Pernah suka sama seseorang?
Pernah merhatiin doi dari jauh?
Atau pernah jadi stalker akun dia?
Tapi karna dia udah punya cewek. Atau kita yang gak berani ngungkapin. Ngerasa minder atau apapun itu. Ujung-ujungnya kita nyerah dan ngubur dalam-dalam perasaan itu.
Sama Auto juga.
Haha.
***
Selang beberapa saat Rendra meninggalkan kampus Prilly, dengan membawa anak itu pula bersamanya.
Diikuti Royan dengan mengendarai Motor bersama anak-anak yang lain.
Setelah kepergian semua orang, Alvin masih berdiri melihat dari jarak yang tidak terlalu jauh dari posisi Nathan saat ini.
Keduanya sama2 diam.
Melihat Nathan, Alvin seperti melihat Ali.
Dia kembali teringat saat-saat Ali masih hidup.
Saat dirinya selalu disibukkan karena masalah yang Ali timbulkan.
Ketika anak itu selalu ribut dengan Rendra.
Dirinyalah yang selalu ada disana.
Di waktu semua orang menyalahi Ali, Alvinlah yang berdiri disana membela anak itu.
Dan disaat Ali berjuang sendirian melawan penyakitnya. Dirinya pula yang terus menguatkan Ali.
Bahkan ketika Ali sakit dan menanyakan kenapa salah satu tangannya tidak bisa digerakkan. Alvin sendiri yang menghibur anak itu.
Tidak ada kata lelah menghadapi sifat keras kepalanya Ali saat itu.
Alvin selalu ada kapanpun Ali membutuhkannya.
Alvin tersenyum miris ketika melihat Nathan yang saat ini juga tengah melihat ke arahnya.
Mendapat tatapan seperti itu, hati Alvin kembali teriris.
Dadanya seolah sesak hanya melihat sosok yang sama dengan orang yang pernah ia jaga sebelumnya.
Sekali saja. Alvin ingin sekali memeluk anak itu sekali saja.
Namun saat teringat kembali bahwa didepannya bukanlah orang yang selama ini ia rindukan. Alvin melangkah mundur lalu memasuki mobil yang terparkir tidak jauh darinya.
"Sadar Vin....sadar!! Dia bukan Ali!!"
Alvin menenggelamkan wajahnya di balik kemudi.
Sungguh, hampir saja dia ingin berbalik dan menghampiri anak itu. Namun lagi-lagi logikanya selalu bekerja cepat mengingatkan dirinya.
Disaat mobil Alvin telah berlalu. Nathan masih berdiri disana.
Memikirkan sejuta pertanyaan yang muncul dalam benaknya.
Apa sebenarnya yang terjadi. Mengapa mereka semua menatapnya penuh kesedihan?.
Seolah dirinyalah sumber dari kesedihan itu.
Entahlah. Memikirkannya saja membuat Nathan bingung dengan semuanya.
***
"Li. Ali...!!!
Lo liat gak tadi didepan!!!"
Robi berlari dari arah luar menghampiri Nathan dengan heboh.
"Sekali lagi lo panggil gue dengan nama itu_...!!?"
"Apa_?!" Tantang Robi.
"Lo mao cium gue??!" Katanya lagi.
Nathan mendelik. "Najis!"
"Haha. Iya deh...mas Nathan yang cantik"
Nathan menatap tajam ke arah Robi yang kini tertawa didepannya.
''Oke. Oke....sorry gue minta maap.
Oh ya...hampir aja gue lupa"
Robi menepuk jidatnya lantas kembali menatap Nathan serius.
"Lo tau_?!"
"Nggak!"
"Belom monyet...!"
"Ya udah apaan?!!"
Bentak Nathan tidak sabar.
"Gue tadi liat anggota Four Brother sama anak buahnya! Sumpah demi apa? Gue baru kali ini liat mereka secara live!!!"
Robi bercerita menggebu-gebu. Nathan hanya memutar matanya malas.
Mengapa dirinya memiliki sahabat yang kepo, sotoy, dan hebohnya seperti emak-emak kompleks.
"Hem"
Singkat Nathan.
"Gitu doang respon lo?!!"
"Hem"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Senior Return
FanfictionSama namun berbeda. Squel dari My Senior My Love. Smnp, 01 september 2019. Peringkat ke #6 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 3 september 2019 . Peringkat ke #4 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 6 september 2019. Peringkat #1 dari 57 cerita ali...
