Hidup adalah misteri. Di setiap bagian, selalu ada kejutan yang mungkin tak pernah terpikirkan.
- Author
_______________
Sudah tiga hari Langit tidak masuk sekolah, tidak ada satupun yang tahu kemana perginya Langit. Semua akun sosial media Langit tidak aktif, nomor hp langit juga tidak aktif, saat Bian cek ke apartemennya, Langit pun tidak ada di sana. Hal itu membuat Bian khawatir, ia takut terjadi apa-apa dengan Langit.
Beberapa kali Angel sempat akan membully Cahaya, namun Cahaya selalu berhasil diselamatkan oleh Bian dan Andin.
"Si Langit masih belum ada kabar?" tanya Andin.
"Belum, gue cek ke apartnya juga gak ada," jawab Bian.
"Ke rumah ortunya kali," sahut Cahaya.
"Tapi ...." Mengingat hubungan Langit dengan sang ayah yang tidak begitu baik membuat Bian ragu bahwa lelaki itu ada di rumah orang tuanya.
"Tapi kenapa?" tanya Cahaya seraya menautkan alisnya.
"Enggak," jawab Bian seraya tersenyum tipis.
Bian tidak mungkin membicarakan masalah Langit pada Cahaya dan Andin, dia tahu Langit pasti marah jika mengetahui hal itu, lagipula Bian sudah berjanji bahwa dia tidak akan membocorkan rahasia itu pada orang lain. Lagi pula bian itu gak ember kok!
***
Di lain tempat, Langit tengah siap-siap akan pulang ke apartemennya, selama tiga hari ini Langit menginap di rumah sang paman, karena Lelaki tua itu tidak mengizinkan Langit pulang, khawatir katanya.
"Kamu beneran mau pulang, Lang?" tanya Emi, istri Baskara seraya menghampiri Langit.
"Iya, Tan," jawab Langit seraya tersenyum tipis.
"Emang kamu udah sehat?" tanya Emi.
"Tentu Tan, 'kan Tante sama om ngerawat Langit dengan baik, jadi langit cepet sembuhnya," jawab Langit. Padahal penyakitnya tidak semudah itu untuk sembuh, bahkan mungkin penyakitnya tidak akan sembuh.
Selama ini Emi dan Baskara memang merawatnya dengan sangat baik, mungkin karena mereka belum dikaruniai keturunan, maka dari itu keduanya sangat menyayangi Langit, bahkan menganggapnya seperti anak sendiri.
"Akh, kamu ini bisa aja, ya sudah kamu pulangnya dianter sama supir, ya?" tawar Emi.
"Gak usah Tan, nanti Langit pake taxi aja."
"Jangan dong, 'kan ada supir."
"Eum, ya udah deh Tan." Daripada ribet lebih baik Langit mengiyakan saja, tidak ada salahnya juga bukan?
"Lain kali sering-sering main ke sini, biar rumah gak sepi," sahut Emi seraya mengantar langit ke luar. Langit hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu ia mencium punggung tangan Emi sebelum masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di apartemen, Langit langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, dia menatap langit-langit kamar dengan kedua tangannya yang dia jadikan bantal.
Saat sedang seperti itu, tiba-tiba Langit kepikiran dengan biaya pengobatannya nanti, dia yakin pasti biaya pengobatannya tidak akan murah, sedangkan Langit tidak memiliki uang sebanyak itu. Meminta pada sang ayah? Itu tidak mungkin, bukannya dikasih uang Langit malah dikasih bentakan, lagi pula dia bingung harus memberi alasan apa pada sang ayah.
Lalu tak lama kemudian, Langit ingat waktu itu ia pernah ditawari masuk band yang kerjanya manggung di cafe oleh salah seorang teman. Mengingat itu, Langit langsung bangkit mengambil ponselnya yang selama tiga hari ini tak dia sentuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Ficção Adolescente[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)