Chapter 16: To Destroy u

40.2K 2.8K 427
                                        


Semua panik ketika Evelyn tak berada di mansion. Dexter menunjuk nunjuk pada Elios bahwa pria itulah pelaku yang sudah menyebabkan menghilangnya Evelyn.

"Aku tak bohong bu, terakhir kali Evelyn bersama dengan pria itu. Sungguh."

Lison menggeram menatap Dexter "Itu tidak mungkin, Elios baru saja pulang dari rumah sakit dan kau malah menuduhnya?"

"Ta tapi-"

Bukannya Camila membela Elios tapi ia juga lihat malam itu Dexter menyeret Evelyn ke lantai paling atas, lantai empat.

Camila ingin membuka suara namun ia tak bisa berkutik jika sudah berhadapan dengan salah satu keluarga Capulet karena dirinya punya hutang besar pada mereka. Tentunya hutang nyawa juga termasuk, hal itu membuatnya bergidik dan memilih diam saja.

"Ibu bagaimana ini, Evelyn bu."

"Kau diamlah! Jangan menambah pusing di kepalaku!" Timpal Camila menatap Luna tajam.

"Haiss anak itu, kemana dia..."

Diana berusaha menenangkan suasana.

"Bisa jadi dia sedang menginap di rumah temannya. Biarkan dia menikmati masa mudanya."

Luna mengangguk setuju "Sepertinya iya sih, sebab kemarin dia bilang ingin menyelesaikan tugas kelompok di rumah temannya."

Camila mengerutkan keningnya "Tumben sekali dia pergi tanpa memberi izin."

Suasana sudah mulai kembali tenang. Dalam diam Lison melirik pada Elios yang sedang menyeringai penuh kemenangan.

Lison tau, pasti semua ini ada hubungannya dengan Elios. Terbukti dengan Elios yang merampas kunci motor dan pergi dari rumah.

***

Saat ini, keadaan Evelyn sangat kacau wajah wanita itu terlihat sembab karena air mata dan juga rambutnya yang sudah lagi tak beraturan.

Dirinya sedang diikat dan disekap di sebuah rumah kosong dan Evelyn tidak tau dimana rumah ini. Dan tentu saja pelaku penyekapan ini adalah Elios.

Mulut Evelyn diikat oleh sebuah kain berwarna putih. Kedua tangannya pun juga terikat sedangkan kakinya dibiarkan bebas. Evelyn dikurung di sebuah sangkar burung yang berukuran sangatlah besar.

Pintu itu terbuka, menampilkan sosok seorang pria dengan setelan hitam kesukaannya juga dengan sebuah topi yang bertengger di atas kepalanya.

Elios tersenyum tipis seraya berjongkok menatap pujaan hatinya yang terkurung dalam sangkar.

"Sayang, kau tidak nakal kan disini?"

Elios membuka kain putih yang melilit mulut wanitanya untuk berbicara.

"Kak El hiks hiks lepaskan Ev. Kenapa kak El jahat sekali."

Elios menggeleng di sebalik besi besi itu Elios menjulurkan tangannya tuk mengelap air mata Evelyn.

"Apa yang kau katakan sayang? Kakak selalu melakukan yang terbaik untukmu."

"Maafkan kakak sudah mengurung Ev. Kakak terpaksa melakukan ini, karena Ev tak akan mendengarkan kakak jika tidak dikurung... kan?"

Gadis itu terus menangis dan terisak.

"Shht sayang berhenti menangis. Dan dengarkan kakak, kakak tak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu. Jika Ev tak percaya, Ev bisa melihat cctv yang ada di sekolah."

"Kita lihat bersama sama ya? Ev mau kan?"

"Hiks- tidak! Di dalam toilet kan tidak ada cctv mana mungkin bisa."

Am I Scary?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang