Mulmed >> [ Cast : Pietro Boselli as Erwin Kingsley Nothnagel ]
Normal POV
Di kediaman Nothnagel, hari-hari seperti biasanya berlangsung. Yang berbeda kali ini hanyalah, isi dari ruang kerja Erwin yang berpindah di ruang pasien.
Ruangan itu berada di dalam laboratorium Anneth, ukurannya lumayan luas sehingga dapat menampung satu meja tambahan beserta kursi kerjanya.
Erwin yang memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan meja kerjanya disana dengan alasan agar ia bisa memantau Rashti yang masih belum sadar dari komanya sehabis operasi.
Glenn mengatakan kalau ia akan tersadar dalam waktu beberapa jam ke depan, namun Erwin dibuat amat khawatir karena sudah berlangsung sehari dan Rashti belum juga membuka mata.
Karena itulah, Erwin memutuskan untuk memindahkan pusat pekerjaannya ke ruang dimana Rashti di rawat agar ia bisa melihat wanita itu sembari bekerja.
Dan pada sore kali ini, pekerjaan Erwin telah usai. Tak ada lagi yang perlu ia kerjakan sehingga ia hanya duduk terdiam disamping brangkar Rashti dengan menggenggam tangan Rashti pelan.
"Boss, aku akan menyuntikkan obat untuknya" Glenn yang baru datang menghampiri mereka dan berucap.
"Lakukan" jawab Erwin singkat.
Glenn pun mendekat, berdiri di sisi lain dari brangkar dan mulai memberikan suntikan obat seperti yang dikatakannya pada lengan Rashti lainnya.
Sepanjang waktu, Glenn adalah orang yang selalu mengecek kondisi Rashti dan secara rutin mengganti infus ataupun memberikan suntikan seperti saat ini.
Sementara si pimpinan Laboratorium yaitu Anneth tak memunculkan batang hidungnya dalam laboratorium sejak kemarin.
"Dimana Anneth?" Erwin bertanya.
"Anneth sedang merawat Licia dikamarnya" jawab Glenn lalu berpamit keluar dari ruangan itu.
Erwin menghela napas, bawahannya itu sedang merajuk dengan mogok kerja dan tak mau menampakkan diri di hadapannya semenjak pembebasan Licia.
Anneth merasa kalau hukuman yang diterima Licia terlalu berat sehingga saat ini suasana hatinya sedang buruk.
Anneth menyadari dirinya yang tak ingin ikut mendapat hukuman dari Erwin memilih untuk menghilang dari pandangan Boss-nya tersebut.
Alasannya simple, Anneth seorang wanita yang juga berperasaan. Siapa yang akan tenang dan tidak kesal melihat orang yang menyiksa saudarinya muncul di depan mata.
Anneth serasa ingin memberikan bogem mentah lagi namun dirinya tak berani.
Karena itulah, semenjak kabar bahwa Erwin memindahkan segala aktivitas pekerjaan di ruang pasien, Anneth tak lagi menginjakkan kaki di laboratorium karena tak ingin bertatap muka dengan pria dan wanita dalam ruang tersebut.
Meski begitu, Anneth tidak lari dari tanggung jawabnya.
Kedatangan Glenn untuk melakukan kontrol terhadap Rashti juga berkat perintah darinya.
Ia menyuruh Glenn dan mendapat laporan seputar perkembangan kesehatan Rashti darinya.
"Mmhh.." suara eluhan.
Erwin terkejut mendengar suara pelan yang di tangkap telinganya tersebut.
Segera ia berpaling wajah ke asal suara. Sedikit cemas hingga ia membuka mulut dan menatap wajah Rashti terpaku.
Erwin memastikan bahwa ia tak salah dengar. Dan suara pelan yang barusan di dengarnya adalah suara Rashti.
Meski cukup pelan namun Erwin tak lupa dan tak mungkin untuk tidak mengenali suara eluhan yang sering di dengarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The King Of The Dark World
ActionRashti Queenzia Anderson (20), memilih Berlin sebagai tempat ia merayakan ulang tahun. Bersama dengan seorang temannya, Elsa Emelliene Meyr (21) mengunjungi sebuah bar dan berpesta ria disana. Tetapi siapa yang menyangka bila malam itu adalah awal d...