Evelyn dan Elios berjalan bergandengan tangan. Mereka berdua menikmati pemandangan kota yang menyenangkan.
"Huh. Kak El bolos yuk." Seru Evelyn tiba tiba.
"Tumben."
Mata Evelyn berkaca kaca "Ayok bolos, Ev tak suka dengan guru Kimia dia jahat."
"Hiks hiks kemarin dia bilang dia tak mau melihat wajah Ev yang sok cantik. Padahal Ev tak melakukan apapun."
"Setiap masuk di kelas dia pasti selalu menghina Ev depan semua orang. Ev malu."
Elios menatap jalanan dengan tatapan yang sulit dibaca. Itu benar, guru muda yang berpakaian ketat itu tak suka dengan Evelyn yang notabenya adalah gadis tercantik di sekolah.
Lebih tepatnya guru itu iri pada kecantikan alami yang gadis ini pancarkan. Diam diam Elios selalu mengawasinya.
Elios segera memeluk Ev dan mengelus punggung si cantik yang terus terisak.
"Evelyn tak suka?"
Evelyn mengangguk "Iya Evelyn tak suka. Hiks hiks tak suka."
"Setelah ini dia tak akan menganggu Evelyn lagi."
Evelyn mendongak "Maksudnya?"
"Tadi Ev mau bolos kan? Yasudah ayo kita pergi."
Ev tersenyum mengembang si kecil itu mengangguk semangat. Kemudian kedua insan mesra tersebut pergi ke taman bermain menikmati berbagai wahana dengan hati yang gembira.
"Uhh..."
Elios yang sedang makan ice cream menoleh pada Evelyn.
"Ada apa?" Tanyanya lembut.
"Mau pipis."
Elios menoleh ke samping dimana di ujung sana terlihat sebuah toilet umum "Ayo kak El temankan."
Segera Elios menggandeng Evelyn menuju kesana. Disana ia masuk ke toilet wanita begitu saja. Masuk bersama dengan Evelyn tanpa menunggu di luar.
"Kakak, kakak tunggu diluar saja." Evelyn mengatupkan pahanya tak tahan.
Elios mengelus pipi Evelyn lembut "Kakak ingin menjagamu sayang."
Sudahlah, Evelyn segera saja melorotkan rok sekolahnya namun tangannya ditahan oleh tangan besar dan berurat milik Elios.
"Biar aku saja." Setelah itu Elios melorotkan rok Evelyn juga celana dalamnya. Disana ia menatap vagina Evelyn dengan tatapan dalam.
Ia menatap milik si cantik dengan tatapan memuja. Tanganyya terulur tuk mengelusnya lembut.
"Sebentar lagi aku akan menanam seluruh benihku disini. Setiap hari hingga Evelynku sulit berjalan." Gumam Elios. Lalu mengecup vagina milik Ev.
Segera Evelyn duduk di toilet dan melepaskan sesuatu yang sedari tadi ia tahan. Akhirnya ia pun merasakan lega.
Evelyn yang melihat Elios sedang menatapnya menjadi kepiting rebus. Segera ia mendorong tubuh El tuk keluar dari sini.
"Kak El keluar. Kalau kak El tak keluar Ev tak mau tidur di samping kak El lagi."
Elios tau perkataan yang keluar di mulut kekasihnya bukanlah hal yang main main. Karena Ev adalah pribadi yang selalu mengatakan hal sesuai dengan apa yang nanti ia lakukan.
"Baiklah sayang. Kak El keluar tapi kau harus tetap tidur di samping kakak ya? Kau tau kan kakak tak akan bisa tidur jika tak ada Ev."
Evelyn mengangguk, dengan berat hati Elios meninggalkan Evelyn sendiri. Pria itu menunggu kekasihnya di depan pintu. Setelah selesai, Evelyn membuka pintu lalu memeluk punggung El dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I Scary?
RomanceElios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menut...
