Bahagia tuh sederhana...
Liat kamu tersenyum aja, udah buat hatiku berbunga.
Ciyeeee....
Vote dulu woy...
***
Dengan memakai jaket andalannya. Alvin, Rendra berjalan tergesa menuju tempat dimana Prilly dirawat. Diikuti oleh Royan tidak jauh dibelakang mereka. Dua menit sebelumnya saat berada di kantin rumah sakit, mereka bertiga mendapat laporan bahwa Nathan membawa Prilly dengan melibatkan anak buahnya untuk menghalangi anak buah Ali yang tengah berada disana menjaga Prilly.
Bukan Alvin menghawatirkan keselamatan dan keamanan adiknya kali ini. Bersama Nathan, Prilly akan baik-baik saja.
Namun, ada hal lain yang Alvin pikirkan. Yaitu tentang penyakit Prilly yang belum gadis itu ketahui.
Alvin takut jika Nathan memberitahukan yang sebenarnya tentang hal itu.
"Vin, gue bisa jelasin"
Taka yang melihat kedatangan Alvin langsung berada di paling terdepan untuk menjelaskan.
"Gue minta maaf. Tadi Nathan bawa Prilly keluar. Pas waktu kita coba ngelarang tiba-tiba anak buah Nathan entah dateng dari mana ngalangin kita.
Kita kalah jumlah, Vin. Jadi kita gak bisa berbuat apa-apa"
Tanpa menjawab. Alvin berlalu begitu saja. Sepertinya kali ini dia sendiri yang harus turun tangan untuk memastikan Prilly dalam keadaan baik-baik saja.
"Vin, vin. Menurut gue kita biarin aja mereka berdua. Gue yakin Nathan gak bakalan bawa Prilly kita jauh dari tempat ini. Apalagi Nathan tau kalau Prilly sedang sakit."
"Kenapa lo bisa yakin kalo Nathan gak bakalan bawa Prilly jauh dari sini"
Alvin menatap Royan sambil menunggu jawaban.
"Atau lo yang rencanain ini semua. Supaya mereka punya waktu berdua"
Royan membasahi bibir bawahnya. Jika sudah seperti ini, dirinya tidak dapat mengelak jika semua yang dilakukan Nathan ada campur tangannya. Namun dia sendiri tidak menyangka akan secepat ini anak itu mengambil tindakan. Menemui Prilly saat anak itu juga masih dalam perawatan. Sungguh, Royan akui bahwa Nathan memanglah keras kepala.
"Oke, oke. Gue ngaku, gue salah"
"Dan lo baru sekarang bilang kalo apa yang lo lakuin itu salah"
Rendra hanya terdiam melihat Alvin yang terus mencerca Royan dengan pertanyaan yang sama.
"Gue gak bisa nolak, waktu Nathan memohon ke gue, kalo dia pengen banget ketemu Prilly"
Royan mencoba meyakinkan.
"Tapi sumpah, gue gak pernah kasi tau dia kalo Prilly juga dirawat di tempat ini, Vin"
Mendengar penuturan Royan, Alvin dan juga Rendra yakin anak itu tidak tengah berbohong.
Rendra maju satu langkah menengahi perdebatan Alvin dan juga Royan.
"Gue rasa kita harus ikutin mereka sekarang"
Alvin seolah tersadar telah membuang banyak waktu untuk mengikuti kemana Nathan membawa Prilly.
"Atau lo berdua mau kita kehilangan mereka"
Sebuah spontanitas. Alvin langsung berjalan cepat meninggalkan kedua sahabatnya. Mengapa dia harus membuang waktu berdebat dengan Royan jika seseorang yang dia debatkan sudah jauh dari pengawasannya.
Merasa juga harus membuat tindakan. Rendra maupun Royan berjalan mengikuti kemana arah Alvin pergi.
***
Nathan berjalan menyusuri koridor demi koridor rumah sakit. Anak lelaki dari Bagaskara itu sesekali melirik pada gadis disampingnya.
Banyak sekali yang ingin Nathan tanyakan pada Prilly. Bagaimana keadaan anak itu sekarang. Bagaimana setiap harinya dia menjalani rutinitas yang membosankam dirumah sakit yang sama dengan orang tua kandungnya. Namun sebelum pikiran yang mengelana itu terjawab, gadis yang berjalan disampingnya mulai mengoceh.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Senior Return
FanficSama namun berbeda. Squel dari My Senior My Love. Smnp, 01 september 2019. Peringkat ke #6 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 3 september 2019 . Peringkat ke #4 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 6 september 2019. Peringkat #1 dari 57 cerita ali...
