Sudah merenggut kebahagiaan, kini mau merenggut kebebasan pula?
- Langit Aditya D.
__________________
Langit menatap jalanan kesal, ternyata pria kekar yang mengagetkan Langit pagi tadi adalah bodyguard suruhan sang ayah. Alhasil kini Langit terjebak dalam mobil yang dibawa oleh bodyguard ayahnya itu.
Lelaki itu sempat menolak, tetapi pada akhirnya dia ikut, karena Langit baik hati dan tidak sombong jadi dia menurut saja, dia ingin meringankan tugas kedua bodyguard itu.
Langit menghembuskan napasnya kesal saat keluar dari mobil, lalu dia berjalan ke dalam sekolah dengan wajah murung. Dia tidak bisa di kekang seperti ini, sepertinya Langit harus bicara dengan sang ayah.
Meski sedang tidak mood, tetapi jika melihat Cahaya, lelaki itu kembali menyunggingkan senyum, Cahaya adalah salah satu sumber kebahagiaannya.
"Maaf, ya, pagi ini gue gak jemput lo," ujar Langit sesudah dia duduk di bangkunya.
"Ya gapapa, aku juga gak minta 'kan?"
"Iya, sih," jawab Langit seraya menggaruk tengkuknya.
"Oh ya, ini dari Bunda," ujar Cahaya seraya menyodorkan kotak makan berwarna biru.
"Wah, calon mertua gue perhatian," ujar Langit tersenyum senang melihat kotak makan berwarna biru itu.
Cahaya hanya berdecak seraya memutar bola matanya malas. Dia juga heran mengapa bundanya memberikan Langit kotak makan.
"Makasih, ya," ujar Langit seraya tersenyum menatap Cahaya. Cahaya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Btw ini isinya apa?"
"Gak tau, tadi bunda ngelarang gue buat buka kotak makan itu," ujar Cahaya. Langit mengerutkan dahinya bingung, pasti ada sesuatu.
Kemudian, Cahaya pergi dengan teman perempuannya, sedangkan Langit dia masih menatap kotak makan itu dengan tatapan berbinar.
Saat membuka kotak makan itu, di sana ada roti dengan selai cokelat juga ada secarik kertas. Langit langsung mengambil kertas itu dan membaca isinya. Setelah selesai membaca dia langsung kembali menyimpannya.
"Langit! Itu dari siapa?!" tanya Angel yang tiba-tiba sudah berdiri di samping bangku Langit.
Langit tidak menjawab, lelaki itu hanya menatap Angel dengan tatapan seperti biasanya, kesal dan tak bersahabat, gadis itu selalu saja menganggu ketenangan Langit.
Kemudian, Angel duduk di sebelah Langit.
"Langit jawab ikh! Ini dari siapa?!" tanya Angel sekali lagi.
"Ngapain sih lo ke sini? Bukannya lo gak mau nyamperin gue sebelum gue minta maaf?" tanya Langit.
Padahal waktu itu ia sudah bahagia, karena dengan begitu tidak ada lagi orang yang akan mengganggu ketengan hudupnya, tetapi ternyata Tuhan sedang tidak berpihak padanya.
Jika kalian salah satu peminat kartun Spongebob, Langit bagaikan Squidword sedangkan Angel dia bagaikan Spongebob.
"Hehe." Angel hanya nyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya, sedangkan Langit geleng-geleng kepala melihat tingkah Angel, lalu dia memasukan kotak nasi yang diberikan oleh Cahaya ke dalam tas kemudian beranjak dari duduknya.
"Ekh Lang lo mau kemana?" tanya Angel seraya menahan tangan Langit.
"Wc, kenapa? Mau ikut?" tanya Langit.
"Mau-mau," jawab Angel bersemangat.
"Gila," desis Langit lalu melepaskan pegangan tangan Angel dan mempercepat langkahnya keluar dari kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit [COMPLETED ✔]
Novela Juvenil[Follow akun aku kalau mau] Langit Aditya Dirgantara, lelaki misterius yang irit bicara, masalalu yang kurang menyenangkan membuatnya menarik diri dari semua orang. Di tengah gelapnya hidup Langit, Tuhan memberikan malaikat tak bersayap untuk menyin...
![Langit [COMPLETED ✔]](https://img.wattpad.com/cover/241846159-64-k953720.jpg)