Mataku tidak buta, tetapi anehnya aku tidak bisa melihat kepedulian Papah. Ya, karena dia memang tidak pernah tahu dan tidak mau tahu apa yang tengah terjadi denganku.
- Langit Aditya D.
___________________
Hari ini Langit tidak sekolah karena sang paman menjemput Langit untuk melakukan persiapan sebelum cuci darah. Baskara sengaja meluangkan waktu untuk menemani Langit, dia tidak tega jika membiarkan Langit berobat sendiri, meskipun dia juga tidak bisa terus menemani, hanya dalam waktu-waktu senggang saja.
Baskara akui, Langit kuat, di usianya yang masih labil itu dia mampu bertahan dengan segala tekanan serta masalah hidup yang tidak bisa dianggap sepele. Apalagi dengan kondisi ginjalnya saat ini.
Jujur saja, Baskara sempat khawatir Langit akan terlibat dalam pergaulan bebas, seperti kebanyakan remaja di luar sana, ya mau bagaimanapun juga Langit tergolong ke dalam anak kurang kasih sayang, kurang perhatian dari orang tua, tetapi untung saja Langit tidak seperti itu.
Persiapan cuci darah ini dilakukan guna untuk mempermudah saat cuci darah nanti. Jadi, persiapan ini cukup penting dan tidak boleh dilewatkan, karena di tahap inilah dokter akan membuatkan akses pembuluh darah agar mempermudah darah untuk masuk dan keluar tubuh nanti.
Ada tiga jenis akses pembuluh darah yang biasa dibuatkan oleh dokter, kebetulan Langit memakai jenis Fistula Arteri Vena (cimino).
Cimino merupakan saluran buatan yang menghubungkan antara arteri dan vena pada lengan yang lebih jarang digunakan. Cimino merupakan jenis akses yang paling sering disarankan karena keamanan dan efektivitasnya yang lebih baik dibanding jenis akses yang lainnya.
"Nanti setelah selesai, kamu pulangnya ke rumah Om, ya?" tawar Baskara.
"Ngapain?" tanya Langit.
"Beresin rumah Om," jawab Baskara. "Ya, istirahatlah, di sana kamu ada yang jagain daripada di apartemen sendirian," lanjut Baskara.
"Oh yaudah, Langit bawa Choco deh."
"Iya, terserah kamu."
Setelah itu, mereka langsung pergi menuju rumah sakit.
"Om, tadi tante tau gak kalau Om mau jemput Langit?"
"Enggak."
"Terus tante tau gak kalau sekarang langit menderita gagal ginjal?"
"Enggak. Kan kamu sendiri yang nyuruh Om biar gak bilang sama siapa-siapa," jawab Baskara.
"Bagus. Oh iya, nanti kalau tante nanya Langit kenapa, Om jawabnya Langit cuman kecapean aja ya, biar kompak gitu bohongnya," sahut Langit membuat Basakra geleng-geleng kepala.
Sebelum melakukan operasi kecil untuk Cimino, dokter melakukan tes pemetaan pembuluh darah menggunakan USG Doppler. USG Doppler berguna untuk mendeteksi lokasi pembuluh darah yang akan digunakan dalam tindakan Cimino.
Setelah selesai, dokter bedah memberikan Langit obat bius, lalu dokter membuat sayatan di daerah lengan Langit dan menghubungkan arteri dengan vena.
Dari awal hingga selesai, Baskara setia menunggu Langit di luar ruangan. Setelah semua prosedur selesai dilakukan oleh dokter, Langit langsung di pindahkan ke ruang inap.
Dokter membetikan arahan kepada Langit mengenai apa saja yang harus dan tidak dilakukan oleh langit serta resep-resep obat yang harus ditebus oleh Langit.
Untuk membantu agar Cimino yang terdapat di lengan Langit cepat 'matang' dalam artian siap dipakai, salah satu caranya yaitu dengan meremas bola dan melepaskan dengan cepat selama sepuluh menit, enam kali dalam sehari. Selain itu, Langit juga dapat menggunakan tangan yang lain untuk menekan lengan atas Ciminonya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Teen Fiction[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)