CHAPTER 38

8.9K 362 12
                                        

Felix menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, ia tau betul apa yang telah Al ucapkan padanya, namun entah mengapa ia tak bisa mengiyainya.

Padahal biasanya Felix selalu menuruti mau Al, namun untuk kali ini sepertinya ia akan menolak.

"Lo udah ngambil Aletta dari gue, dan sekarang lo nyuruh gue buat jauhin dia? Ada otak lo ngomong kaya gitu ke gue ha?" Felix menjeda ucapanya sejenak.

"Kenapa sih dari semua cewek yang ada disini, lo milih ngambil Aletta? Kenapa?-- lo kan bisa milih Gina, Melisa, Tasya, atau Winda sekalipun. Tapi kenapa malah Aletta? Lo tau kan gue suka sama dia?" lanjut Felix, kali ini terdengar menggebu-gebu.

Al tersenyum miring tipis, "bukan gue yang milih, tapi orang tua gue" ucap Al terdengar tanpa dosa, "gue nggak ngerebut tapi gue dikasih, bedaain antara ngerebut sama dikasih. Kalau ngerebut itu butuh usaha, sedangkan gue enggak" tambah Al.

Felix tertawa, entah menertawakan dirinya sendiri atau menertawakan Al. Namun yang jelas itu bukankah jenis tertawa yang menganggambarkan sebuah kebahagiaan, "haha".

"Al, mau ngerebut atau dikasih, tapi faktanya lo ngambil Aletta. Lo tau gue suka sama dia tapi lo tetep mau sama dia, gak usah munafik, lo juga sebenernya suka kan sama dia? Lo juga ngarepkan sama dia?-- bullshit kalau lo bilang enggak, gue tau lo anaknya kaya gimana. Selagi tuh cewek beneran manusia, lo mah mau-mau aja. Gak peduli tuh cewek cantik apa enggak. Apalagi ini Aletta, jelas lo mau banget. Lawak lo" Felix tau betul bagaimana Alvaro, sudah bukan rahasia lagi jika Alvaro adalah tipe pria yang sana-sini mau.

Tak peduli murahan atau berkelas, selagi itu perempuan, maka Al akan menerimanya.

Jika perempuan murahan saja ia mau, bagaimana dengan Aletta? Jelas ia sangat menginginkannya.

Belaga 'gue nggak ngerebut, gue dikasih' seharusnya jika ia memang memiliki sedikit otak dan perasaan.

Seharusnya ia menolak itu, persetan dengan kedua orang tuanya yang menjodohkannya.

Jika ia mau, ia pasti bisa menolaknya untukku. Namun faktanya Al menerima dengan tangan terbuka, dan tentu saja Aletta menjadi miliknya.

Sebutan apa yang pantas untuk Alvaro?

Apakah Syera tak cukup untuknya? Apakah ia masih ingin merebut perempuan yang kusukai lagi?

"Al, dulu gue udah ngalah sama lo soal Syera. Terus sekarang gue harus ngalah lagi?-- gue nggak bisa Al, lo boleh milikin Aletta. Tapi lo gak ada hak buat nyuruh gue jauhin dia, karna gimana pun perasaan gue ke Aletta itu gak ada urusannya sama lo, urusan sekarang lo yang milikin dia, gue gak peduli. Telen semua rasa kepemilikan lo, gue gak ada urusan sama itu" tambah Felix lalu bangkit dari tempat duduknya.

Felix merasa bahwa terlalu lama disini hanya akan memunculkan pertengkaran saja, Felix tau betul bagaimana emosi Al. Dan Felix tak mau meladeni itu, bukan takut. Hanya tak ingin memperpanjang dan memperkeruh masalah ini saja.

"Gue cabut" ucap Felix lalu berjalan meninggalkan Al, namun belum sempat ia melangkah jauh. Al sudah lebih dulu mencekal tangannya, "gue belom selesai" ucap Al dengan nada dingin.

Felix melepaskan cekalan tangan Al dari pergelangan tangannya, "gue nggak mau kita berantem, tenangin dulu emosi lo" ujar Felix.

"APASIH SUSAHNYA JAUHIN ALETTA!" sentak Al mengabaikan ucapan Felix, "TERSERAH LO SEBUT ITU NGEREBUT ATAU APALAH ITU, GUE GAK PEDULI. TAPI FAKTNYA SEKARANG ALETTA PUNYA GUE, DAN LO GAK ADA HAK BUAT DEKETIN ALETTA LAGI!" tambah Al semakin menjadi.

Bahkan sekarang ia benar-benar melupakan tujuan awalnya untuk kesini. Niat awalnya hanyalah menyuruh Felix menjauhi Aletta dengan baik-baik, ternyata sekarang ia menggunakan emosinya.

HE IS MY HUSBAND 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang