Kata orang cinta itu butuh pengorbanan, tetapi apa yang aku lakukan tak pernah ku anggap sebagai pengorbanan, melainkan sebuah bentuk kasih sayang.
- Langit Aditya D.
_______________________
Ujian kenaikan kelas telah selesai di laksanakan. Untung saja, karena hari ini Langit akan melakukan cuci darah seperti yang sudah dijadwalkan oleh dokter. Maka dari itu, dia kembali meninggalkan sekolah, kali ini dia memberikan surat sakit, Langit tidak mau dihukum, serta di tampar lagi oleh Dirgantara. Ya meskipun sebenarnya dia sudah tidak belajar, hanya menunggu pembagian rapor lalu libur.
Saat Langit memberi makan Choco sebelum berangkat ke rumah sakit, ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dan itu ternyata dari sang paman, pesan itu berisi bahwa Baskara tidak bisa menemani Langit cuci darah, karena ada pasien yang membutuhkan pertolongannya.
Langit memaklumi hal itu, lagi pula dia sudah terbiasa melakukan apapun sendiri. Jadi, Langit tidak keberatan jika dia harus menjalani cuci darah sendiri.
"Baik-baik ya di rumah," ujar Langit mengusap kepala Choco sebelum pergi dari rumah.
Kali ini Langit tidak memakai motor, dia memakai mobil. Sudah cukup lama mobil yang diberikan oleh ayahnya ini dia simpan di Bestmen, Langit kemana-mana selalu menggunakan motornya, baru hari ini lagi Langit memakai mobil.
Sebelum ke rumah sakit, langit mampir ke ATM terlebih dahulu untuk menarik uang sebesar Rp. 2.000.000 yang nantinya akan dia gunakan untuk biaya cuci darah.
Cuci darah adalah proses pencucian darah oleh sebuah mesin, untuk menyaring dan membuang kotoran dari darah sekaligus menjaga keseimbangan elektrolit di dalam darah. Biaya cuci darah biasanya sekitar Rp. 1.300.000, tetapi sebenarnya tergantung rumah sakit itu sendiri.
Cimino atau akses cuci darah yang sudah dibuat sebelumnya kini dibersihkan untuk pemasangan jarum.
Dua buah jarum yang terhubung dengan selang cuci darah kemudian dipasang di titik cimino. Langit mengernyit ketika jarum disuntikan, hal itu sedikit membuatnya tidak nyaman alias sakit.
Satu buah jarum akan mengalirkan darah dari tubuh ke alat cuci darah, sedangkan satu jarum lagi akan mengalirkan darah dari alat cuci darah ke dalam tubuh.
Darah yang mengalir ke mesin akan melewati membran dialisis khusus untuk membuang cairan tubuh beserta zat-zat sisa metabolisme.
Darah yang sudah disaring melalui membran dialisis khusus akan dikembalikan ke tubuh oleh mesin.
Selama proses cuci darah berlangsung, Langit memilih memejamkan mata. Meskipun dia tidak benar-benar tertidur. Sedangkan dokter dan perawat memantau kondisi Langit secara berkala.
Ternyata proses cuci darah berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 2,5 jam sampai 4,5 jam. Karena kondisi Langit yang cukup parah, maka dari itu Langit dijadwalkan untuk melakukan prosedur cuci darah dua sampai tiga kali dalam seminggu.
Setelah prosedur cuci darah selesai, jarum di cabut dari cimino, lagi-lagi Langit menyernyit saat pencabutan jarum itu, kemudian bekas tusukan jarum di tutup rapat serta diikat kencang agar tidak terjadi pendarahan, lalu setelah itu ditutup oleh perban dan plester.
Langit tengah beristirahat setelah proses cuci darah, tetapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, tertera nama Bian di sana.
"Hallo, ada apa Bi?" tanya Langit.
"Gawat Lang, gawat!" ujar Bian dengan nada tergesa-gesa.
"Apa yang gawat?" tanya Langit masih dengan nada santsinya.
"Cahaya Lang, Cahaya, gawat!"
Mendengar nama Cahaya disebut, Langit langsung membenerkan duduknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Dla nastolatków[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)