Part 35

399 25 0
                                        

"Orang yang gue cari selama ini adalah orang yang selalu gue hindari setiap hari."

- Langit Aditya D.
______________________

Setelah sarapan, Langit pergi dengan mobilnya membelah jalanan Bandung. Awalnya Rifa tidak mengizinkan Langit pergi karena dia takut lelaki itu bukan pulang melainkan kabur-kaburan. Namun, dengan seribu jurus yang Langit punya akhirnya Rifa kalah telak dan mengizinkan Langit pergi.

Dugaan Rifa benar, karena lelaki itu tidak pulang ke apartemen atau pun ke rumah papahnya. Setelah pulang dari rumah sakit untuk cuci darah, bukannya istirahat Langit malah pergi ke bukit bintang. Dia hanya ingin menenangkan diri dulu, Langit belum siap menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi.

Langit berdiam diri di sana hampir empat jam, pukul lima sore dia pulang ke apartemen sebentar hanya untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah itu, Langit kembali pergi, dia datang ke restoran favoritnya untuk makan.

Saat sedang menunggu pesanan, seseorang datang mengagetkan Langit dan ternyata orang itu adalah Angel.

"Ekh, lo kok ada di sini?" tanya Angel.

"Kenapa? Gue emang sering ke sini kali."

"Gue boleh duduk?" tanya Angel, Langit hanya mengangguk saja.

"Kalau gue tau lo sering ke sini, gue gak bakalan nolak kalau diajak sama Bunda," ujar Angel seraya sunyam-senyum bagai orang lagi kasmaran. Ya, dia memang lagi kasmaran!

"Bunda?"

"Iya, Bunda gue tuh pemilik restoran ini tau, gue sering diajak ke sini sama Bunda, tapi gue gak mau."

"Lo adiknya Harry?"

"Lo kenal sama Bang Harry?" tanya Angel antusias dengan mata membulat, Langit hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

"Ya, ampun, kok gue gak tau, padahal Bang Harry tuh kakak tiri gue."

"Kakak tiri? Gue kira kalian sodara kandung."

"Ngaco lo, dia tuh kakak tiri gue, ibu gue nikah sama Papah Hanry, Papahnya Bang Harry," jawab Angel.

Langit terdiam, dia berusaha untuk memahami apa yang Angel katakan, kalau dia dan Harry adalah saudara tiri berarti dia bukan anak . "Bentar deh, emang ibu lo siapa sih? Bu Mentari?"

"Iya, Bu Mentari itu ibu kandung gue. Ekh, lo kenal sama ibu gue? Asyik bisa langsung direstuin, nih," jawab Angel semringah.

Langit terdiam, saat Angel akan kembali bersuara, Langit mengangkat tangannya seolah menyuruh untuk diam. "Bentar, kok gue jadi bingung," ujar Langit seraya memegangi kepalanya.

"Lo Gaea Angelya Dirgantara?"

"Bukan, nama gue Gaia Angelya, pake i bukan pake e terus gak pake Dirgantara kecuali nanti kalau gue jadi istri lo," jawab Angel seraya terkekeh geli di akhir kalimat.

"Nama Papah lo siapa? Kalau bukan Om Hanry Papah kandung lo."

"Kata bunda sih Papah Tara. Gini ya Lang, Bunda tuh kayak ngehalangin gue buat ketemu sama Papah, bahkan gue liat fotonya pun gak pernah, gue gak inget wajah papah gimana. Ini semua tuh gara-gara kecelakaan, mungkin kalau kecalakaan itu gak terjadi gue masih inget wajah Papah kayak gimana, dan yang lebih menyakitkannya lagi adalah kembaran gue meninggal saat kecelakaan itu terjadi," jawab Angel seraya menunduk dengan raut wajah yang berubah sedihnya, bahkan setetes air mata keluar dari kelopak matanya.

Kalian tahu? Angel bukanlah sosok yang bisa dengan mudah bercerita tentang masalah keluarganya pada orang lain, tetapi anehnya dengan Langit dia bisa bebas bercerita, entah karena Angel sudah cinta atau ada hal lain.

Langit [COMPLETED ✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang