27. Pesta Kecil-Kecilan

61 8 6
                                        


Wonwoo merangkul Jiwoo sambil menatap jahil dua orang yang mereka 'kerjai' itu. Karena merasa tidak enak, mau tidak mau Euijin akhirnya melangkah mendekat. Berusaha mengabaikan kehebohan orang-orang di belakangnya dan di belakang Taeyong.

Euijin menyodorkan bucket yang sebenarnya sudah disiapkan oleh gerombolan Wonwoo. "Selamat ya, Bang," ujarnya sambil tersenyum tipis. Yang ada dipikrian Euijin adalah hanya tidak ingin merusak moment Bahagia Taeyong dihari kelulusannya.

Taeyong berdeham sesaat untuk mengurangi rasa gugup sebelum mengulurkan tangan untuk menerima bucket yang ia tahu adalah pemberian Euijin. "Makasih ya, Euijin. Dan makasih juga udah sempetin dateng."

Blitz kamera yang mengganggu, dan membuat Taeyong menoleh dengan tatapan membunuh. Dilihatnya Yuta memukul pelan lengan Ten yang ternyata lupa mematikan blitz, hingga membuat dirinya kepergok menjadi 'paparazi' dadakan. Taeyong hanya melotot dengan ekspresi mengancam 'nanti lo bakal gue abisin'.

"Bang Taeyong!"

Tidak hanya Teyong yang menoleh ketika ada suara teriakan memanggil Namanya. Seunghee berlari kecil diatas wedges tingginya. Euijin menyingkir sedikit karena dilihatnya Seunghee akan menghampiri Taeyong. Salah satu tangan cewek itu sudah terulur. Beruntung Taeyong sudah sangat sigap dengan apa yang akan dilakukan Seunghee. Cewek itu berniat mendaratkan bibir di pipi Taeyong. Namun Taeyong lebih sigap menahan pundak cewek itu dan berakhir dengan mencubit salah satu pipi Seunghee sambil tertawa canggung. Tidak ingin menyakiti hati cewek itu yang menerima penolakan darinya.

"Kok lo telat, sih?" tanya Taeyong masih berusaha terlihat cerita. Padahal hatinya sudah tidak karuan. Jika selama ini Taeyong biasa saja menerima perlakuan Seunghee yang memang lain dari yang lain, tapi tidak untuk kali ini.

Seunghee hanya menatap Taeyong, curiga. Tidak biasanya cowok itu bersikap demikian. Dengan pembawaannya yang memang elegan, Seunghee menoleh pelan dan mendapati Jiwoo serta Euijin juga berada di sana. Meski tempat umum, namun bisa dipastikan cewek itu hadir untuk Taeyong.

Taeyong membuka topi toganya karena merasa mulai gerah. "Habis ini langsung ke rumah baru Doy, 'kan?" tanya Taeyong untuk semua teman-temannya. Termasuk Seunghee karena cowok itu sempat melirik padanya untuk meminta jawaban.

"Udah jadi ambil kunci rumahnya? Siapa yang ngambil?" tanya Yuta.

"Lah, Bang. Kan ada nyonya, Doy." Wonwoo menunjuk Jiwoo dengan lirikan mata yang justru membuatnya menerima cubitan dari Jiwoo.

"Oh, lo yang udah ngerebut Doy dari Sejeong?" Seunghee mencibir dengan tatapan meremehkan. Memindai Jiwoo dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Ngerebut?" balas Jiwoo. Tidak terima jika dirinya dikatai sebagai 'perebut'. "Lo tau apa tentang Doy dan Sejeong?"

Seunghee semakin merasa tertantang. Dari Bahasa tubuhnya terlihat cewek itu semakin merendahkan Jiwoo. "Gue tau semua tentang mereka. Dan mereka nggak mungkin pacaran sama orang sembarangan."

Jiwoo mencengkeram erat lengan Wonwoo yang mulai terbawa emosi karena ucapan Seunghee. Sementara Taeyong hanya memijat keningnya, tidak habis pikir kenapa dirinya bisa berada di satu circle dengan seorang seperti Seunghee.

"Ucapan lo Cuma ngebuktiin kalo lo nggak pernah nemuin orang yang beneran sayang tulus sama lo. Bukan karena lo adalah orang dari keluarga terpandang."

"Terserah! Lagi pula Sejeong juga bisa dapetin cowok yang lebih segalanya dari Doy," ujar Seunghee sebelum berbalik. Seakan menutupi kekalahannya.

SKY AND EARTHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang