Chapter 40: Malam Ini Kita...

12.3K 813 92
                                        

Dua orang laku-laki berdiri di depan pintu, salah satunya memegang ujung baju laki-laki yang ada di depannya. Angga menoleh pada remaja di belakangnya "Apa?"

"Kak Angga, kok ganti baju?"

Angga mengganti tuxedo putihnya dengan sweater biru dan celana training hitam. Angga tidak menjawab dan melanjutkan membuka pintu, tapi tarikan di bajunya kini mengencang "Apa lagi?"

Rona merah mulai tampak di wajah Delfin "Kak Angga, mau aku gendong Bridal Style?"

Menatap Delfin tanpa ekspresi berarti, Angga menggenggam tangan remaja yang kini jadi pendamping hidupnya, kemudian menyeretnya masuk dengan sedikit terburu "Gak usah macem-macem. Badan kamu kecil, saya- aku berat."

Angga mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu "Akra, kamu cepet ganti baju, setelah itu kita langsung tidur." Delfin yang sedang melepas jasnya berhenti, matanya menatap Angga heran "Loh, langsung tidur?"

Angga sendiri menetap Delfin aneh, nerpikir apakah ucapannya ada yang salah "Memangnya kenapa? Kamu gak capek?" Angga berdiri dan melangkah menuju kamar mereka "Saya- Aku ke kamar dulu." Dengan tatapan tak percaya, mata Delfin mengikuti gerakan Angga sampai pria itu menghilang di balik pintu "Lah?"

Mengenakan kaos oblong dan celana pendek, Delfin berbaring telentang di sebelah Angga yang membelakanginya. Hati dan pikirannya kacau memperdebatkan pilihan yang akan dia buat. Menghadap punggung lebar Angga, Delfin menaikkan selimut mereka sebatas leher "Selamat malam, Kak"

Tangannya memeluk pinggang Angga, dapat dia rasakan gemetar kecil pada tangannya saat menyentuh perut Angga yang rata. Dia merasa lucu pada dirinya sendiri, karena saat belum menikah dia begitu sembrono dan sekarang malah rasa canggung dan gugup itu meluap-luap tak terkendali. Delfin memberanikan diri menghapus jarak antara mereka dan mempererat pelukannya.

Mata bergetar, terbuka perlahan, dan berkedip beberapa kali menyesuaikan intensitas cahaya di ruangan ini. Delfin bangun dan melirik jam "Masih tengah malam" Membetulkan posisinya, Delfin berhadapan dengan wajah Angga.

Rasa kantuknya seketika sirna, dia menatap Angga dan matanya menelusuri bentuk wajah di depannya. pandangannya terpaku pada bibir merah penuh yang seperti meminta untuk dikecup, Delfin tergoda. Meski ia pernah merasakannya tapi itu sudah lama sekali.

Matanya terpejam dan dengan berani wajahnya mendekat perlaham, dapat dirasakan nafas teratur laki-laki di hadapannya ini. Delfin menempelkan bibirnya ke bibir Angga dengan ringan dalam tempo yang lama, tak ada gerakan mendesak atau tekanan kuat, hanya menempel seolah rindu akan sensasi kenyalnya bibir Angga.

"Akra"

Gerakan bibir dan panggilan yang tiba-tiba mengagetkannya "K-Kak Angga, bangun, kak?" Delfin terlonjak dan duduk menjauh, tangannya menutupi mulutnya. Dalam kagetnya, Delfin melihat Angga menyentuh bibirnya sejenak, kemudian duduk dan menepuk tempat di sebelahnya "Sini."

Delfin menggeser tubuhnya, duduk di sebelah Angga hingga bahu mereka bersentuhan. Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.

"Akra." Angga mengambil tangan Delfin, menempelkan jari laki-laki itu dibibirnya, lalu ditempelkan ke bibir Delfin sendiri. Senyum tipis mengembang di bibirnya melihat reaksi terkejut remaja lelaki di sampingnya, melihat Delfin langsung menarik tangannya dan mengapitnya di paha.

"Kak Angga, jangan gitu," Dengan kepala tertunduk dan kaki yang bergerak-gerak "Aku gak kuat" Pandangan Delfin memelas, nafasnya memberat, dan suhu tubuhnya dapat Angga rasakan meningkat. Delfin menggeser tubuhnya lebih rapat ke Angga "Kak, boleh ya?"

Angga memejamkan matanya

Dalam hati Delfin mengumpat keras. Dengan perlahan dia tempelkan bibirnya ke bibir Angga, kecupan ringan lambat laun berubah berat dan mendesak. Mata Angga terbuka saat merasa sapuan basah di bibirnya. Dengan ragu dia membuka mulutnya.

MILKYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang