11. Kenangan itu ada

2.4K 174 17
                                        

"Lo kemane aje sih. Kita tungguin kemaren di kampus gak nongol-nongol juga."
Robi mulai mengoceh sejak kedatangan Nathan.

"Habis bantuin Bima gue"

"Emang si Bima kenapa?" Riko menimpal.

"Adalah pokoknya"

"Ye si bengek"

"Emang ada apaan sih, gue suruh ngampus?"

"Ini neh. Molor mulu sih lo. Makannya gak tau apa yang lagi heboh di kampus"
Robi berkoar sambil menunjuk Nathan.

"Buruan apaan?"

"Noh. Nanyak aje ame Riko"

"Kenapa sih Ko?"

"Four Brother pindah ke kampus kita"

"Oh" Katanya singkat.

"Lah. Gitu doang respon lo.."
Celetuk Robi.

"Emang gue harus ikutan heboh kayak lo"

"Ea gak juga. Tapi masak sih lo biasa aja"
Robi mengambil minuman yang sempat Riko pesan tadi.
"Kalian gak tau kenapa mereka pindah kesini?"

"Bodo amat lah"
Sahut Nathan.

"Neh gue kasik tau ya. Mereka pindah kesini cuma karna cewek yang kapan hari lo tanyak ke gue"
Nathan melirik Robi saat mendengar seseorang yang dia maksud. Ada rasa penasaran saat dia mengingat gadis itu.

"Kayaknya bukan cuma itu deh, Bi. Mereka lagi cari sesuatu di kampus kita"

"Apaan?"

"Ya gue belum tau pasti Nat, tapi ini kayaknya ada hubungannya deh sama lo"

"Gue gak peduli. Sampek mereka cari masalah, mereka berhadapan sama gue. Ini daerah gue.
Gue gak suka ada yang main ke daerah gue tanpa seijin gue"

Nathan kemudian berlalu meninggalkan kantin yang biasa mereka tempati.
Ada banyak hal yang mengganggu pikirannya saat ini. Tentang seseorang yang mirip dirinya. Dan semua hal yang berhubungan dengan kepindahan anak baru yang dekat dengan gadis itu.
Semuanya.

***

"Yang lain kemana?"

"Rendra sama Royan sudah dikampus"

"lo gak perlu jemput gue"

"Gue gak mau lo naik bus"

"Gue udah biasa. Lagian gue selalu baik-baik aja kan?"

"Tapi gue yang gak mau"

Prilly mendesah. Dia tidak mau berdebat lagi dengan seniornya itu.
Kebiasaannya menaiki kendaraan umum sebenarnya membuat Alvin dan yang lainnya merasa khawatir.
Tapi mereka sebisa mungkin membiarkan Prilly memilih dunianya.

Ini untuk pertama kalinya Alvin menjemput gadis itu, semenjak dirinya memutuskan untuk pindah kuliah.

Saat diperjalanan. Alvin melihat Prilly membuka dan mengacak dasbord mobilnya.
Terlihat anak itu tengah mencari sesuatu disana.

Benar saja. Wajah Prilly begitu sumringah saat menemukan apa yang dia cari.
"Akhirnya..."
Permen lolipop. Iya.
Permen yang selalu Alvin sediakan hanya untuk Prilly.

Alvin hanya menggeleng lantas tersenyum.
Bagaimana bisa gadis yang Alvin kira selalu rapuh bisa tersenyum hanya karena sesuatu yang sederhana.

"Untung selalu gue sediain. Kalo nggak lo mana mau naik mobil gue

Prilly tergelak.
''Iyalah..."
Sautnya sambil membuka bungkus permennya.
"Mending gue naik mobil kak Rendra. Disana banyak permen kayak gini"

My Senior ReturnTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang