32. Malam berbintang

55 5 7
                                        


"Terus?" Taeyong bertanya dengan nada cuek.

"Jungyeon anak dari keluarga terhormat. Kalo lu sama dia.."

"Gue nggak butuh harta. Yang gue butuhin sekarang adalah Bahagia!" seru Taeyong dengan nada tinggi. Euijin sampai menggamit lengan Taeyong menggunakan dua tangan untuk meredakan emosi cowok itu.

Johnny mendekat untuk menengahi. "Seunghee udahlah. Mending lu ikut ke café Rowoon aja, kita ngobrol baik-baik di sana."

"Gue tunggu di mobil bang Yuta, ya. Ten juga udah di sana." Doyoung berpamitan pada semua yang ada di sana. Lalu menarik Jiwoo yang memang tidak ia lepaskan dari genggamannya.

***

Rowoon sudah mengatur jika café akan tutup lebih cepat untuk orang lain. Dan malam itu hanya ada teman-teman Rowoon. Akhirnya mereka berkumpul lagi setelah terakhir kali saat pesta kelulusan Taeyong, Yuta dan Johnny. Namun saat itu tanpa kehadiran Doyoung.

Doyoung membuka jasnya yang ia bentangkan pada paha Jiwoo yang malam itu hanya mengenakan dress pendek. Tanpa sadar, pemandangan itu membuat Kogyeol tidak mengalihkan pandangan. Doyoung sendiri sebenarnya tidak terlalu menyadari dengan tatapan Kogyeol.

"Gue yang bikinin minum mau?" tawar Jiwoo. Tentu yang pertama kali ia tatap adalah Doyoung, lalu beralih pada Kogyeol dan Rowoon yang kebetulan memang duduk di seberang mereka.

"Ada karyawan lain, Woo," protes Rowoon karena Jiwoo sedang off kerja. Cewek itu memang masih part time di tempat itu. Tempat yang bisa dikatakan penuh kenangan karena awal mula ia bertemu kembali dengan Doyoung.

"Gue kan mau bikini buat temen Aussie gue," kata Jiwoo yang sukses membuat Kogyeol tidak bisa menahan senyumnya.

"Tapi gue juga dibikinin, 'kan?" Doyoung juga melancarkan protes.

Jiwoo yang sudah berdiri, menoleh kembali pada Doyoung. "Avocado frappe?" tanya Jiwoo.

"Avocado frappe." Doyoung juga berujar, nyaris bersamaan membuat keduanya terkekeh bersama.

Jiwoo kemudian pergi dari sana. Dari arah pintu, Wooshin datang bersama Sejeong. "Kalian mau gue bikinin minum sekalian?" Jiwoo juga menawari dua orang itu.

Wooshin mengangguk tanpa pikir panjang.

"Gue jarang nongkrong di sini. Menunya apa aja ya?" tanya Sejeong, terlihat sedikit sungkan. Benar-benar berbeda dari sosok Sejeong yang dulu Jiwoo kenal.

"Yaudah ayo ikut gue aja," ajak Jiwoo yang bahkan sudah menarik tangan Sejeong. Mereka menuju dapur. Jiwoo menyapa beberapa orang di sana, termasuk Changkyun.

"Lu bukannya manggil gue aja," kata Changkyun yang melihat kehadiran Jiwoo di sana.

"Lu sana ke depan aja, gue bikin sendiri."

"Yaudah. Jangan lupa pake apron dulu, ntar baju lu kotor," kata Changkyun lagi sambil menyodorkan dua buah apron bersih pada Jiwoo dan Sejeong.

***

Dengan malas Taeyong berjalan menepi ke sudut café, sedikit menjauh dari keramaian teman-temannya yang saling bercengkerama. Tidak lupa sebatang rokok terjepit di sela jarinya. Di belakang cowok itu, Seunghee menyusul. Cewek itu juga akhirnya mau bergabung karena Rowoon yang sedikit memaksanya. Dari tempatnya berdiri sekarang, Taeyong bisa melihat Euijin bersama teman-temannya, Heedo, Hoshi, dan Hayoung.

SKY AND EARTHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang