CHAPTER 29

15.5K 514 15
                                        

ALVARO POV :

Entah bagaimana bisa aku ketiduran disini, padahal semalam, niatnya ingin langsung pergi setelah menghabiskan minuman itu. Namun rupa-rupanya aku malah ketiduran, bahkan saat kulihat jam di ponsel Gina, tertera pukul delapan pagi. Ah sial.

Ku bangunkan Gina yang kebetulan tidur disampingku, aku harus segera pulang. Aku pergi terlalu lama, aku takut Aletta semakin marah denganku, jika aku tak kunjung pulang.

"Gin, gue balik ya. Gue takut orang rumah nyariin" ucapku sembari menepuk-nepuk lengan Gina.

Gina terbangun karna tepukanku, ia menguap dan mengucek matanya lalu mengedip-ngedipkannya untuk menyesuaikan dengan terangnya sinar pagi ini.

"Ha? Mau kemana?" tanya Gina dengan suara serak khas bangun tidur. "Balik, gue takut dicariin" balasku.

"Gak mau mandi atau sarapan dulu, Al?" tanya Gina, yang tentu saja langsung ku tolak, "enggak dulu, Gin. Udah pagi, gak enak sama nyokap lo juga" balasku.

"Tenang aja, nyokap gue gak ada dirumah" ucap Gina, membuatku langsung terkejut setengah mati. "Maksudnya?" tanyaku cengo, "nyokap gue gak ada di rumah dari semalem" balas Gina.

Sumpah, rasa ingin memenggal kepala Gina.

Bagaimana bisa ia diam saja soal itu, berarti semalaman aku hanya berdua saja dengan Gina? Aish, sialan.

"Lah? Kok lo gak bilang sih!" kesalku, "ya kalau gue bilang lo pasti minta pulang, lo mana mau berduaan sama gue. Waktu kita disekolah aja lo gak mau sama gue, apalagi dirumah tengah malem kaya kemarin" balas Gina.

"Gak jelas lo" kesalku lalu segera pergi meninggalkannya.

Aku langsung pulang kerumah, dan sesampainya dirumah aku langsung berlari naik ke lantai dua, kekamar Aletta lebih tepatnya. Namun saat aku melewati kamarku, kulihat Aletta tengah tertidur diatas ranjang dengan laptopku di sampingnya.

"Ah sial, apa ia baru saja membuka laptopku?" tanyaku dalam hati. Bukannya apa-apa, tadi didalam sana ada satu folder yang berisi tentang Aletta. "Aish" desisku lirih.

Ku hampiri Aletta dan ku beresi laptopku. Aku duduk disamping Aletta dan menarik kepala Aletta agar tertidur dipahaku, ku elus lembut rambutnya dan kutamati setiap inci diwajahnya.

Masih tak menyangka jika teringat bahwa saat ini aku telah menjadi suami Aletta, ya walaupun tak dianggap setidaknya kami telah resmi berstatus suami istri.

Entah bagaimana bisa ia tak terbangun saat ku pindah posisi tidurnya dan ku elus rambutnya, coba saja itu aku, pasti sudah terbangun sedari pintu terbuka wkwk.

Ku gendong Aletta dan ku posisikan tidurnya dengan benar, ku selimuti badanya dengan selimut milikku dan segera itu ku tinggak mandi sebentar.

Selesai mandi aku pun kembali ke Aletta dan tidur di sampingnya, ku peluk tubuhnya dengan erat dan ku kecupi puncak kepalanya berberapa kali, puas dengan itu semua. Aku pun segera menyusulnya kealam mimpi.

-

Aku tidur cukup nyenyak, hingga tiba-tiba kurasakan elusan ringan di rahangku. Saat kubukakan mata, ku lihat Aletta tengah berada dihadapanku dengan tangan yang mengelus rahangku, sudah ku tebak bahwa elusan itu adalah milik Aletta.

Karna siapa lagi jika bukan Aletta, kan dirumah ini hanya ada aku dan dia.

"Kenapa, hm?" tanyaku sembari memejamkan mata, mataku masih terasa berat untuk dibuka seutuhnya.

"Baru pulang?" tanyanya dengan tangan yang awalnya mengelusku berpindah turun kebawah untuh memeluk pinggangku.

"Hm" balasku sembari menganggukkan kepala, namun masih dengan mata terpejam, "semalem pergi kemana?" tanyanya, "nggak kemana-mana" balasku berbohong.

HE IS MY HUSBAND 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang