24. Two Loser Mafia

11K 481 5
                                    

Usai sudah misi penyerangan mendadak yang dilakukan oleh Erwin Kingsley Nothnagel bersama para anak buah berbakatnya.

Meski terdapat kendala karena penyergapan tiba-tiba semasa perjalanan, antisipasi dari pihak Simons Rowland yang menyebar anak buahnya untuk menyerang titik-titik lokasi anak buah Erwin, jebakan-jebakan di lantai dua, dan jalur kabur di atap mansion.

Semua itu telah berada di bawah kendali Nothnagel.

Musuh di lantai satu telah habis di bantai dan begitu juga dengan lantai dua.

Glenn telah mengatasi musuh yang menyerang di Scwehserath Hotel secara tiba-tiba.

Elsa telah membersihkan musuh yang berusaha mendekat ke helikopter di atap Mansion.

Marcell, Leon dan Rebecca juga telah menghalau musuh melalui jalur atas. Mereka bertiga juga tak membiarkan satu orang pun memiliki jalur kabur yang aman.

Berkat penyerangan dari Marcell dan kawannya, mereka dapat terjebak. Dari arah lantai dua, Erwin bersama dengan para anak buah berbakatnya. Sementara dari atap sampai ke lantai tiga, tiga anak buah elite Nothnagel melakukan serangan yang mampu membuat musuhnya sama sekali tak dapat berkutik lagi.

Sergapan dari dua arah membuat Simons Rowland dan rekannya yaitu Ashton Greedham dipaksa untuk tetap berada di ruang kerjanya.

Dan saat ini, kedua Mafia tersebut sedang berhadapan langsung dengan Erwin Kingsley Nothnagel bersama dengan ketujuh anak buah elite-nya.

"Lihat betapa bodohnya dirimu, Simons" Erwin berkata congkak menatap Simons yang sekarang diposisikan untuk bersimpuh di hadapannya.

Erwin duduk di kursi kerja Simons dengan meja yang tak lagi rapi akibat pertarungan serta sofa yang telah hancur akibat tebasan pedang dan hujan tembakan.

Ruangan bak kapal pecah itu menjadi saksi bisu takluknya kerjasama antar Mafia Rowland dan Greedham. Baik Simons maupun Ashton terduduk bersimpuh dengan tangan yang terborgol ke belakang.

Marcell dan Nichole berada di belakang masing-masing dari mereka, siap kapanpun untuk menghajar jika Simons dan Ashton mengatakan hal-hal yang tak disukai oleh Boss paling dihormatinya.

"Seharusnya sejak awal kau menyadari posisimu. Kau tidak akan pernah bisa melawanku bahkan jika kau meminta bantuan sekalipun" Erwin memberi penjelasan seraya menjulurkan kakinya ke wajah Simons.

Erwin memposisikan alas kakinya tepat di wajah Simons. Mafia yang dipecundangi Erwin tersebut tidak terima dengan perlakuan Erwin. Berniat untuk bangkit atau setidaknya mengenyahkan kaki Erwin dari wajahnya namun terurungkan karena todongan senapan dari Nichole di tengkuk lehernya.

"K-Keparat!" Ashton Greedham bergumam dalam suara yang pelan namun pendengaran tajam dari Erwin masih dapat menangkap suaranya.

Erwin berdecak lalu mengayunkan satu tendangan keras di wajah Ashton hingga pria itu terguling.

Dengan angkuh dan sikap penuh arogansi, Erwin bangkit dari duduknya dan berdiri di samping Ashton yang masih terbaring dengan hidung yang berdarah.

Erwin mengangkat kakinya, menginjak leher Ashton hingga pria itu kesulitan bernapas.

"Boss, apa kita akan menyiksa Mafia bodoh itu disini?" Brant melontarkan pertanyaan.

Erwin berpikir sejenak sembari memandangi Ashton dengan tatapan jijik dan meremehkan.

"Boleh juga tapi bawa Simons Rowland ke Mansion. Aku ingin menghadiahkannya pada jalang favorite-ku" Erwin menjawab mendapat decakan kesal dari pria di belakangnya, Simons Rowland.

The King Of The Dark WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang