengan gesit. Menyalip kendaraan-kendaraan lain. Mobil yang Megan naiki sepertinya semakin cepat melaju.
Wenzell mengernyit saat menyadari jika mobil Megan hanya berjalan memutari salah satu gedung apartemen. Seperti disengaja. Apa dia tahu dirinya menguntit mereka? Mobil milik Megan semakin memelan dan terparkir di depan sebuah kafe.
Ia merasa kepalanya berdenyut dan jantungnya berdetak tak karuan. Bibirnya mendesis samar. Hal itu membuat dua pria lainnya menoleh ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Wenzell [Completed]
Hombres LoboSpin-Off #2 My Beloved Mate Saat dirinya telah merasakan segalanya sudah lengkap. Tak ada lagi hampa atau dusta. Saat hidupmu adalah hidupnya. Dan hidupnya adalah hidupmu pula. Saat dirinya merasa benar-benar sudah menemukan orang yang tepat untuk m...
![Alpha Wenzell [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/174896462-64-k600661.jpg)