"Kak El hiks bangun..."
Evelyn terus memompa dada Elios dengan kedua tangannya. Memberikan nafas buatan, berharap ia bangun namun tak ada hasilnya membuat mata itu berkaca kaca.
Evelyn menoleh ke sekeliling "Siapapun bantu Evelyn. Ev mohon."
Suaranya bergetar "Ev mohon."
Ini semua salah dirinya. Elios begini karena salahnya karena dirinya yang tidak mempercayainya dan membuangnya begitu saja.
Evelyn memeluk leher pria itu lalu berteriak.
"SIAPAPUN TOLONG..."
Namun tak ada orang dibawah sana. Hingga membuat Evelyn semakin mengeratkan pelukannya pada leher Elios, disana ia memejamkan mata dan berdoa.
"Tuhan tolong, Evelyn akan rajin belajar, tidak pernah mengeluh dan jadi anak yang baik. Tapi tolong bukakan mata kak El... kak Elios sakit semuanya karena Evelyn, tolong selamatkan dia."
"Jangan buat kak El sakit buat Ev saja yang sakit karena yang jahat itu Ev bukan kak El."
Elios terkekeh melihat wajah serius Evelyn yang terlihat sangat lucu dimatanya.
"Ka kak El?"
"Kak El sudah bangun?"
Elios duduk dari acara berbaring nya menatap Evelyn dengan senyuman sedangkan yang ditatap menunduk takut.
"Hey, kenapa menunduk begitu hmm? Ada apa?" Elios menarik dagu Evelyn agar menatap padanya.
"Kak El tak marah?"
"Marah kenapa?"
"Ka karena Ev jahat waktu itu..."
"Ma maaf. Kak El boleh benci Ev tapi jangan tinggalkan Ev."
Elios menggeleng lalu mengecup kening Evelyn cukup lama. Bibir Evelyn bergetar Elios sama sekali tak marah padanya, Elios memang tak pernah marah kepada Evelyn semenjak mereka menjalin hubungan.
"Kenapa kak El tak marah! Kak El bodoh ya, Evelyn kan sudah melukai kak El dan buat kak El sakit."
Seharusnya Elios marah, seharusnya Elios memaki dirinya. Hal itu lebih baik karena jika Elios tak menyalahkan dirinya sedikitpun Evelyn semakin terlarut dalam penyesalan.
"Kak El harus bagaimana?" Tanya Elios.
"Uhh,"
Bibirnya gemetaran. Bagaimana mungkin Elios bisa sebaik ini pada dirinya yang jahat. Jika begini kan Evelyn jadi makin sayang.
"Huaaaa,"
Evelyn segera menubruk tubuh Elios dengan pelukan. Elios membalas pelukan itu dengan senyuman. Dan disana Evelyn menangis tersedu sedu
"Ma hiks maafkan Evelyn kak El... Maaf hiks maaf Ev bodoh Ev jahat Ev salah. Kak El hiks Maaf hiks maaf hiks hiks."
"Ev sudah tau semuanya, kak El tak salah hiks Evelyn- hiks hiks yang salah."
Bahunya naik turun karena manangis bahkan ingusnya pun turun tanpa bisa ia kendalikan.
"Syukurlah. Kak El senang Ev tak marah lagi."
Elios mengusap ingus bening milik Evelyn dengan ujung jempol miliknya lalu menjilatnya. Asin rasanya namun Elios suka.
Ya... memangnya apa yang Elios tak sukai dari tubuh Evelyn? Jawabannya tak ada.
"Hiks tapi kenapa kak El hiks pergi ke sana."
Evelyn menunjuk pada lautan setelah itu ia kembali mendongak menatap Elios. Dari wajah itu seolah menanti akan jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I Scary?
Storie d'amoreElios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menut...
