Saya selalu ingin memberikan kejutan di setiap part. Biar kalian gak bosen dan itu-itu aja baca ceritanya.
Oke happy reading...
***
Royan mengeram kesal karena tidak dapat memenangkan pertandingan.
Dua jam yang lalu tepatnya jam sepuluh malam Royan mendapat tawaran dari Alexis untuk dapat mengikuti balapan yang ia adakan malam ini.
"Teknik lo payah!"
Royan menoleh mendapati Nathan tiba-tiba muncul disampingnya.
"Mentor gue udah gak ada"
"Lo bisa jadi mentor buat diri lo sendiri"
"Gue gak ada bakat kayak beginian"
"Bukan gak ada bakat. Lonya aja yang gak punya semangat"
"Mungkin lo bener"
Nathan berdiri di samping Royan. Wajahnya hanya sedikit yang terlihat karena tudung jaket yang ia gunakan.
"Lo ngapain disini?"
"Maen futsal"
Royan mendengus lantas terkekeh. Jawaban Nathan yang selalu ngasal membuatnya teringat akan sosok Ali.
"Gue serius kali nanyaknya"
Royan turun dari motornya lalu berdiri juga mengikuti arah pandang Nathan yang kini melihat pada segerombolan pembalap didepannya.
"Gue butuh duit"
Mendengar itu Royan sekilas menoleh lantas melihat lagi ke arah depan.
"Lo butuh berapa, gue bisa bantu"
"Gue gak suka berhutang budi"
Royan tergelak.
Nathan sungguh pembicara yang dingin.
"Kenapa lo butuh duit. Bukannya lo orang kaya dan pasti duit lo banyak"
"Yang kaya bukan gue. Tapi bokap"
Nathan menghirup udara sebanyak mungkin mengingat semua perkataan ayahnya selepas dirinya berkelahi.
"Gue dilarang pulang sebelum urusan gue selesai. Ini semua gara-gara sahabat sialan lo itu"
"Hah. Siapa?"
Royan mulai penasaran.
"Rendra maksud lo?!"
"Siapa lagi dari lo betiga yang nyebelin. Gue harus tanggung jawab ngurus semua keperluan dia selama sakit. Makannya gue butuh duit buat bayar rumah sakit dia."
Royan mengangguk mulai mengerti.
"Lo di apain sama dia?"
Nathan menoleh "Seharusnya lo nanyak, gue apain dia"
"Iya. Lo apain dia. Lo gak bunuh dia kan?"
"Hampir"
"Wah. Gila lo. Dia emang nyebelin sih, tapi dia tetep sahabat gue"
Royan mundur satu langkah kemudian duduk diatas motor birunya.
"Dulu dia sering banget brantem sama Ali. Diantara kita berempat hanya dia dan Ali yang suka kelepas emosi"
"Setiap mereka ribut, gue dan Alvin yang selalu ngelerai. Mereka selalu berselisih paham.
Persis kayak lo sama dia sekarang."
"Gue gak suka disamain"
"Hahag. Sorry sorry. Gue selalu inget dia tiap kali liat lo"
Nathan menoleh.
"Lo bisa liat gue saat lo kangen dia"
"Thank's"
Royan tersenyum tulus.
Rasa rindunya pada sosok Ali sedikit terobati saat dirinya bersama Nathan. Meskipun pembawaannya sangat jauh berbeda. Tapi menurut Royan, Nathan itu raenkarnasi Ali yang dikirim tuhan. Tidak ada yang kebetulan didunia. Karena menurutnya, semuanya sudah diatur. Termasuk pertemuannya dengan Nathan beberapa waktu lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Senior Return
FanficSama namun berbeda. Squel dari My Senior My Love. Smnp, 01 september 2019. Peringkat ke #6 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 3 september 2019 . Peringkat ke #4 dari 155 cerita Alprill pada tanggal 6 september 2019. Peringkat #1 dari 57 cerita ali...
