Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Workaholic |2| |Carra's Boyfriend (Ex)|

26.6K 1.7K 82
                                        

Hai readers!

I'm back!

Don't forget to vote, comment, and share ya!

Ps: setelah baca part ini jangan lupa meluncur ke ig @m.lavenaa untuk baca Epilognya❤️

Happy reading!

Thank you!

***

"Itu yang terjadi, Ms. Hernadez. Jadi berdasarkan penilaian saya, restoran tersebut tidak layak menjadi bagian dari VH Hotel," ucap Carra dengan tegas, tanpa ragu sedikitpun. Sebuah iPods tertanam di telinga Carra. Wajah Carra tetap tegas, memancarkan aura mengintimidasi. Tangannya membelokkan setir ke parkiran sebuah restoran lain yang tak kalah mewah serta ramai. Jarak hotel di mana restoran tadi berada dengan restoran yang ia datangi sekarang memang tidak begitu jauh. Dan Carra mensyukurinya.

Terdengar helaan napas dari sebrang sana. "Aku selalu percaya dengan penilaianmu, Carra," sahut orang yang ditelepon Carra yang tak lain adalah Veila Hernadez.

"Dan demi Tuhan Carra, kenapa kau rajin sekali? Ini sudah menjelang malam, okay. Kau bisa melaporkannya, bahkan mendatangi restoran itu besok."

Carra memarkir mobilnya dengan rapi nan lihai. "Maaf kalau saya menganggu waktu istirahat Anda, Miss."

"Hei, bukan itu maksudku! Kau tahu itu!" gemas Veila.

Senyum tipis terukir di wajah cantik Carra. "Saya memiliki janji di restoran yang tidak jauh dari restoran itu, Miss." Ia menghela napas. "Saya hanya tidak menyangka pelayanannya seburuk itu." Carra melepas sabuk pengamannya lalu mematikan mesin mobilnya.

"Wow. Aku tebak kau mau berkencan?" balas Veila dengan nada jahil.

"Iya. Dan saya terlambat." Carra meringis.

"Kau-kau sama saja dengan kakakku, Carra." Veila berdecak. "Kenapa kalian sangat mirip dan gila kerja, hah? Untung Cedric tidak! Kalau Cedric juga, maka aku-sebentar! Aku jadi teringat sesuatu begitu mengucapkan kata kencan!"

Kedua alis Carra terangkat. "Anda melupakan kencan Anda dengan Mr. Wood, Miss?"

"Bukan, itu tidak mungkin!" Veila terdengar heboh. "Aku mengatur kencan buta untuk kakakku dan belum ada kabar kalau dia sudah muncul! Dasar penggila kerja! Allard Levi Hernadez, awas saja kalau kau terlambat. Carra, aku tutup dulu. Aku harus memastikan kakakku datang! Terima kasih atas kerja kerasmu! Selamat berkencan!"

Klik.

Panggilan terputus. Carra menurunkan ponselnya. Tanpa sadar, kernyitan terukir di dahinya. Apa? Veila mengatur kencan buta untuk Allard Hernadez, bujangan paling diicar di seluruh New York, bahkan Amerika Serikat?

Ya, Allard adalah kakak kandung Veila Hernadez yang merupakan billionaire tampan, baik, muda, tak lupa kaya. Satu lagi, ia terdengar setia. Sebenarnya lebih ke arah misterius. Karena Allard tidak pernah terlihat dekat dengan wanita mana pun, atau lebih tepatnya belum. Padahal hanya dengan menjentikkan jari, akan ada banyak wanita yang menggelilingi Allard dengan senang hati.

Bahkan sampai ada desas desus bahwa Allard adalah gay, tapi tidak ada yang peduli dan sebagian besar tidak percaya. Karena semua anggota keluarga Hernzadez memang terkenal sebagai pasangan yang setia. Jadi lebih banyak orang yang berasumsi bahwa Allard masih mencari the one, wanita beruntung yang akan bersanding dengannya.

Workaholic (Republish)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang