Luna yang sedang mengunyah sebuah apel di tangannya tersenyum mengembang ketika melihat ibu dan adiknya itu turun dari tangga, mendekat ke meja makan mewah tempatnya duduk.
Sedangkan Elios tampak sedang mengambil sebuah kotak susu di dalam kulkas lalu menuangkannya ke dalam gelas kemudian meletakkan gelas tersebut di atas meja yang biasa Evelyn tempati.
Hal itu sontak dibalas dengan senyuman Evelyn.
"Terima kasih kak El!" Seru Evelyn menatap Elios dengan tatapan mendamba.
Elios tak membalas ia hanya menjawabnya dengan senyum tipis.
Luna menarik ujung baju adiknya menyuruhnya duduk segera ke atas kursi. Dengan kaget pantat Evelyn menyentuh kursi karena tarikan dari kakaknya.
"Sarapan cepat, nanti kau terlambat." Ujar Luna.
Evelyn menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman. Namun ketika ia ingin menyuapkan sebuah roti lapis ke dalam mulut. Tangannya terhenti ketika mendengar seruan dari sang ibu.
"Oh iya Ev, semalam gurumu menelfon ibu. Dia bilang kau kabur secara terang terangan. Apa itu Ev? Sejak kapan kau mulai nakal begini? Kau itu niat sekolah atau tidak?!"
Camila menatap Evelyn dengan alis yang bertaut "Di setiap pelajaran nilaimu selalu rendah. Tak ada yang bisa dibanggakan dari mu selain wajahmu itu."
Di atas meja panjang itu Camila memarahi Evelyn. Semua mata yang berada di sana terkunci pada Evelyn kecuali Elios yang sedang menatap Camila dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
Evelyn menunduk dalam dalam sambil mengaduk sup miliknya.
"Maaf." Lirih Evelyn.
Camila menghela nafasnya. Menikahkan Evelyn dengan keluarga Capulet adalah pilihan yang tepat. Karena, otak Evelyn memiliki loading yang kadang cukup lama.
"Yasudah lah. Cepat ke sekolah sana nanti kau bisa terlambat." Ujar Camila sembari memotong daging dengan sebuah pisau kecil lalu memakannya.
Evelyn mengangguk, ketika ia ingin berdiri geraknya terhenti ketika Camila kembali berseru.
"Astaga!!"
"Satu bulan lagi kau ujian kenaikan kelas bukan." Tanya Camila seraya melotot menatap Evelyn.
Yang ditatap hanya diam sembari menunduk dalam dalam dan memilin ujung bajunya.
"Aduh aduh. Nanti ibu sewa guru privat untukmu Ev siap siap dari sekarang."
"Ev tak mau! Ada kak El yang bisa mengajar Ev. Ev tak mau yang lain."
Camila menaikkan sebelah alisnya. Ia melirik Elios yang sedang menyeringai kemudian kembali menatap pada Evelyn.
"Sejak kapan kau berani membantah hah? Kau mau menjadi anak durhaka? Iya?"
"Ev tak mau!!" Evelyn menghentakkan kakinya.
"Ev cuman mau kak El!!" Tegasnya sekali lagi.
Setelah itu Evelyn menarik tangan Elios membawa pria itu keluar dari mansion dan pergi ke sekolah.
Camila memijit pelipisnya. Sejak kapan Evelyn mulai suka membantah seperti ini. Perasaan dulu dia adalah gadis yang sangat sangat penurut dan baik hati.
"Kenapa sekarang Ev, jadi begitu sih."
Luna yang sedang makan menghedikkan bahunya "Dia sedang melewati masa pubernya jadi biarkan saja bu jangan dipikirkan."
"Oh iya." Camilla melirik jam ditangannya.
"Ngomong ngomong dimana Key tumben sekali belum pulang jam segini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I Scary?
RomanceElios Lison Adalah seorang pria buruk rupa yang jauh dari kata sempurna. Hari hari yang ia lalui selalu bertemankan penderitaan dan kesepian. Ada saja cemohan dan cibiran datang setiap satu langkah kaki ia berjalan. Hingga ia memutuskan untuk menut...
