FOLLOW DULU SEBELUM BACA
"Aku tidak senang berbagi, Trisha."
"Kau senang, Yoon? Oh tentu! Kau, kan, tidak punya hati! Bajingan sepertimu memang suka melihat orang menderita."
Menghindar dari Park Jimin dan terjebak di dalam kukungan Min Yoongi. Mung...
Jangan lupa vote komen dan share! Saling menghargai dan mengapresiasi ya^^
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TUAN PARK!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MIN YOONGI MERESAHKAN YA BUND :)
Enjoy.
.
.
"Apa yang terjadi?" Yoongi menelusupkan kedua tangannya ke dalam saku celana sembari berjalan gontai mendekati Jimin. Mendudukkan bokongnya tepat pada sofa di seberang pemuda berbirai tebal tersebut. Seperti biasanya, wajahnya terlampau datar dengan kuantitas ekspresi yang minim.
Jimin lantas terkekeh sinis. Kepalanya yang sedari tadi menunduk meniti lantai terangkat guna menatap Yoongi, sama tajamnya dengan tatapan Yoongi. "Kenapa begitu peduli, hyung?"
Tidak lekas menjawab, Yoongi bersidekap sembari menyandarkan punggungnya pada dinding kursi. Ujung birainya tertarik tipis meulas senyum miring. Netranya juga sesekali meliar guna memeta ekspresi maupun pergerakan Jimin. Agaknya Yoongi cukup berniat meluangkan waktu jika hanya untuk melihat beberapa ekspresi menyebalkan dan mendengar beberapa rencana licik yang diolah oleh otak picik Jimin. Sungguh, mungkin saking berniatnya Yoongi bersedia menelepon jasa pesan makanan agar segera mengantarkan dua atau tiga mangkuk mie kacang hitam detik ini juga—peneman untuk menikmati tontonan.
Jimin mendengus. Paham sendiri kalau Yoongi tidak akan membuka mulut dan setia menunggunya melanjuti. "Aku hanya ingin mempertahankan apa yang seharusnya kupertahankan. Kau tahu aku egois, bukan? Apa yang sudah menjadi milikku akan selalu menjadi milikku."
"Apa yang sudah menjadi milikku akan selalu menjadi milikku," ulang Yoongi dengan suara mengejek, meremehkan. Dengusan bersamaan keluar dengan tawa singkat Yoongi. "Berhenti menjadi arogan, Park Jimin." Yoongi menegur. Kali ini suaranya dalam dan rendah, cukup membuat Jimin sedikit merasa terintimidasi.
"Aku tidak arogan, hyung." Jimin menyergah singkat lantas mendelik, "Kau mungkin akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini."
Alis Yoongi terangkat sebelah. "Oh ya? Sungguh tidak menyenangkan tampaknya."