Ekstra part 4

1.9K 60 14
                                        

Xiang Fei keluar dari kediaman bersama Dayang Fan, menggunakan tandu ia dibawa menuju kota. Ia sudah berjanji untuk memberikan hadiah untuk suami nya, tiba-tiba ia teringat jika di masalalu ia sempat membelikan sebuah hadiah yang pada akhirnya tak pernah dapat ia berikan.

Ketika tandu melewati gang sempit dengan beberapa anak-anak yang bersembunyi, Xiang Fei memberikan kode agar tandu berhenti. Para kasim yang mengangkat tandu bingung tetapi hanya menurut. Tandu diturunkan dan Dayang Fan membantu Xiang Fei untuk berdiri.

"Anda ingin kemana nyonya?" Tanya Dayang Fan ketika Xiang Fei masih terdiam menatap kearah lorong. Xiang Fei menoleh akhirnya ia memilih untuk membeli sebuah gelang merah dengan bandul bunga krisan perak kecil, serupa dengan milik nya. Bandul itu terdapat magnet yang akan terkait setiap kali mereka berpegangan tangan.

Hadiah itu tersimpan dalam kotak dan dibawa dengan hati-hati oleh Dayang Fan. Sampai sebuah pekikan muncul dari Dayang Fan yang terkejut ketika seseorang gelandangan merebut kotak itu dan berlari kearah lorong gelap.

Xiang Fei sempat kaget namun pada akhirnya ia hanya tersenyum dan berlari mengejar anak itu dari belakang. Dayang Fan dan para kasim panik ketika berlari mengikuti nya dari belakang.

"Nyonya!"

Langkah nya membawa Xiang Fei pada sebuah gubuk yang didirikan pinggir gang buntu, sekolompok anak kecil bersembunyi dibalik tumpukan kayu saat menyadari keberadaan Xiang Fei yang datang dengan prajurit.

Nafas Xiang Fei terengah, ia menunduk menstabilkan nafas ketika anak yang mencuri barang nya berlindung pada anak yang lebih besar. Dan disitulah anak yang paling besar dengan tongkat di kaki nya menghampirinya Xiang Fei.

"Nona apa apakah adikku telah mencuri darimu? Saya akan mengembalikan nya, jadi mewakili adik, saya benar-benar minta maaf ..." Anak yang lebih besar itu menyerahkan bungkusan Xiang Fei berkata dengan takut-takut.

Dayang An mengambil bungkusan itu, dua prajurit dibelakang bergegas maju berniat memberi pelajaran sebelum Xiang Fei mengangkat tangan nya tinggi.

"Tidak apa-apa aku tidak akan menghukum kalian." Sebaliknya Xiang Fei malah menunduk sambil meronggoh isi tas nya, ia mengeluarkan banyak manisan dan memberikan nya pada anak-anak itu.

Karena waktu yang berulang ia tidak dapat memberikan manisan pada anak-anak, jadi ia mengganti nya hari ini.

"Terimakasih Nona gula." Seru mereka ketika menerima pemberian Xiang Fei. Panggilan itu membuat nya terenyuh karena teringat masalalu.

Anak-anak ini adalah salah satu dari mereka yang banyak membantu nya dikehidupan lalu. Kedua mata nya merah karena merasa sesak, Xiang Fei menarik anak itu kedalam pelukan nya.

"Aku menemukan kalian."

"Bagaimana cara kalian bertahan hidup?" Xiang Fei melepaskan pelukan nya.

"Aku berkerja sebagai kuli yang mengangkat karung beras. Mereka membayar dengan seikat jerami, dengan itu kami makan sehari-hari." anak itu menjelaskan tanpa memperhatikan raut wajah Xiang Fei yang pias.

"Tapi kakak besar tak bisa berkerja sekarang karena kaki nya patah setelah tertimpa beras." kata anak yang mencuri barang Xiang Fei masih berlindung dibelakang anak lelaki yang disebutnya kakak besar.

Empress Xiang FeiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang