"Goblok banget gue. Udah di kasih berlian malah milih batu kali." rancau Athala seraya melempar satu botol ke sembarang arah sampai botol kaca itu pecah dan bertebaran dimana-mana.
Kasa dan Sky, sahabat Athala hanya menatap pria itu dengan wajah malasnya. Mereka berdua juga tak berniat menghentikan apa yang sahabatnya itu lakukan.
Semakin dilarang, akan semakin memberontak.
Makanya, mereka memilih membiarkan dan diam-diam merekam apa yang Athala lakukan di ponsel mereka masing-masing.
"Bego banget gue punya sahabat kek dia." ucap Sky memutar bola matanya malas.
Kasa mengangguk. "Sekalinya tolol tetap tolol. Sekalinya brengsek tetap brengsek. Sekalinya bejat, tetap bejat." tukasnya.
Sontak Sky langsung menatap kearah Kasa. "Savage sekali ucapan anda, mas Kasa. Tapi ada benernya juga sih." cengir Sky.
Kasa mengedikkan bahunya acuh. "Salah sendiri, bukannya kejadian kemarin di jadiin pelajaran malah di ulangi kedua kalinya. Nah, gini kan. Apalagi Bella gak tau apa-apa, eh malah dia yang kena. Bisa-bisa tuh cewek depresi."
Sky terdiam lalu menghela napas pelan. Ia menoleh kearah Athala yang sibuk merancau tidak jelas. "Dah tua masih aja, brengseknya gak pudar." cibir Sky.
"Udah mendarah daging kali." Kasa menyahut.
Sky menggelengkan kepalanya tak habis pikir. "Gue kadang heran sama Athala. Kenapa sih, dia mau-mau aja buat jalan sama jalang kek Lisa gitu? Jelas-jelas di rumah udah ada ukhti yang senantiasa menunggu. Ehh malah selingkuh."
"Otaknya bukan lagi di kepala dia mah, udah pindah di dengkul." Kasa tersenyum miring.
Cowok blasteran Amerika-Indonesia itu tertawa.
"Tapi ini kayaknya juga salah gue deh." ucap Kasa tiba-tiba.
Dahi Sky mengkerut. "Kenapa bisa elo?" tanyanya tak paham.
Kasa menghela napas. "Setelah gue nganterin Athala, gue di telepon sama sekretaris gue kalau besok ada rapat mendadak. Mana presentasinya belum gue kerjain lagi. Jadinya ya gitu, gue tinggalin Athala sama Bella di rumah berdua." jelas cowok itu dengan nada bersalah.
Sky menepuk bahu sahabatnya berkali-kali. "Gak papa bro, gue malah bersyukur Athala gak jebolin anak orang lagi. Mereka udah sah, dan seharusnya Athala juga dapet apa yang seharusnya dia dapetin. Tapi caranya aja yang salah." katanya tersenyum.
Kasa menghela napas pelan lalu memandang Athala yang sudah menjatuhkan kepalanya di meja. Sepertinya sahabatnya ini sudah terlalu mabuk dan berujung teler.
Ia beranjak di ikuti Sky di belakangnya. "Kita bawa ke mana?" tanya Sky menatap Kasa.
"Apartemen dia lah. Mau dibawa kemana lagi nyet? Ke rumah nyokap sama bokapnya? Gila kali lo. Bisa babak belur tuh cowok kalau Om Gandi tau." dengus Kasa.
Sky menyengir. Membayangkan bagaimana Om Gandi akan marah besar sudah membuatnya bergidik ngeri.
"Yaudah ayo bawa!"
💏💏💏💏💏
"Astagfirullah! Lo ngapain disini? hujannya deres banget loh! Gak takut sakit?" tanya pria itu.
Bella sedikit tersentak lalu mendongak menatap pria yang berdiri di sampingnya yang sudah membawa satu payung hitam dengan ukuran cukup besar.
"Gak usah sok peduli."
Pria itu mendelik. "Dibilangin juga."
Bella mengedikkan bahunya acuh membuat pria itu menghentakkan satu kali kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jerk Husband
Novela JuvenilAthala yang umurnya sudah tidak muda lagi serta tak kunjung menikah, membuat Mawar geram sekaligus kesal pada anak laki-laki pertamanya itu. Di umur yang sudah menginjak berkepala tiga, Athala belum juga menemukan jodoh yang pas. Dulu sekali saat pr...
