13: New Changes : (Revisi)

80 35 9
                                        

Assalamua'laikum

Bismillah

H A P P Y  R E A D I N G

"Tak menyangka bahwa kita punya kesamaan"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tak menyangka bahwa kita punya kesamaan"

-Ghania Nasha Syazani


Iha mengerutkan dahinya, beralih menatap Syifa yang menghendikkan bahu tidak tahu.

"Asha kenapa? ada masalah? kok dari tadi diem aja, wajah Asha juga murung dari tadi. Kaya gak ada semangat - semangatnya," tanya Iha beruntun dengan raut wajah bingung dan khawatir.

"...."

Tak ada jawaban dari Asha. Asha menatap papan tulis dengan pandangan kosong, raganya memang disini tapi pikiran melayang pada kejadian kemarin sore. Tepatnya, saat Adnan yang seperti tak nyaman dengan sikap Asha.

Bahkan tadi malam Asha menchatting Adnan pun,tak ada balasan hingga fajar memancarkan sinarnya.

Syifa yang sama penasaran dengan Iha menggoyang-goyangkan bahu Asha hingga Asha tersadar. Menengok ke arah Iha dan Syifa dengan tatapan bingung.

"Ada apa Ha, Mi?" tanya Asha bingung.

Iha membuka suara kembali, "Lah, kok Asha nanya balik sih! kan, dari tadi Asha yang ngelamun," protes Iha menatap kesal pada Asha.

"Hah," ucap Asha belum hafam akan pertanyaan Iha."maksud kamu apa sih Ha?" tanya Asha kembali.

Iha menghela nafas panjang berusaha menormalkan hatinya yang sedang kesal."Umi aja deh yang jelasin ke Asha,kesel Iha lama-lama ngomong sama Asha!" ujarnya mengeluarkan handphonenya mulai melanjutkan drakor yang sempat  tertunda tadi malam.

Syifa menggelengkan kepalanya. Menggeser bangkunya lebih dekat dengan Asha agar Asha lebih jelas mendengarnya."Dari tadi kamu ngelamun Sha,kamua ada masalah? gak biasanya kamu ngelamun kaya gini.Dan aku liat juga akhir-akhir ini sikap kamu jadi agak berbeda ya?" ujar Syifa berurut-turut.

"Bukannya aku so'uzon sama kamu,tapi kenyataanya emang begitu," lanjut Syifa yang dibalas raut wajah kacau diwajah Asha.

"Aku gapapa kok Mi,cuma gak enak badan aja," elak Asha.Asha hanya tak ingin Syifa atau pun Iha tahu bahwa kini Ia sedang merasakan jatuh cinta.Bukan ingii bermain rahasiaan,tapi Asha berpikir belum waktunya sahabatnya tahu.

Iha yang matanya fokus dengan drakor tak urung telinganya lebih tertarik mendengar cerita Asha,handphone digengamannya Ia lettakan begitu saja di meja.Menarik bangkunya dan menjulurkan tanganya ke dahi Asha."Asha gak panas kok," ujar Iha menarik kembali tanganya.

"Asha sebenarnya sakit apa sih?" tanya Iha bingung.

"Aku emang gak panas Ha,cuma sedikit gak enak badan.Mungkin karena tadi pagi aku gak sarapan plus malam juga gak ikut makan malam gara-gara ketiduran," jelas Asha meski benar adanya tapi masih ada sedikit kebohongan di kalimat itu.

New Changes ( SELESAI ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang