Chapter 23: Good Plan

31.2K 2.5K 182
                                        


Evelyn membekap mulutnya tak percaya. Mr. Lison dikabarkan meninggal dunia dengan keadaan tubuh yang sudah hancur dan gosong.

Lihatlah bahkan di luar gerbang rumahnya banyak para wartawan yang datang berbondong bondong siap memberikan sejuta pertanyaan yang akan menjadi berita heboh untuk dunia.

Para bodyguard sudah dikeluarkan untuk mengurus mereka semua. Camila memijat pelipisnya, ia tak menyangka Key akan pergi meninggalkan secepat ini.

Yah, walaupun dirinya hanya menginginkan harta pria itu tapi tak menutup kemungkinan ia sangat sedih dengan berita ini karena kau tau Key adalah pria yang sangat baik dan tak pernah berlaku kasar padanya.

Camila melirik pada Elios yang terlihat duduk santai sambil mengunyah sebuah anggur disana.

"Ayahmu mati, dan kau biasa biasa saja? Apa kau tak memiliki hati, Elios?" Tanya Camila sembari mendelik.

Luna menambah "Itu benar, aku yang bukan anaknya saja sedih. Kau yang putra kandungnya tak ada rasa belas kasihan hah?!"

Elios tersenyum receh "Apa perduliku."

"Walau dulu dia sangat jahat padamu tapi dia itu tetaplah ayah kandungmu."

Elios berdiri dari acara duduknya. Ia menatap kedua anak dan ibu itu dengan tatapan remeh.

"Semua aset perusahaan sudah berada di tanganku. Jadi-"

"Jangan banyak tingkah jika masih ingin tinggal disini."

Camila melotot, telunjuknya mengarah pada Elios memperingatkan "Kau!! Kau tak akan bisa mengusir kami dari rumah ini."

"Kenapa tidak? Aku adalah tuan rumah ini sekarang."

"Kau!!" Luna menggeram.

Elios menarik sudut bibirnya. Ia melirik pada Evelyn disana yang sedang menunduk dalam dalam.

Oh tidak kesayanganku~ jangan memasang tampang seperti itu. Aku tak akan mungkin mengusirmu dari sini. Batin Elios dalam hati.

"Baiklah, kau boleh mengusir kami. Tapi, berikan seperempat harta yang sudah Key janjikan."

"Ahh, bagaimana ya..." Elios menjatuhkan punggungnya di atas sofa.

Seorang pengacara datang ia membuka koper miliknya dan memberikan sebuah map yang berisi pembagian harta yang sudah Key wasiatkan kepada Elios.

Elios membuka map tersebut dan membaca lembar demi lembaran dokumennya.

"Yah, sayangnya tak ada namamu disini."

"A apa?!"

"Mungkin, dia lupa."

"Itu tidak mungkin! Tidak mungkin Key melupakan kami. Atau jangan jangan-" Camila menjeda kalimatnya seraya melotot menatap Elios "Kau yang sengaja menghilangkan suratnya!!"

"Entahlah." Balas Elios dengan senyum remeh.

"Elios!!!" Bahu Camila naik turun. Luna mendekati ibunya berusaha menenangkan.

"Tenanglah. Aku pasti akan membaginya tapi yah tergantung bagaimana mood ku nanti." Setelah berujar seperti itu Elios pergi ke ruangan Key. Ruang yang paling besar di mansion ini.

Pria jangkung itu berjalan menaiki tangga dengan aura hitam miliknya.

"Mulai sekarang ruangan ini adalah milikku!" Serunya lalu berbaring santai di atas kasur megah yang ada disana.

"Pelayan!"

Elios memanggil kepala pelayan memberi perintah untuk memindahkan barang barang Camila keluar dari kamar ini.

Am I Scary?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang