Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Workaholic |38| |Barrier|

12.2K 959 26
                                        

Hai readers!

I'm back!

Don't forget to vote, comment, and share ya!

Happy reading!

Thank you!

***

Allard mengangguk. "Mommy dan daddy istirahat saja. Aku harus menelepon Carra."

Meskipun baru mengetahui fakta yang pahit hari ini, Allard tetap mengingat janjinya.

Sebelah alis Veina terangkat. "Kau mengusir mommy-mu supaya bisa menghubungi wanita lain?" sahutnya dengan nada suara bercanda.

"Aku berjanji menjemputnya, Mom. Tapi aku rasa aku belum sanggup menemuinya," sahut Allard seraya tersenyum tipis.

Allard tidak sanggup menjemput Carra. Lebih tepatnya, ia belum sanggup bertemu Carra dan melihat Carra. Karena dengan seperti itu, ia akan semakin ingin bersama Carra. Allard semakin berharap bahwa fakta yang ia ketahui hari ini salah. Allard harap fakta itu hanya lelucon. Namun, sebenarnya kenyataan yang baru ia ketahui hari ini membuat Allard tidak bisa bersama Carra. Bagaimana Allard bisa berhadapan dengan Carra?

Allard tidak bisa. Allard tidak sanggup.

***

Carra menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya yang nyaman. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu lima belas menit setelah jam pulang kerja. "Dia tidak pernah terlambat, Anna," ucapnya penuh penekanan pada sahabatnya yang berada di sebrang sana.

"Katamu dia sakit, Carra. Mungkin saja karena itu."

Mata Carra melebar. Tubuhnya langsung menegak kembali. "Maksudmu Allard terlambat karena sesuatu terjadi kepadanya?!"

"Bukan begitu. Telepon saja kalau kau khawatir." Terdengar suara pasrah Anna dari sebrang sana.

Carra berdecak. "Lalu bagaimana kalau dia sedang menyetir? Aku akan menganggunya. Aku juga belum menjadi siapa-siapanya."

Di sebrang sana, Anna yang sedang merapikan gaun pernikahan hasil desainnya itu memutar mata. "Tepat sekali, belum. Karena itu segera jawab dia, Carra. Jadikan dia kekasihmu. Dia adalah Allard, Carra. Pria yang memintamu menjadi kekasihnya adalah Allard Levi Hernadez, bujangan paling diincar seluruh negeri. Apa yang kau tunggu?"

"Aku--" Carra tidak melanjutkan kata-katanya, ia melihat ponselnya yang bergetar menandakan ada panggilan lain yang masuk.

Hai semuaaa

Maaf, part ini sudah tidak lengkap di Wattpad karena guna kepentingan penerbitan

Untuk kelanjutan kisah Allard & Carra bisa dibaca di versi novelnyaa yaa

‼️Pre Order Workaholic sudah dibukaa🔥
Klik link di bio author untuk baca kelanjutan kisah Allard & Carra ya‼️

Workaholic sudah bisa dipesan di e-commerce seperti shopee grassmediaofficial

Search Workaholic di shopee❤️

Search Workaholic di shopee❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Thank you-M

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Thank you
-M. Lavena-

Workaholic (Republish)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang