Jangan lupa vote dan komentar ya!
Ayo dikomen banyak2! Biar makin semangat nulisnya. Di vote juga. Tidak boleh tinggal yang satu itu
Enjoy
.
.
Malam bergairah itu berakhir dengan desakan di atas ranjang. Deru napas memburu kini telah berubah menjadi tenang. Sesekali menggeram dan menggeliat sebelum merubah posisi tidur menjadi terhindar dari anak cahaya suram yang berhasil menyelinap di balik gorden.
Kalau di dongeng-dongeng, pagi hari selalu diawali dengan cicit burung gereja yang sibuk berkejaran di udara. Satu sampai dua ekor pasti tengah membawa serabut, tulang daun maupun rantai pohon untuk dijadikan tempat tinggal. Mungkin di satu sisi ada indukan yang tengah bersemangat mengajarkan dua sampai tiga ekor anaknya untuk terbang dengan iming-iming diberi cacing atau ulat kecil yang banyak dari makan malam sebelumnya. Terdengar indah bukan untuk menyambut pagi yang seharusnya?
Barangkali Jia mengharapkan ketenangan yang utuh seperti itu saat ini. Bukan malah berakhir di atas ranjang berduaan dengan Yoongi dengan mengandalkan selimut tebal yang kini dipeluk erat untuk melindungi tubuh telanjangnya. Deru pendingin yang beruntungnya sempat dihidupkan saat pertempuran panas semalam setidaknya berhasil membuat Jia sedikit merasa berterima kasih kendati telinganya dapat mendengar rinai hujan di luar sana.
Mari lupakan dongeng mengenai burung yang sibuk beraktivitas di teriknya hari, nyatanya rinai hujan sudah membasahi bumi sedari pagi buta. Derik jam yang menunjukkan pukul sembilan pagi membuat Jia menghembuskan napas kesal. Hari selasa, hari kerja dan dia malah menemukan dirinya bersandar pada bantal yang sudah disusun dengan pikiran berkecamuk. Lagi-lagi menghembuskan napas kesal, Jia membawa kepalanya berputar menatap Yoongi yang masih tenang dalam mimpinya.
Terlanjur letih sebab mencapai puncak berkali-kali, Jia teramat lelah sampai tidak sempat menanyakan apa yang terjadi pada Yoongi sampai mabuk seperti itu. Sudah seperti manusia hilang akal nyaris sepenuhnya gila. Satu bulan bertunangan dan jika dihitung dengan pendekatan, sudah dua bulan Jia mengenal Yoongi. Satu sampai dua kali Jia pernah iseng menantang Yoongi untuk meminum minuman dengan alkohol tinggi, barangkali ingin melihat seberapa jagonya Yoongi karena sering terlihat sok jagoan. Tapi, barang satu kali saja Yoongi tidak pernah kalah. Bahkan tidak segan terus meneguk walau Jia sudah tidak sanggup lagi mengangkat kepalanya kala itu.
Walau enggan memuji, tapi Jia tahu Yoongi orang yang sopan. Yoongi pandai menempatkan diri dan Yoongi pandai menghargai seseorang terutama wanita. Entah itu memang bentuk kesopanan atau Yoongi yang terlalu malas bersikap macam-macam, tapi setidaknya Yoongi mendapat nilai plus dari Jia. Dua kali kalah dalam perlombaan siapa-yang-paling-tahan-mabuk itu, Yoongi sama sekali tidak pernah mengambil kesempatan kendati Jia hanya menggunakan dress kecil sejengkal di atas lutut—warna merah lagi. Sudah seksi dan menggairahkan sekali padahal.
Tapi, malam tadi adalah hal yang paling mengejutkan bagi Jia. Yoongi seakan kehilangan jiwanya. Jia tidak tahu apakah Yoongi meneguk lima botol alkohol berpersentasi diatas 50 atau memang dijejalkan obat perangsang oleh wanita-wanita kurang belaian di luar sana. Yoongi begitu panas, ganas—dan tahan lama.
Malas mengakui, Jia cukup merasa takut. Walau beruntung Yoongi cukup tahu diri untuk tidak mengeluarkannya di dalam—-ya tidak tahu juga mungkin satu sampai dua kali di dalam karena Jia sempat hilang kesadaraan saat itu. Mari kita berdoa saja kalau itu tidak benar-benar terjadi.
"Trisha~"—-adalah nama yang terus Yoongi sebutkan di setiap puncaknya. Sadar atau tidak, Jia sama sekali tidak mendengar namanya disebut dari birai bengkak Yoongi. Jantung Jia nyaris terhenti saat mengingat hal itu kembali, kesannya Yoongi hanya menggunakan tubuh Jia disaat ia ingin menyentuh Trisha—-sebut saja pelampiasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PALETTE✔
FanfictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA "Aku tidak senang berbagi, Trisha." "Kau senang, Yoon? Oh tentu! Kau, kan, tidak punya hati! Bajingan sepertimu memang suka melihat orang menderita." Menghindar dari Park Jimin dan terjebak di dalam kukungan Min Yoongi. Mung...
