Aletta memesan satu jus jambu dan dua potong roti bakar, ia membayar makanannya sendiri. Walaupun kali ini dibayari oleh Leo, namun ia tidak mau. Ia tetap membayar makannanya sendiri.
Karna selagi ia bisa, maka ia akan melakukanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ia tak suka menyusahkan orang lain, karna ia tau betul bahwa disusahkan itu tidak enak.
"Bebeb yayang Aletta, pesen apa nitch?" tanya Felix dengan nada alay kampungan menjijikkan, membuat Caca, Leo, Andra, dan Alvaro yang mendengarnya harus bergidik geli dibuatnya. "Nada lo alay anjing" umpat Andra
"Sirik aja lo jomblo" balas Felix tak santai
"Dih gak ngaca" timpal Leo selalu ikut-ikut jika menyangkut Felix, ia sangat suka menganggu Felix. Karna sikap Felix yang emosian dan tukang ngegas sungguh perpaduan yang sempurna untuk dijaili
"Ikut-ikut mulu lo kek truk gandeng" cibir Felix, "gak nyambung sempak" kesal Leo. "Haha" tawa Andra renyah
Aletta tak menghiraukan kebisingan didepanya, ia tetap asik memakan sesuap demi sesuap roti dipiringnya sambil bermain ponsel.
"Bebb" rengek Felix menggoyang-goyang tangan Aletta, membuat Aletta merasa sangat kesal karna merasa terganggu dengan tingkah Felix yang terlalu berlebihan, "bisa diem gak sih!-- lo ganggu ngerti gak" kesal Aletta lalu bangkit dari tempat duduknya pergi meninggalkan sepotong roti dan setengah gelas jus jambunya diatas meja.
Ia lapar, tapi rasa laparnya dikalahkan dengan ketidak nyamananya karna kehadiran Felix disana.
Felix memanyunkan bibirnya kedepan saat melihat Aletta pergi meninggalkanya, "ih kok bebeb gue cabut sih, njing" cemberut Felix. "Makanya jangan alay, sempak" ucap Leo menyeruput jus tomatnya.
Caca menghela nafas panjang, "capek sama bocah prik" timpal Caca. Felix kembali memanyunkan bibirnya cemberut, "emang gue prik ya?" tanya Felix lesu, "baru sadar?" tanya Caca meledek. "Brenshake lo, Ca" umpat Felix menyenggol bahu Caca kencang.
"Dih main fisik" Felix menyenggol dengan kencang, membuat tubuh Caca terguncang. "Bodo" acuh Felix lalu memakan roti bakar Aletta santai. Membuat Leo dan Andra geleng-geleng kepala.
Entah kenapa hari ini Alvaro menjadi pendiam, padahal biasanya tidak sediam ini. Bahkan Alvaro termasuk teman yang gemar mengganggu Felix, namun entah kenapa hari ini rasa-rasanya ia sedang tidak dalam mood yang baik.
"Kenapa sih lo, bro? Diem deh dulu perasaan dari tadi" tanya Andra. "Gak pa-pa, lagi mikir sesuatu aja" balas Alvaro menyeruput jus alpukatnya santai.
"Dih, belaga mikir, emang otak lo berfungsi?" ledek Felix. "Bacod lo sempak kuda" balas Alvaro tak santai. "Buset, diem-diem sekalinya ngegas langsung gas ngeng ya wak" timpal Leo.
"Dahla brisik lo-- gue cabut dulu ya" Alvaro bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi tanpa menunggu balasan dari teman-temannya.
-
Istirahat telah usai, dan sekarang saatnya semua siswa-siswi kembali ke kelas untuk pembelajaran selanjutnya. Namun lain hal nya dengan kelas MIPA 3, disana mereka masih jam kos bebas tugas. Oleh karna itulah kekosongan ini dipergunakan kembali untuk melanjutkan permainan yang tadi.
"Lagi gak, Ndra?" tanya Fyha ke Andra, yang langsung dibalasi ancungan jempol oleh Andra, "lagi lah" balas Felix dengan tampang percaya diri. Karna pada sesi tadi ia tidak terpilih sama sekali.
"Gak usah belagu, jangan mentang-mentang sesi tadi lo gak kena sekarang jadi hoki lagi. Tadi tuh cuman hoki doang, kalo sekarang mah hoki lo pasti udah kelar, karna bentar lagi lo bakal kena terus, biar mampus sekalian, haha" tawa Leo jahat diakhir kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HE IS MY HUSBAND 18+ (END)
Fiksi RemajaCerita kali ini mengkisahkan tentang Alvaro dan Aletta, sekelas selama tiga tahun tak berarti menumbuhkan interaksi serta kedekatan diantara keduanya. Hingga akhirnya sebuah kejadian yang sangat mendadak, membuat hubungan keduanya berubah.
