22. Enemy Subordinates

11.4K 479 8
                                    

Mulmed >> [Cast : Nick Bateman as Nichole Jhonson]

Lantai dua benar-benar terdapat jebakan seperti yang dikatakan oleh Lilith

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lantai dua benar-benar terdapat jebakan seperti yang dikatakan oleh Lilith.

Begitu mereka menginjakkan kaki di lantai tersebut, semprotan gas beracun muncul dari setiap sudut tempat itu. Kepulan asap mengelilingi mereka hingga jarak pandang mereka terhalang.

Saat mereka saling tak bisa memandang, puluhan peluru melesat ke arah mereka dan berhasil mengenai tubuh bagian depan.

Beruntung, Erwin dan anak buah elite-nya itu telah mengenakan rompi anti peluru sebelumnya sehingga peluru tersebut tidak sampai menyentuh bagian kulit.

"Semuanya, perpendek jarak dan buat pertahanan" Erwin memerintah dengan tangan yang menutup bagian mulut dan hidung agar tak menghirup asap beracun tersebut.

Dengan sigap, masing-masing diantara mereka memperpendek jarak seperti yang di perintahkan, membenturkan punggung hingga membentuk lingkaran.

Mereka menyembunyikan tangan ke belakang karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak terlindungi oleh rompi anti peluru yang dikenakan.

Erwin dan yang lainnya sama-sama waspada, mereka memberi celah Anneth untuk masuk ke tengah-tengah lingkaran. Menjadikan tubuh masing-masing sebagai tameng perlindungan untuk Anneth.

Yang kemudian Anneth lakukan adalah membuka tas makeup-nya, mengambil sebuah botol bertuliskan foundation lalu membuka penutupnya.

Botol tersebut sudah pasti bukan seperti tittle yang tertera. Fungsi sesungguhnya dari foundation Anneth adalah untuk menyerap asap dan menyimpannya. Sehingga begitu alat tersebut diaktifkan, asap-asap yang menghalangi pandangan berhasil di serap dan di hilangkan.

"Tembak!" Nichole berteriak.

Lantai dua tempat mereka berpijak menjadi sarang adu tembak. Tim Erwin, saling berguling menghindar lalu memberikan tembakan balik ke titik dimana musuh mereka berada.

Keahlian dari Erwin dan juga anak buah elite-nya memang tak perlu diragukan. Pengalaman mereka yang telah berkali-kali memenangkan pertarungan dalam penyerangan maupun saat adanya musuh yang menyerang membuat mereka sangat ahli dalam hal menghindari ataupun menembak balik.

Alhasil, mereka berhasil membunuh musuh-musuh yang bersembunyi di titik buta sekalipun tanpa ada sedikitpun luka gores.

"Sekarang tinggal jebakan kawat seperti yang di bicarakan" Anneth mengingatkan.

Erwin kembali berkomunikasi lewat earpeace yang dikenakannya, menghubungi Brant dan mempertanyakan titik lokasinya.

"Aku sudah ada di lantai dua, Boss" Brant menjawab dari seberang panggilan.

"Temukan lokasi kawat-kawat itu dan datanglah ke ujung tangga utama lantai dua" Erwin memberikan perintah.

Tanpa menutup sambungan earpeace, Brant melaksanakan seperti apa yang Boss-nya perintahkan. Setelah ia menyelinap dengan memanjat dinding mansion lalu masuk melalui jendela, Brant mulai berjalan perlahan sembari memperhatikan sekelilingnya.

The King Of The Dark WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang