49. Audio

243 5 3
                                        

- H A P P Y    R E A D I N G -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- H A P P Y    R E A D I N G -

◍◍◍

Basecamp tempat anak-anak biasa berkumpul terasa tenang dan nyaman. Raka, dengan alunan gitar di tangan, duduk santai di dekat balkon, suara petikan gitarnya mengalun lembut, menyatu dengan udara malam yang sejuk. Tak jauh dari Raka, Zean berdiri di dekat pembatas balkon, menatap langit yang dihiasi bintang-bintang seraya menikmati angin malam yang begitu lembut dan menenangkan, jemarinya menyentuh layar ponsel membaca pesan dari Clara dengan senyum simpul yang tak bisa disembunyikan.

Di sudut lain, Afran duduk dengan semangkuk mie instan, menikmati setiap suapan dengan lahap, pemuda itu kelaparan setelah melewati hari yang melelahkan.

Di sofa, Doni dan Laura duduk berdampingan, tertawa ringan melihat hal-hal lucu yang muncul di layar ponsel yang mereka lihat bersama, tawa yang terdengar akrab dan penuh kebahagiaan. Sementara itu, Varel duduk di bawah, terfokus pada laptop di atas meja, jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard, telinganya terpasang earphone seolah tak ingin ada gangguan.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama setelah notifikasi pesan dari Satya muncul di ponsel masing-masing.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama setelah notifikasi pesan dari Satya muncul di ponsel masing-masing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Laura ikut membaca pesan itu dari ponsel Doni "Apasih Satya, kenapa gue gak boleh denger coba" Gerutunya kesal.

"Mungkin itu demi kebaikan Lo" Kata Afran yang lebih dulu menjawab. Ia datang bersama Zean dan Raka yang menyusul di belakang.

Mendengar itu Laura menatap Doni intens, sambil cemberut. Doni akhirnya menghela nafas, lalu mengangguk berat. Senyum gadis itu mengembang, merangkul lengan Doni dengan girang.

Varel melepas earphone di telinganya, lalu menoleh ke belakang "Udah gue unduh, mau dengerin bareng?" tanya cowok itu pada yang lain.

Mereka kompak mengangguk. Afran mengambil spiker dan ikut membantu Varel menyesuaikan volumenya. Varel menekan tombol pause dengan mouse hingga audio terputar, mereka mulai mendengarkan dengan serius.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NYCTOPHILIACCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang