31.

28.9K 2.5K 142
                                        

Cepet gak? Cepet gak? Cepet gak? Cepet lah masak enggak!!











"At, besok Mama mau ngenalin kamu sama cewek anak temen Papa kamu." ujar Mawar membuat Athala tersentak.

Mata Athala memincing curiga menatap kearah Mama nya yang sedang duduk anteng di atas sofa ruang tamu. Dia jadi curiga jika Mama nya sudah mengatakan akan mengenalkan dia dengan perempuan. Mengingat dia sudah 34 tahun dan belum menikah, Athala semakin yakin jika dia di jodohkan.

"Gak usah aneh-aneh deh Ma. Aku udah besar, bia nyari istri sendiri."

Mawar menghela napas berat lalu mengalihkan pandangannya dari televisi, beralih menatap serius ke arah anak pertamanya ini.

"Mau sampai kapan kamu seperti ini? Kamu udah 34 tahun dan kamu juga belum menikah. Lihat adik kamu, dia sudah menikah dan memiliki anak berusia 7 tahun. Kamu gak malu di katai sama temen-temen kamu karena gak nikah-nikah?" omel Mawar membuat Athala berdecak tak suka.

"Nyatanya Kasa juga belum nikah, biasa-biasa aja tuh." balas pria itu mengedikkan bahunya acuh.

Refleks, tangan Mawar menabok sedikit keras bahu anaknya membuat Athala meringis pelan. "Mama apa-apaan sih?" tanyanya tak terima.

"Kamu yang apa-apaan?! Kamu ini udah 34 tahun Athala, sedangkan Kasa dia baru 29 tahun. Kalian ini beda 5 tahun dan seharusnya kalau kamu sudah menikah pasti kamu sudah memiliki anak!" gemas Mawar berkacak pinggang. Wanita paruh baya itu sudah berdiri sembari menatap anaknya dengan tajam.

Athala menghela napas, lalu menatap kearah Mama nya dengan memohon. "Udah ya, Ma. Athala pusing baru aja pulang dari kampus. Nilai-nilai murid Athala juga belum Athala koreksi. Athala juga belum mau nikah, lagian Athala juga udah punya cewek yang Athala suka." alibinya asal.

Mawar mencibir menatap remeh anaknya. "Halahh, dari dulu kamu selalu bilang kalau udah punya pacar lah, udah punya gebetan lah, udah ada cewek yang kamu sukai lah. Ternyata apa? Itu cuma alibi kamu biar gak Mama jodohin!!" kesal wanita itu. "Hari ini juga mau bohong lagi sama Mama?!"

Kepala pria itu menggeleng tanda dia tidak berbohong. "Aku enggak bohong tentang ada cewek yang aku suka, tapi emang aku lagi mengagumi dia dari jauh aja." jawabnya jujur.

"Pokoknya Mama gak mau tau, kamu besok harus ketemu sama cewek yang Mama dan Papa siapkan!" final Mawar tak terbantahkan.

Saat hendak protes, Mawar sudah membungkam mulutnya dengan meletakkan telunjuk wanita itu di bibirnya. "Suuttt, gak ada penolakan. Ngerti?!"

Mau tak mau, Athala mengangguk dengan lesu.


***


Athala merebahkan tubuhnya di atas kasur seraya memandangi langit-langit kamarnya yang polos seperti pikirkannya. Bibirnya mengembang membentuk senyuman ketika mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Dia mengubah posisinya menjadi menyamping dengan memeluk gulingnya erat. Tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di atas guling dengan pipi bersemu.

Padahal dia hanya memikirkan senyum manis dan tawa lepas perempuan yang dia lihat beberapa hari yang lalu. Gadis berhijab yang tampak anggun dengan gamis berwarna krem dan juga hijab berwarna putih yang menutupi kepalanya. Ahh, sungguh senyuman perempuan itu membuat Athala tergila-gila.

"Sial! Nyesel banget gue gak dapet nomornya!" makinya merutuki kebodohannya sendiri.

Salah sendiri, ketika melihat perempuan itu di kafe milik Alana dan teman-temannya itu dia asik menikmati wajah cerah perempuan itu dan tak terasa jika perempuan itu perlahan menghilang dari kafe--Athala baru menyadari jika perempuan itu sudah tidak duduk di tempatnya lagi.

Jerk Husband Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang