Papah udah punya keluarga baru, Bunda juga. Mereka udah sama-sama punya keluarga, lantas sekarang keluarga gue siapa?
- Langit Aditya D.
______________________
Hari ini adalah hari minggu, sekitar jam sepuluh pagi, Langit diajak oleh Harry berkumpul di cafenya bersama anggota band lain. Langit kira mereka akan membicarakan soal grub band, rupanya mereka malah ngobrol-ngobrol biasa.
"Kalian inget gak dulu gua sering berantem sama dia?" tanya Harry seraya menunjuk langit.
"Oh iya-iya, gua inget banget, kalian gak mau reka adegan gitu?" tanya Vano.
"Ya kali reka adegan, gila lu."
"Masalahnya waktu itu apa sih?"
"Gua sering gangguin cewek dia, Men."
Langit yang tengah dibicarakan hanya tersenyum saja. Lucu juga jika diingat-ingat, dahulu Langit memang sering berantem, bukan hanya dengan Harry saja, pokoknya dia berantem dengan semua orang yang mengganggu Cahaya.
"Btw sekarang lu masih bucin sama dia?" tanya Harry. Harry tidak tahu bahwa Cahaya pindah sekolah, karena saat itu Harry sudah akan keluar dan menjadi alumni.
"Masih," jawab Langit seraya tersenyum tipis, Cahaya adalah cinta pertamanya dan mungkin akan menjadi cinta terakhirnya.
"Serius?" tanya Harry tak percaya.
Sejak dulu Harry dikenal sebagai playboy, bagi Harry mencari pacar itu seperti mencari jarum di tumpukan jarum, gampang. Maka dari itu, Langit tidak suka jika melihat Cahaya didekati oleh Harry.
"Iyalah, gue bukan lu, Bang," jawab Langit.
"Heh, gue udah insap."
"Seru banget ngobrolnya, Om boleh ikutan gak?" sahut seseorang.
"Ekh ada, Om," sapa Vano.
Hanry sebenarnya sudah ada sejak tadi, hanya saja dia mengecek dulu data pemasukan cafe ini, ternyata luar biasa, pemasukannya bertambah dua kali lipat.
"Oh iya Pah, ini kenalin Langit, anggota band baru," sahut Harry seraya menepuk bahu Langit.
"Ini Langit yang sering berantem sama Harry bukan?"
Langit tersenyum lebar, dulu mereka pernah bertemu di ruang BK, saat Langit berantem dengan Harry.
"Masih inget aja Om," jawab Langit. Lalu Langit berdiri dan mencium punggung tangan pria paruh baya yang bernama Hanry itu.
Hanry ikut duduk bersama, sudah lama dia tidak berbicara dengan Langit. Dulu mereka cukup akrab, karena Hanry selalu menasihati Langit dan Harry agar tidak berantem dan membuatnya pusing karena selalu dipanggil oleh pihak sekolah.
Hanry tidak hanya menyalahkan Langit atau Harry, dia menyalahkan ke duanya dia juga akan memarahi ke duanya, maka saat memberikan nasihat pun, Hanry selalu memberikan nasihat pada mereka berdua.
"Om gak nyangka kalian bisa akur terus kerja bareng gini, padahal dulu kalian haduh, bikin geleng-geleng kepala," sahut Hanry seraya terkekeh.
"Kita 'kan udah besar, Om," jawab Langit.
Hanry tertawa mendengar jawaban Langit. "Berarti Om tambah tua ya?" tanya Hanry.
"Om Hanry mah selalu terlihat muda," sahut Sultan.
Mereka melanjutkan perbincangan siang ini, kebetulan Hanry juga menyukai dunia musik, sebenarnya Hanry itu lebih cenderung pada alat-alat musik tradisional, seperti kecapi, suling, gambus dan sebagainya, maka dari itu mereka sekalian belajar juga dari orang yang lebih berpengalaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Teen Fiction[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)