CHAPTER 41

9.4K 367 9
                                        

Aletta sampai rumah sekitar pukul sembilan malam, setelah obrolan yang membahas prihal pernikahannya dan Al, Andra tak lagi banyak bicara padanya.

Andra berubah menjadi pribadi yang pendiam, bahkan waktu yang mereka miliki sebagian besar hanya di habiskan dengan saling tatap dan menyantap hidangan masing-masing.

Aletta pulang diantar oleh Andra, awalnya Aletta menolak karna takut merepotkan Andra.

Namun Andra terus memaksa, ia bilang ia tak akan tenang jika membiarkan Aletta pulang sendirian. Toh Aletta disini juga karna permintaannya.

Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya Aletta mengalah dan membiarkan Andra untuk mengantarnya pulang. Selama perjalanan pulang, Andra dan Aletta tak saling mengobrol.

Sempat sekali Aletta mencoba untuk mengajak Andra berbicara, namun Andra hanya membalas seadanya.

Membuat Aletta menjadi takut untuk memulai obrolan yang lain, dan ia memilih untuk diam sepanjang jalan.

Aletta menjadi bingung, ia menjadi berfikir. "Apakah ia telah salah memberi tau Andra prihal pernikahannya bersama Al, tadi?" ia tau betul bahwa perubahan sikap Andra ini dikarenakan hal tersebut. Dan sekarang Aletta merasa menyesal karna memberi tau Andra itu.

Andra memberhentikan motornya didepan rumah Aletta, mematikan mesin motornya dan melepas helmnya. Ia sempat diam sejenak sebelum akhirnya membuka suara dan mengucap kata maaf.

"Maaf" ucapnya lirih.

Aletta terdiam, tak faham dengan maksud perminta maafan Andra kali ini, karna Andra sama sekali tak menjelaskan apapun. "Buat?" tanya Aletta dengan raut wajah bingung.

"Hari ini, maaf udah bikin lo nggak nyaman, maaf udah bikin lo harus ngomong tentang pernikahan lo sama Al ke gue, maaf udah ganggu lo dengan nyuruh lo samperin gue di cafe tadi. Dan maaf buat kesalahan gue hari ini" balas Andra berbicara panjang lebar.

"Gue juga minta maaf kalau gue ada salah kata sama lo, maaf juga udah bikin lo nggak nyaman sama gue" balas Aletta, "tolong rahasiain ini dari Felix" tambah Aletta.

"Iya" balas Andra mengangguk kecil. "Yaudah, kalau gitu, gue balik dulu ya. Udah malem juga" ucap Andra pamit pergi, "hm, hati-hati dijalan. Jangan ngebut" balas Aletta.

"Thanks"

Andra kembali memasang helm, menyalakan mesin motornya. Menoleh kearah Aletta sembari mengangguk kecil dan setelah itu ia segera melesat pergi.

Aletta menatap punggung Andra hingga menghilang dari jangkauan matanya. Dan setelah itu barulah ia masuk kedalam.

Aletta membuka pintu dengan perlahan, suasana rumah menjadi gelap. Lampu yang tadi ia nyalakan sebelum ia pergi tiba-tiba padam, "apakah Al sudah pulang?" tanya Aletta dalam hati.

Aletta berjalan kearah saklar lampu, menekannya dan membuat lampunya kembali menyala. Tak ada apapun disini, bahkan sepatu sekolah Al pun tak ada.

Aletta menghela nafas panjang, melepas alas kakinya dan berjalan kearah dapur untuk minum air putih, setelah itu barulah ia naik ke lantai atas untuk menuju kamar.

Sesampainya di kamar ia melihat Al tengah tertidur dengan selimut yang menyelimuti sekujur tubuhnya, bahkan Al pun menyelimuti wajahnya juga.

Aletta menghela nafas lega, berbalik badan untuk menutup pintu dengan lembut agar tak menimbulkan suara yang keras yang dapat mengganggu tidur Al.

elesai menutup pintu, Aletta pun berjalan kemeja riasnya, melepas tasnya dan duduk menghadap cermin lalu mulai membersihkan wajahnya dengan kapas dan micellar water.

HE IS MY HUSBAND 18+ (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang