Sesuai apa yang sudah Elios katakan kemarin, pria itu melakukan semuanya kepada Darla. Menyayatnya dengan pisau, menodongkan dengan besi panas, mencambuk, menguliti dan masih banyak lagi hal keji lainnya.
Seperti sekarang Darla dengan tubuh telanjangnya sedang diikat kakinya ke atas sedangkan kepalanya berada dibawah. Persis seperti daging babi yang digantung di pasaran.
Bahkan jari jari tangan Darla pun sudah tak terbentuk dengan semestinya, ada yang panjang sebelah dan ada yang tidak.
Sebelah mata wanita itu pun sudah bolong dengan sebuah paku yang masih tertancap disana. Sedangkan yang satu lagi masih utuh dan baik baik saja.
"To...long..."
"Haa, masih bisa bicara ya." Elios yang sedang mengais kapak menatap dengan pandangan kesal
Elios mengambil sebuah pisau tajam disebelahnya dan dengan sekali tebasan perut itu terkoyak menampilkan usus ususnya menjuntai keluar.
"Ughh..." Darla memuntahkan darah.
"Sepertinya Tuhan sudah mentakdirkan dirimu berakhir dengan darah. Karena nama kalian yang mirip."
"Darla.... Darah." Pria itu mengangguk setuju dengan ucapannya.
Lalu ia menoleh pada Darla yang sedang merintih seraya bergumam tak jelas.
"Haaaa kau kutuk saja ibumu, karena memberi nama seperti itu."
"Ah, kau tau kan apa kesalahanmu?"
"Ta...uh,"
Elios menampar kuat pipi wanita tersebut "Bicara yang benar." Ujarnya datar.
"Tauh... Memisahkan Ey...os dewngan Eplin."
Wanita itu harus menjawab semua pertanyaan nya jika tidak pria ini akan terus menyiksanya lagi dan lagi.
Elios menampar wanita itu bertubi tubi. Ia menatap Darla dengan nafas yang menggebu gebu.
"Siapa yang menyuruhmu menyebut nama Evelyn dari mulut busukmu itu hah?!"
"SIAPA!!!"
"NAMA EVELYNKU YANG SUCI TAK BOLEH DISEBUT OLEH WANITA SEPERTIMU!!"
Elios menggeleng histeris raut wajahnya berubah ketakutan "Tak boleh nanti Evelynku jadi kotor."
Lalu ia menatap Darla dengan tatapan penuh kebencian "Akan kuhukum kau!"
"Mati kau!!"
Elios mengambil sebuah besi yang sudah dipanaskan. Ujung besi itu berwarna merah menunjukkan bahwa ia sangat sangatlah panas.
Elios mencengkram rahang wanita itu membuka mulutnya lalu menarik lidahnya.
"Ja....nan."
"AAAAKKKHHHHHH!!!"
Tentu, Elios menodongkan besi panas tersebut ke atas lidah Darla. Menodongkannya hingga berlubang, Elios tertawa perasaan gembira datang menyelimuti jiwanya.
"HAHAHHAHAHA,"
Setelah itu, Elios mengambil sebuah paku lalu merangkai sebuah nama di atas kulit wajah Darla.
"AKKHHHH SAKIT SAKIT HENTIKANN!!!""
Elios menekan paku tersebut dalam dalam, hingga kulit itu koyak. Tentu, huruf pertama yang ia rangkai adalah huruf,
E
Lalu berlanjut ke..
V
E
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I Scary?
RomansaElios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menut...
