Wooshin menoleh karena Ten menyentuh pundaknya. Ten mendekatkan tubuhnya, membuat Wooshin secara otomatis juga mendekat pada pemuda itu.
"Hoshi jomblo, kan?" tanya Ten.
Bukannya menjawab, Wooshin justru menoleh, menatap Ten dengan ekspresi bingung. Wonwoo sendiri masih tertarik dengan apa yang sedang direncanakan Ten.
"Mau gue jodohin ke Yujin," ujar Ten akhirnya. Sebelum Wooshin bisa saja salah paham dengannya.
Ucapan pemuda itu juga didengar oleh Wonwoo yang sama terkejutnya dengan Wooshin tadi. Tidak hanya itu, Yuta yang juga mendengar, ikut bergabung di sana.
"Yakin lu?" tanya Yuta.
"Ah, lu tau apa sih bang?" balas Ten. "Mending baik-baikin calon kakak ipar tuh," ujarnya sambil menunjuk Wooshin menggunakan dagu.
Yuta membeku mendengar ucapan Ten. Yuta melotot, dan tatapannya seperti mengatakan 'kamu tau dari mana?'.
"Maksudnya?" tanya Wooshin yang tidak mengetahui apa-apa.
Ten membalas tatapan Yuta dengan ekspresi menggoda. "Gue tau kok lu deketin Dahyun kan?"
Wonwoo sudah tidak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Ten. Saat Yuta pertama kali menanyakan tentang Dahyun, pemuda itu juga ada di sana. Dan ternyata pergerakan Yuta secepat itu.
"Beneran bang?" Wooshin hanya bisa bertanya untuk memastikan. Benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa. "Kalian kayaknya nggak selevel, bang." Pemuda itu masih segan dengan Yuta meski Yuta sendiri kini memang jauh lebih 'welcome' padanya.
"Gue ketularan Taeyong, jadi gue nggak peduli background keluarga lu kayak gimana." Yuta memegang pundak Wooshin. Harga dirinya sudah terlanjur jatuh, jadi nampaknya pemuda itu sudah tidak akan menutupinya lagi. "Lu nggak marah kan?" tanya pemuda itu. Justru Yuta yang merasa tak enak hati pada Wooshin.
Wooshin menggerak-gerakkan matanya. Sedikit menghindari kontak mata dengan Yuta. "Waah, gimana nih?" godanya. Wooshin menatap Taeyong seperti meminta pertolongan.
"Jangan direstui, Shin. Yuta brengsek," kata Taeyong asal.
Yuta melotot ke arah Taeyong, tapi tentu saja Taeyong jadikan itu candaan dan hanya menanggapinya dengan tawa.
"Lu mau coba kenalan sama kakaknya Wooshin aja nggak, bang?" Hoshi tiba-tiba nimbrung diantara mereka.
"Oh," gumam Rowoon yang diam-diam ternyata juga ikut menyimak. Tentu pemuda itu tahu siapa sosok kakaknya Wooshin yang dibicarakan Hoshi.
"Cantik?" tanya Taeyong. Tentu hanya untuk menggoda Yuta yang kali ini menjadi pusat sasaran.
"Ya cantiklah." Rowoon menjawab lagi, namun sambil menatap Wooshin.
"Iya, sih. Tapi galak," kata Wooshin akhirnya.
"Wah itu sih cocok sama Ten," ujar Taeyong lagi.
"Kok gue!" seru Ten yang terdengar memprotes yang justru menyulut tawa teman-temannya.
***
Berminggu-minggu setelah hari itu. Tadi Taeyong sudah mengabari teman-temannya jika foto mereka sudah selesai dicetak dan sudah diambil oleh pemuda itu.
//Anak buah Taeyong//
Taeyong : "Foto udah jadi nih."
Yuta : "Ketemu di cafe Rowoon aja."
Doyoung : "Boleh tuh, gue naik kereta pagi dari Bandung."
Wonwoo : "Yaudah langsung ketemu di sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY AND EARTH
Fanfiction"Persahabatan gue terasa seperti bisnis." -Wonwoo "Doyoung gitu-gitu harga dirinya tinggi, mana mau sama cewek yang lebih kaya dari dia." -Taeyong "Gue cuma ngebayang gimana sahabat gue berada di posisi kayak dia, gue cuma berharap ada orang baik ya...
