Elios membawa Evelyn ke suatu tempat. Ia mengendarai mobil di kegelapan malam. Suasana tampak begitu sunyi dan pemandangan di luar hanya ditemani oleh hutan lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi.
Ini mengingatkan Evelyn pada tempat yang dulunya ia dibawa Dexter.
"Kak, kemana?"
Satu tangan Elios digunakan untuk mengemudi dan satunya lagi digunakan untuk mengecup punggung tangan Evelyn.
"Kita akan pergi jauh sayang."
"Kemana?"
"Ke tempat yang lebih aman. Untuk Ev."
"Ada apa dengan mansion? Mansion juga aman kan?"
Elios tak menjawab. Evelyn menggosok kedua tangannya.
"Dingin?" Tanya Elios.
Evelyn mengangguk "Iya."
Elios menghentikan mobil. Melepaskan kemeja lalu membalutkan ke tubuh Evelyn. Sekarang tinggal tubuhnya dengan sebuah kaos putih.
"Maaf ya, kakak tak pakai jaket."
Evelyn mengangguk "Tak apa. Tapi kita kemana?"
Elios kembali menancap gas dan melaju. Fokusnya hanya tertuju pada jalan. Jalan yang begitu sepi bahkan hanya terlihat cahaya dari lampu mobil mereka dan tak ada satu pun kendaraan yang melewati jalan ini.
"Mulai sekarang Ev tak perlu sekolah. Kakak juga akan mempercepat pernikahan kita sayang. Kita akan menikah di sini."
"Disini?"
"Iya."
"Di hutan ini?"
"Iya."
Kaget dan bingung. Itu yang Evelyn rasakan.
Sedangkan Elios semakin dalam menyusuri jalan. Suasana dingin dan pepohonan yang tinggi menjadi teman mereka. Semakin waktu berlalu semakin lama entah kenapa Evelyn merasakan bulu kuduknya bergidik.
Tak lama setelah itu. Elios membelokkan mobil masuk ke dalam sebuah jalan kecil yang dimana terdapat sebuah papan kuning dengan bersimbolkan do not entry.
Evelyn melihatnya bingung. Sedangkan Elios tetap fokus dalam lajunya.
Dan seketika itu, jantung Evelyn serasa berdegup kencang saat melihat disana, di depan sana ada sebuah mesin gergaji yang menyala di sebelah pohon.
"Kak apa itu?" Tangan Evelyn gemetar.
"Disini aman sayang. Jangan takut."
Setelah melewati jalan yang panjang. Akhirnya Elios menghentikan mobilnya. Ia keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Evelyn.
Evelyn melihat lurus. Di sebalik kaca mobil, di depan sana terdapat sebuah mansion tua yang terbengkalai.
Disaat Evelyn keluar. Ia disambut oleh suara jangkrik yang bersahut sahutan. Evelyn melihat ke sekeliling, tak ada tanda tanda kehidupan hanya angin dingin yang serasa menembus sampai ke tulang.
Satu tangan Elios memeluk pinggang Evelyn sambil membawanya jalan lurus masuk ke dalam rumah besar itu. Evelyn semakin mengeratkan pelukannya pada kemeja Elios.
"Ini adalah mansion tua milik keluarga Lison dari tahun ke tahun. Ini juga mansion pertama."
Evelyn memagut magut. Pantas saja walau terbengkalai tetap terlihat megah dilihat dari sudut manapun.
Krieet
Elios membuka pintu. Membawa Evelyn masuk ke dalam. Disana Evelyn duduk di sebuah sofa kecil yang depannya terdapat perapian yang sudah menyala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I Scary?
RomanceElios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menut...
