Buat apa ngejar orang yang jelas-jelas gak suka sama lo, kalau ada orang yang cinta sama lo?
- Abian Barra Walandou
__________________________
"Cahaya sama Langit, mereka saling mencintai, tapi kenapa mereka gak jadian?" tanya Andin saat mereka sudah sampai di kantin rumah sakit.
"Menurut gue ada dua kemungkinan kenapa mereka belum jadian juga. Yang pertama, Cahaya gak sadar sama perasaannya sendiri atau dia gak berani untuk mengakuinya. Padahal, kalau emang cinta akuin aja," jawab Bian santai.
"Lalu kenapa lo sendiri gak mengakuinya?" tanya Andin.
"Hah? Mengakui apa?" Bukannya menjawab, Bian malah balik bertanya dengan alis berkerut.
"Perlu gue jelasin? Lo juga gak maengakui perasaan lo. Gue juga tahu kalau lo sebenernya punya rasa sama Angel," ujar Andin seraya tersenyum miring.
Bukan tanpa alasan dia berkata seperti itu, kalian masih ingat? Waktu itu saat Andin akan menghampiri Aldo ke kelasnya, dia tak sengaja melihat Bian yang diam-diam menyimpan sebuah benda berbentuk hati berwarna merah muda di dalam tas seseorang dan dari Aldo dia tahu bahwa tas itu milik Angel.
Namun sayangnya, Angel tak terlalu tertarik dengan benda itu atau orang yang diam-diam menyimpannya. Bahkan Angel malah berniat untuk memberikannya pada Langit, tetapi tak jadi karena Angel memilih untuk membuangnya saja.
Bian terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia tersenyum kecil. "Ya, lo bener, gue gak cukup berani buat mengakuinya," jawab Bian.
"Kenapa?" tanya Andin.
"Perlu gue jawab?" tanya Bian seraya menaikan sebelah alisnya.
"Karena dia suka sama Langit?" tanya Andin, Bian mengangguk membenarkan. Ya, itu adalah salah satu dari banyaknya alasan mengapa Bian tidak mengungkapkan cintanya pada Angel, dia malah memilih menjadi secret admirer.
Bian rasa pura-pura tak peduli pada Angel adalah jalan terbaik untuk mencintainya diam-diam, sebenarnya Bian sudah lama jatuh cinta dengan gadis itu, tepatnya sejak dia satu kelompok dengan Angel saat masa orientasi siswa.
Pada awalnya, Bian akan mengungkapkan perasaan itu, tetapi dia mengurungkan niatnya saat tahu Angel mencintai Langit, sahabatnya.
Bahkan dia berniat untuk melupakan gadis itu. Namun sayangnya, melupkan Angel tak semudah itu, apalagi Angel selalu berotasi di sekitarnya karena ada Langit.
"Sampai kapan lo mau jadi secret admirer?" tanya Andin.
"Sampai Angel melirik gue sebagai orang yang diam-diam suka sama dia," jawab Bian.
Adin tersenyum miris, dia tahu bagaimana seorang Angel, meskipun dia tak berteman dekat dengan Angel, tapi dia bisa menebak. Angel, dia itu tipe orang cerewet, tapi sebenarnya dia tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitarnya, dia hanya akan peduli dengan hal-hal yang dia sukai.
Selama dia tak tertarik dengan hal itu, dia tak peduli, dia tak akan mencari tahu. Bahkan jika ada seseorang yang diam-diam menyukainya sekalipun.
"Gue pikir selama dia masih ngejar Langit, Angel gak bakal semudah itu untuk menyadari kalau lo itu orang yang diam-diam mencintainya. Bahkan menurut gue, dia kayaknya terlihat gak peduli bahkan gak tertarik buat nyari tahu siapa orang yang diam-diam nyimpen barang-barang itu dalam tasnya."
Untuk hal ini Andin kembali benar. Angel. Dia gadis yang cukup unik, dia hanya akan peduli dengan apa yang dia inginkan, dia hanya akan peduli dengan orang yang dia sukai.
"Ya, gue tahu, tapi gue gak bisa apa-apa lagi selain menunggu. Menunggu Angel tertarik buat nyari tahu tentang si pengecut yang berani-beraninya mencintai dia," jawab Bian.
Andin tersenyum miris. "Yakin lo?" tanyanya. Bian mengangguk yakin dengan senyuman yang tercetak di wajahnya. "Apapun keputusan lo, gue cuman bisa ngedukung," ujar Andin pada akhirnya.
Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada dua pasang telinga yang diam-diam mendengarkan percakapan Andin dan Bian. Menguping itu perbuatan yang gak sopan, tetapi menguping pembicaraan yang mebawa-bawa dirinya tak apa kan?
Ya. Orang yang menguping itu Angel dan juga Dinda, awalnya Angel ingin menghampiri Bian, tetapi dia mengurungkannya.
Kenapa mereka bisa ada di sana? Bukannya mereka akan pulang? Ya, awalnya memang seperti itu, tetapi saat Angel baru masuk mobil, Harry menelepon Dinda, katanya dia akan menjenguk Langit. Maka dari itu, Dinda dan Angel tak jadi pulang, mereka akan ikut menjenguk Langit bersama Harry. Karena itulah, mereka memutuskan untuk menunggu Harry di kantin rumah sakit.
Entah mengapa, mendengar Bian diam-diam menaksirnya membuat Angel deg-degan juga ingin tertawa, aneh saja rasanya, bahkan Dinda sejak tadi sudah cekikikan seraya menggoda Angel.
"Cie yang punya secret admirer cie," goda dinda.
"Diem, Kak! Gak lucu akh, nanti mereka denger!" pekik Angel pelan dengan pipi yang bersemu merah. Entahlah, di taksir oleh Bian? Itu benar-benar sebuah kejutan! Ini terasa seperti mimpi! Bahkan Angel masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Posisi Angel membelakangi Bian dan Andin. Jadi, dia tak ketahuan. Sebelum mereka menyadri kejadiran Angel, dia memilih pergi dari kantin, menunggu di parkiran saja.
Setelah mendengar percakapan mereka tadi, Angel jadi berpikir kenapa dia tak menyadari bahwa Bian menyimpan rasa padanya?
Dia terdiam seraya berpikir, kembali mengingat momen-momen bersama Bian. Dia juga mengingat kembali kata-kata yang sering Bian katakan padanya.
"Udahlah, lo berhenti ngejar Langit, dia gak cinta sama lo."
"Buat apa ngejar orang yang jelas-jelas gak suka sama lo kalau ada orang yang cinta sama lo?"
"Jangan bodoh, dia gak cinta sama lo. Sadar, masih banyak orang yang cinta sama lo."
"Buka mata lo, buka hati lo, lihatlah ada orang yang lebih cinta sama lo dibandingkan cinta lo untuk Langit."
"Jangan terlalu fokus pada orang yang tidak mencintai lo, karena lo akan kehilangan orang yang mencintai lo."
Sekarang dia mengerti kenapa Bian selalu menyuruhnya untuk mundur, dan sekarang Angel tahu siapa orang yang mencintainya itu. Bian. Ya, dia sendiri yang mencintai Angel.
Juga, sekarang Angel mengerti makna dari ucapan Bian yang ini. "Kalau lo gak bisa menemui matahari di malam hari, lo masih punya bulan yang selalu menemani. Dan gue adalah bulan." Mungkin Angel memang gak peka, seharusnya dari kalimat itu saja dia tahu bahwa Bian menyimpan rasa padanya.
Saat dia tengah berdiri di parkiran dekat mobil kakak iparnya, tak sengaja Angel melihat Bian, Cahaya, serta Andin berjalan keluar dari rumah sakit. Terlihat Andin di jemput Aldo, sedangkan Cahaya pulang bersama Bian.
Angel tersenyum melihat punggung Bian. Ternyata lelaki yang sering berbicara sinis padanya itu malah mencintainya? Ini sedikit gila sebenarnya. Bahkan sampai detik ini Angel masih belum percaya sepenuhnya.
Namun, setelah mengetahui ini dia jadi penasaran apa yang membuat seorang Bian menyukainya? Padahal Bian cukup tampan, dia juga pintar, dia cukup terkenal di sekolah, bahkan banyak gadis yang blak-blakan mengungkapkan perasaan pada Bian.
Jadi, dia alasan mengapa Bian masih jomblo sampai sekarang? Jadi ini juga alasan mengapa Bian menolak banyak hati perempuan? Duh, kok Angel malah terbang ya? Ini sebuah prestasi bukan sih, membuat orang jomblo dan membuat banyak gadis patah hati?
Memikirkan itu membuat Angel tersenyum tanpa dia sadari. Dinda yang melihat itu menghela napas seraya memutar bola matanya.
"Cieeee yang lagi mikirin si pengagum rahasianya," ujar Dinda.
"Apa sih kak? Enggak, kok," jawab Angel.
Meski begitu, Dinda tak henti-hentinya menggoda Angel. Lalu tak lama kemudian, Harry datang bersama Sultan, Vano, Adit dan Gafin.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Teen Fiction[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)