35. Because Of A Little Dog

10.4K 540 15
                                    

Erwin POV

Keterkejutan ku membuat jantungku berdebar dalam frekuensi yang lebih cepat dari biasanya. Mulutku menganga lebar tak percaya dengan apa yang kulihat.

Wanita bodoh yang tadi dengan nyaman menikmati pelukanku berlari kencang dan langsung melompat dari pagar pembatas jembatan demi menolong seekor anak anjing.

Aku mengejar Rashti namun terlambat karena ia telah melompat terlebih dahulu.

"RASHTI!!!" aku berteriak kencang, panik dan cemas saat melihat gadis jalangku tercebur ke sungai.

Terlihat arus sungai yang begitu deras hingga Rashti tak mampu mengimbangi untuk berenang.

Orang-orang disekitar mulai ramai berkumpul di pembatas jembatan untuk menyaksikan aksi yang bagi mereka mungkin heroik tapi bagiku begitu bodoh.

Aku menunduk melihat ke arah Rashti yang sudah payah menahan si anak anjing dalam pelukannya. Namun pada akhirnya, ia terombang-ambing terbawa arus dan tenggelam tanpa sempat bersuara.

"Sialan!" aku mengumpat serta meninju pembatas jembatan dengan kuat sebelum akhirnya aku ikut melompat ke sungai Spree tersebut.

Begitu tercebur, dapat kurasakan arus sungai yang begitu kuat namun masih bisa kutaklukkan.

Segera aku berenang ke kedalaman dan mencari Rashti yang tubuhnya sudah tak dapat kulihat dari atas tadi.

Mataku membulat, menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan jalang favorite-ku itu.

Sampai ketika aku menemukannya, aku berenang lebih cepat ke arahnya dan langsung meraih tubuhnya dalan rangkulan.

Tak jauh dari tempat Rashti, seekor anak anjing yang tadinya hendak diselamatkan Rashti sedang bersusah payah berenang mencoba melawan arus dengan tubuh mungilnya.

Tetapi apa yang bisa dilakukan seekor anak anjing dengan arus sekuat ini?

Tubuh anak anjing terhempas jauh dari tempat kami berada. Tak ingin membuat perjuangan jalangku sia-sia, aku berenang dengan susah payah sambil memeluk Rashti dengan sebelah tangan mengejar anjing tersebut.

Di raihku si anak anjing itu dan sesegera mungkin aku berenang membawa mereka naik ke permukaan.

"Hah!" aku bernafas terengah saat kepalaku timbul di permukaan air.

Bola mataku mengedar memperhatikan sekeliling yang rupanya sudah lumayan jauh dengan Jembatan Oberbaum.

Aku kembali berenang perlahan ke tepian lalu naik ke dataran tinggi yang ada di sepanjang sisi Sungai Spree.

Setelah itu, kulempar si anjing kecil penyebab kekacauan ini ke tanah hingga ia jatuh terkulai. Mata anjing itu menutup rapat namun tak kuhiraukan.

Yang kuprioritaskan adalah Rashti sehingga aku lebih mengutamakan mengurus Rashti daripada si anjing bodoh itu.

Kemudian, aku membaringkan tubuh lemas Rashti di permukaan tanah berumput. Kuperhatikan Rashti yang kini kulitnya semakin pucat dan tubuhnya yang dingin.

Aku pun duduk berjongkok di sampingnya dan memposisikan kedua telapak tanganku di atas dadanya.

Entah ada angin apa, tiba-tiba mataku kembali teralihkan pada sesosok anjing yang ukuran lingkar pinggangnya hanya dalam satu cengkraman tangan.

Mengingat Rashti yang bahkan rela melompat dari Jembatan Oberbaum demi menolong si anjing itu, perasaan aneh tiba-tiba saja muncul dalam diriku.

Pertanyaan bodoh dan konyol seperti apakah Rashti akan kecewa jika anjing yang berusaha diselamatkannya justru mati saat dirinya tersadar nanti.

The King Of The Dark WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang