Series Asha & Adnan (1)
Update hari: Jum'at dan Sabtu
Jatuh cinta pada seseorang Adnan, laki-laki yang terkenal akan kesolehan dan ketakwaanya mampu membuat Asha berani mengubah segalanya dalam dirinya, hanya agar bisa lebih dekat dengan Adnan.
Nam...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°Jangan lupa vote, comen, dan share sebelum membaca °Jika ada kesahalan /typo tolong tandai ya....
"Ditutup serapat apapun pasti terdapat celah meski hanya sekecil biji kacang hijau."
-Syifa Hafizah
Sebenarnya Asha sudah enakkan tapi tadi malam suhu badannya naik kembali hingga 39°c membuat sang bunda panik.
Bukan hanya bunda tapi serumah menjadi dokter dadakan tengah malam. Ayah yang baru saja pulang sebab ada shif malam langsung menolong anaknya tanpa mementingkan dirinya yang sangat lelah.
Bunda, ayah dan Irsyad langsung bangun dari tidurnya ketika suara Adzan berkumandang padahal mereka baru tidur lima belas menit yang lalu.
Lihat betapa khawatir kedua orang tua terhadap anaknya, bahkan mereka rela menutup rasa lelahnya agar sang anak baik-baik saja. Jadi, jangan bilang kalau orang tua itu tidak sayang kepada anak! Semua orangtua itu sayang kepada anaknya namun hanya berbeda cara menyampaikan rasa itu.
Bunda menggucek-ucek matanya hingga sinar lampu menembus pandangannya. "Astagfirullah udah Adzan,dikira masih tengah malam," ucap bunda melihat jam yang sudah menunjuk setengah lima.
Bunda berdiri lalu mulai membangunkan ayah yang tertidur di sofa bersama anak laki-lakinya.
"Yah, Bangun udah Adzan," Ayah yang merasa ada tepukkan kecil langsung bangun, menatap istrinya yabg sudah berdiri di sampingnya dengan senyu merekah meski terlihat matanya sangat layu.
Ayah mengerutkan dahi. "Ada apa bun?" tanyanya bingung.
"Udah Adzan bangun dulu yah, mandi abis itu salat. Tidur laginya jam 8 aja, lagipula ayah hari ini liburkan?" kata bunda.
"Iya bun," ucap ayah lalu melirik ke anak laki-laki membangunkan hingga anaknya bangun.
"Cepet sembuh ya putri kecilnya ayah," ucap Ayah mengecup puncak kepala Asha lalu keluar dari kamar Asha bersama bunda. Karena Irsyad sudah lebih dahulu keluar.
❤️💔
"Adek, bangun dulu yu. Adek salat subuh dulu berdoa sama Allah biar adek cepat sembuh," kata bunda mengusap rambut Asha dengan lembut, membuat Asha terusik.
Perlahan Asha membuka matanya, rasa lemas dan pusing masih menghinggapi tubuhnya terutama bagian kepalanya.
"Badan Asha masih lemes bunda," lirih Asha berusaha menghilangkan rasa pusingnya.