20. Attack In Silence

13K 499 16
                                    

Lokasi Mansion Simons Rowland berada di daerah Mitte Center, Berlin. Berdekatan dengan sebuah showroom mobil, Scwehserath Hotel , dan dalam seratus meter dari Mansionnya adalah sebuah kantor polisi cabang Mitte.

Lalu lintas di sekitar tempat tersebut lumayan padat sehingga misi Erwin dan para anak buahnya bisa saja terhambat. Tetapi kepadatan laku lintas bukanlah kendala, Nichole yang telah lama berkecimpung dalam dunia teknologi dapat dengan mudah meretas sistem lalu lintas pusat dan mengalihkan jalur transportasi.

Berkat itu, St. Mitte Beresick 20 yang akan mereka lalui sepi senyap tanpa adanya kendaraan lain yang lewat.

Dalam penyerangan tersebut, anak buah Erwin terbagi ke dalam beberapa kelompok. Semuanya terdiri dari 7 kelompok yang bertugas untuk membantu menyerang dan juga tim pendukung.

Tim pendukung berfungsi untuk memberikan bantuan apabila ada panggilan dari para anak buah elite Nothnagel. Mereka adalah tim khusus yang hanya beronda di sekitar bagian luar Mansion Simons.

Sementara tim yang lain, menyebar di segala arah. Memberhentikan mobil di berbagai sisi dari mansion targetnya.

Pertama di mulai dengan tibanya mobil Anneth disusul dengan mobil Glenn dan Licia di belakang lalu satu mobil lagi pada pintu gerbang utama mansion tersebut. Tugas utama mereka adalah masuk ke dalam dan membuka jalan untuk Erwin dan Nichole yang belum sampai.

"Selamat malam, Gentleman" Anneth dengan riangnya turun dari mobil dan menyapa empat orang yang berada di pintu masuk.

"Ow! Tahan senjata kalian. Begitukah kalian memperlakukan tamu sepertiku?" tanpa adanya rasa takut sama sekali, Anneth berujar santai saat ia ditodong dengan empan senapan di hadapannya.

"Siapa dirimu, Jalang?!" satu orang pria mempertanyakan.

Mereka berempat merasa curiga dengan kedatangan Anneth. Terlebih dengan penampilan anehnya. Mengenakan celana kulit berwarna hitam, kaos casual hitam yang ditutup dengan blezer yang sama hitamnya. Satu-satunya warna cerah pada wanita itu hanyalah warna kulitnya.

"Yup! Tepat seperti yang kau katakan, aku adalah jalang" Anneth menjawab.

Gerak-gerik Anneth yang dengan sengaja melenggak-lenggok menghampiri keempat pria itu membuat mereka tergoda. Apalagi setelah mereka memperhatikan Anneth yang tidak membawa senjata membuat mereka menghilangkan pikiran buruk tentang wanita di hadapannya.

"Maafkan aku karena datang terlambat. Sebenarnya, kami datang karena kami telah disewa oleh tuan Ashton Greedham. Sayangnya ada sedikit masalah dengan transportasi sehingga kami tiba lebih lama dari yang di jadwalkan" Anneth memberikan penjelasan palsu.

Keempat pria yang menjadi lawan bicaranya saling pandang, lalu detik berikutnya mereka sama-sama mengangguk.

"Tapi mengapa pakaianmu seperti itu?" celetuk pria yang lain.

Tidak cepat menjawab, Anneth justru bergumam lalu bertanya balik pada mereka,
"Hmm.. bukankah memakai setelan hitam akan terlihat lebih sexy?"
"Dan untuk menyamarkan noda darah korban-korbanku tentunya"
Sementara jawaban asli atas pertanyaan pria itu cukup disimpan dalam pikirannya.

"Lalu untuk apa borgol dan pistol dibalik punggungmu" Anneth tersenyum kecil, lawan bicaranya ini rupanya teliti.

"Apa kalian tidak tau BDSM?" tanya Anneth seraya mengambil borgol di balik punggungnya dan kemudian menarik lengan seorang pria untuk di borgolnya.

Tindakan Anneth berhasil mengundang todongan pistol dari berbagai arah menuju ke kepalanya. Sementara wanita cerdik itu dengan santainya memeluk pria yang telah di borgolnya dan menjilat bagian telinganya dengan sensual.

The King Of The Dark WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang