Sebelumnya gue ingetin kalau cerita ini 18+, jadi chapter ini akan ada scene rate yang tertera:)
Tandai typo-!
💏💏💏💏💏
Hubungan mereka masih sama seperti kemarin.
Semenjak malam dimana Athala pergi dari rumah ke rumah Kasa, pria itu sering pulang terlambat membuat Bella heran.
Seperti saat ini, entah mengapa perasaan Bella tidak enak mengenai kemana Athala setiap pulang kampus dengan terlambat itu. Gadis itu mondar mandir di ruang tamu sambil mengigit kuku kuku cantiknya.
"Dia kemana sih?" gerutu Bella.
"Apa jangan-jangan dia lagi yang selingkuh?" celetuknya semakin ngawur.
Bella menghela napas gusar lalu memilih duduk di sofa yang menghadap kearah pintu apartemen. Tak lama pintu terketuk membuatnya langsung berdiri dan berlari kecil ke pintu.
Sebelum membuka knop pintu, Bella menatap ragu kearah pintu di hadapannya. Ia berfikir sejenak. Tak biasanya Athala mengetuk pintu jika sudah pulang dari kampus atau sekedar pergi yang Bella sendiri tidak tahu kemana pria itu pergi.
Apa jangan-jangan ada tamu? tapi siapa yang bertamu di malam hari seperti ini? Akhirnya ia menyerah saking penasarannya.
Pintu terbuka, mata Bella membelalak saat melihat apa yang ada di hadapannya. Lalu ia melirik kearah orang yang ada di sebelah Athala.
"Maaf, lo istrinya Athala bukan?" tanya cowok itu.
Bella mengangguk ragu, wajahnya masih melihat keduanya dengan tatapan heran. Suaminya, Athala seperti orang loyo dan sesekali merancau tidak jelas dengan di papah oleh cowok itu.
"Bisa gak kita masuk dulu? suami lo berat banget sumpah."
Bella mengangguk lalu membuka pintu lebar-lebar. Cowok itu akhirnya bisa bernapas lega saat Athala sudah lepas darinya. Ia merentangkan tangannya ke sembarang arah guna merilekskan ototnya yang terasa pegal.
Matanya menatap Bella yang sudah menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Lo bisa buatin gue minum gak? gue haus nih!" suruhnya santai.
Bella mendelik lalu tanpa menjawab lagi, ia melangkah berbalik menuju kearah dapur. Baru dua langkah ia berjalan, cowok itu sudah bersuara lagi membuat Bella beberapa kali menghela napas mencoba sabar.
"Kalau bisa yang ada esnya ya!"
Kepalanya menoleh kebelakang lalu tersenyum paksa. "Tamu kurang ajar!" batinnya kesal.
Sepanjang membuatkan cowok itu es sirup, tak berhenti-hentinya Bella meenggerutu sebal. Masih ada ya cowok yang menyebalkan selain suaminya itu?
Eh mengingat Athala, Bella jadi semakin berfikir keras. Ada apa dengan Athala saat ini? Tubuhnya tampak sekali lemas dengan wajah yang sesekali tersenyum sendiri dan merancau tidak jelas.
Seperti orang mabuk. Tapi, apa alasan untuk Athala mabuk? Perasaan, masalah mereka tidak begitu besar, hanya saling diam. Tidak sampai pertengakran yang hebat. Bella menggelengkan kepalanya tak mau memikirkan yang membuat beban pikiran. Lebih baik, ia bertanya dengan cowkk yang membawa Athala tadi.
Tak lama, Bella pun selesai dengan tangan kanan yang membawa satu gelas es sirup. Cowok itu tersenyum lebar lalu mengambil gelas dengan tidak sabaran. Meneguknya hingga setengah membuat Bella mengernyit.
"Segitu hausnya sampai gelas ukuran sedang habis setengah dalam beberapa detik?" tanya Bella tak habis fikir.
Cowok itu tak menjawab lalu menyeruput esnya kembali. Bella menatap kesal cowok itu lalu bersedekap dada. Menatap cowok itu penuh curiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jerk Husband
Teen FictionAthala yang umurnya sudah tidak muda lagi serta tak kunjung menikah, membuat Mawar geram sekaligus kesal pada anak laki-laki pertamanya itu. Di umur yang sudah menginjak berkepala tiga, Athala belum juga menemukan jodoh yang pas. Dulu sekali saat pr...
