7. Friends

523 77 13
                                        

Sahabat adalah mereka yang selalu ada saat seluruh dunia meninggalkan kita.

~♥~

Perlahan-lahan kelopak dengan bulu lentik itu terbuka, menetralisir cahaya matahari yang membangunkannya dari alam mimpi. Setelah cukup lama Clara terusik kini ia mulai beradaptasi, kedua mata itu sepenuhnya terbuka, beralih menatap jam dinding di depan sana dengan jarup pendek mengarah ke angka tujuh, dan jarum panjang berada si angka tiga.

Melihat itu Clara segera beranjak, ia membersihkan diri kemudian setelah itu ia turun ke bawah, saat ia menuruni anak tetangga matanya tertuju pada sosok laki-laki dengan berpakaian rapi yang tengah memainkan ponselnya di kursi meja makan sebagai tempat duduknya.

"Kak Mama di mana?" tanya Clara setelah mendapati kakak laki-lakinya.

"Ke kantor Papa" jawab Cain yang pandangannya masih fokus terhadap ponsel "ngapain?" tanya Clara lagi.

"Biasa" ucap Cain, cowok itu hafal pasti mamanya mengantarkan makanan agar suaminya tidak makan di luar dengan alasan makanan di luar kurang sehat.

"Dah lah, Tumben jam segi udah mandi, kakak mau ke rumah kak El ya" ucap Clara sambil menyindir.

Cain tersenyum "Tau aja" ucapnya mendekati sang adik dan mengacak-acak rambut adiknya dengan gemas hingga benar-benar berantakan.

"Ih Kakak Berantakan!" teriak Clara kesal, kemudian menyisir sambutnya dengan tangan mencoba merapikan.

Cain hanya tertawa mendengar penuturan kesal dari Clara, baginya menjahili sang adik adalah lelucon paling indah "Hahaha BYE DEGEM" pamitnya  mengambil kunci mobil yang ia letakkan di atas meja makan, dan segera pergi sebelum melihat kemurkaan sang adik tercintanya.

Bibir Clara melengkung kebawah "Ga ada akhlak emang" sinisnya kesal Clara, ia masi berupaya merapikan rambutnya yang acak-acakan akibat ulah saudaranya.

Menapis pikiran yang membuatnya kesal Clara beralih ke ruang tengah, gadis itu nampak bosan, ia meraih remote dan menyalakan tv "Mana lagi ni acara, gak jelas banget" gumam Clara terus mengganti chanel tv.

Tingg..

Bel rumah berbunyi menandakan adanya tamu, seketika Clara pun beranjak "Siapa lagi sih ganggu aja" kesal Clara lantaran ia sedang asik menonton tv.

Clara membuka Pintu depan dan langsung disambut oleh kedua temannya
"Morning Friends" sapa Vita dan Nay sembari tersenyum manis.

"kalian? kok kalian kesini ga bilang-bilang" tanya Clara heran, bisa-bisanya kedua curut ini sudah berada di depan rumahnya tanpa mengabari.

"Kejutan" jawab Vita sembari menunjukan aksi konyolnya, merentangkan kedua tangan di atas sebagai bentuk penghibur.

"Gaya lo sok kejutan segala" cibir Clara jengah.

Nayla menatap Clara kesal "Lo mau terus ngomong, atau suruh kita masuk" ketusnya.

"Usir aja boleh?" ucap Clara menaikan alisnya jahil.

"Ck, yaudah gue pulang nih" tutur Vita.

Clara terkekeh "Becanda, lagian suruh siapa pakek so-soan tanya segala, biasanya juga masuk tampa disuruh" celetuk Clara menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Tak mau memperpanjang, Clara mempersilakan kedua sahabatnya masuk, kini mereka duduk bersama di ruang tengah, Vita yang berbaring dengan membaca buku novel di atas sofa,  Nayla memakan snack dan fokus dengan tv, Clara asik bermain ponsel dan sesekali melirik televisi.

NYCTOPHILIACTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang